Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Puisi

Sang Bulan

×

Sang Bulan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Oleh: Abdul Jazid Alghifari, Santri-Murid Planet Nufo Rembang asal Kabupaten Semarang

Bulan
Kau menawan dan merindukan
Tiap malam kau jadi penantian
Di antara Kegelisahan yang tak bertuan

Bulan
Kutatap, Lembut cahayamu
Bulan
Kau terasa dekat
Tapi tak sanggup ku gapai

Bulan kau menerangi gelap nya malam
Bagai kan penari yang piawai
Di hadapan para bintang kau bagai ratu
Padahal cahaya mu hanya pinjaman

Ku menatap mu sambil berjalan
Tak peduli apa kata orang
Tak perlu alasan tuk memandang
Walau pun enggan ku ucapkan

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puisi

Enam-lima, bukan hanya angka Bukan pula cerita belaka…

Puisi

Diskresi Tersibak gelora badai hingga menabrak wajah dengan penuh canggung. Kau pun langsung terdiam dibawa bisu oleh sumpah tempat kau bertanya sepenggal kisah Rentetan perjalanan mengelabui makna. Kisah yang semestinya berbahagia di waktu-waktu silam, tapi kau masih saja meronta-ronta seperti kesetanan “Maka, ilhamilah saat kau bersanding,rebahlah jika lelah bersandar, renungkan walau hidup bersendu, tangiskan jika hendak berduka” Di situ kau akan temukan istibdad; berkuasa dalam egosentris, untuk menilai diri sendiri dan menitikkan pikiran atas segala perbuatan-perbuatan dulu yang telah tawar Jika masih begitu dan selamanya engkau tidak berkebyaran dalam gelap. Sinar-sinar hati perlahan redup—gelap menguasai tindakan itu di atas kesalahan Ibarat relung dan jeluk ke bawah tanah; yang kian bertambah silap, yang kian menjadi jati diri namun kewalahan  2025 …

Puisi

Oleh: Atena Hekmata Mellatena, Santri-Murid SMP Alam Nurul…

Puisi

Oleh: Abdul Jazid Al Ghifari, Santri-Murid Kelas XII…

Puisi

​ Oleh: Seleno Juno ​Jangan biarkan pijarnya redup,…