Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Mimbar Santri

Spiritual dan Fisik Berpuasa

×

Spiritual dan Fisik Berpuasa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Oleh: Kanzhu Nurisy Syarofi, Santri-Murid Planet Nufo Rembang

Puasa adalah ibadah yang penting dalam agama Islam, yang dilakukan dengan menahan diri dari makan, minum, dan segala bentuk tindakan yang membatalkan puasa dari fajar hingga Maghrib. Namun, ada kalanya seseorang merasa ingin melakukan puasa hanya setengah hari, baik karena alasan praktis maupun kesehatan. Meski demikian, dalam konteks agama Islam, puasa setengah hari tidak dihalalkan dan dianggap tidak sah jika dilakukan dengan sengaja, kecuali dalam kondisi tertentu yang diizinkan oleh syariat.

Example 300x600

Dalam ajaran Islam, puasa adalah ibadah yang memiliki aturan yang jelas dan harus dilakukan dengan penuh ketekunan, keikhlasan dan daya juag yang tinggi terhadap godaan para setan berupa teman-teman yang kadang-kadang mengajak berpuasa setengah hari/mokel. Puasa dimulai pada waktu fajar dan berakhir pada waktu maghrib. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 187: “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam (fajar) pada waktu subuh, kemudian sempurnakan puasa itu sampai malam.”

Ayat ini dengan tegas mengatur bahwa puasa harus dilakukan dari waktu fajar hingga malam (Maghrib). Oleh karena itu, puasa setengah hari, yang hanya dilakukan sebagian waktu saja, tidak memenuhi syarat sah puasa dalam Islam. Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Melakukan puasa hanya setengah hari berarti tidak menjalankan ibadah dengan penuh pengertian dan kesungguhan. Menahan diri sepanjang hari memiliki banyak manfaat spiritual, yang tidak bisa dirasakan jika puasa hanya dilakukan sebagian hari.

Nabi Muhammad SAW selalu menjalankan puasa dengan cara yang penuh, tanpa setengah hari. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa puasa yang sah adalah yang dilakukan dari fajar hingga maghrib, sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an.

Selain dari sisi agama, puasa juga memiliki manfaat kesehatan yang sudah banyak diteliti. APenelitian terbaru menunjukkan bahwa puasa yang dilakukan dengan benar, yaitu dari fajar hingga maghrib, dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh, antara lain: pertama, menurunkan berat badan. Puasa yang teratur dapat membantu menurunkan berat badan dengan meningkatkan metabolisme tubuh. Dengan berpuasa selama 12-14 jam sehari, tubuh membakar lemak untuk energi, yang membantu dalam pengelolaan berat badan yang sehat.

Kedua, meningkatkan kesehatan mental. Puasa juga dapat membantu meningkatkan fungsi otak dan konsentrasi. Selama berpuasa, tubuh melepaskan hormon seperti norepinefrin dan endorfin yang dapat membantu meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres.

Namun, ada beberapa kondisi yang memungkinkan seseorang untuk tidak berpuasa sepenuhnya, seperti saat sakit atau dalam perjalanan jauh. Dalam situasi ini, seseorang boleh tidak berpuasa atau mengganti puasa di hari lain setelah kondisi tersebut membaik. Puasa setengah hari dalam konteks ini tidak sah, namun seseorang diperbolehkan untuk tidak berpuasa sama sekali selama kondisi tertentu membenarkannya.

Puasa setengah hari tidak diperbolehkan dalam Islam/mokel, karena bertentangan dengan ketentuan yang ada dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Puasa seharusnya dilakukan dari fajar hingga maghrib, bukan hanya sebagian hari. Selain itu, puasa penuh juga membawa manfaat kesehatan, pengelolaan berat badan, dan peningkatan kesehatan mental. Sebagai umat Muslim, sangat penting untuk menjalankan ibadah puasa dengan sepenuh hati dan mengikuti petunjuk agama untuk mendapatkan manfaat spiritual dan fisik secara maksimal.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *