Diskresi Tersibak gelora badai hingga menabrak wajah dengan penuh canggung. Kau pun langsung terdiam dibawa bisu oleh sumpah tempat kau bertanya sepenggal kisah Rentetan perjalanan mengelabui makna. Kisah yang semestinya berbahagia di waktu-waktu silam, tapi kau masih saja meronta-ronta seperti kesetanan “Maka, ilhamilah saat kau bersanding,rebahlah jika lelah bersandar, renungkan walau hidup bersendu, tangiskan jika hendak berduka” Di situ kau akan temukan istibdad; berkuasa dalam egosentris, untuk menilai diri sendiri dan menitikkan pikiran atas segala perbuatan-perbuatan dulu yang telah tawar Jika masih begitu dan selamanya engkau tidak berkebyaran dalam gelap. Sinar-sinar hati perlahan redupāgelap menguasai tindakan itu di atas kesalahan Ibarat relung dan jeluk ke bawah tanah; yang kian bertambah silap, yang kian menjadi jati diri namun kewalahan 2025 …
Puisi
Kalut
Oleh: Atena Hekmata Mellatena, Santri-Murid SMP Alam Nurul…
Lebaran
Oleh: Abdul Jazid Al Ghifari, Santri-Murid Kelas XII…
Refleksi di Ujung Bulan Penuh Berkah
Oleh: A.J.A.G, Santri-Murid Planet Nufo Rembang asal Kabupaten…
Sisa Senja-20125
ā Oleh: Seleno Juno āJangan biarkan pijarnya redup,…
Sisa Terisi-20125
Oleh: Seleno Juno āDi antara mata teduh itu,…
Sang Bulan
Oleh: Abdul Jazid Alghifari, Santri-Murid Planet Nufo Rembang…
Usang
Oleh; Yanuar Abdillah Setiadi, Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.



