Blora, PikiranBangsa.co – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI menargetkan revitalisasi 71.446 satuan pendidikan secara nasional pada tahun 2026.
Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen RI Mariman Darto mengatakan, target tersebut terdiri atas 11.446 sekolah tahap awal yang telah masuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) serta tambahan sekitar 60.000 sekolah yang diusulkan untuk menindaklanjuti arahan Presiden.
“Sebanyak 11.446 sekolah masuk tahap awal revitalisasi dan saat ini masih menunggu proses penganggaran. Sementara itu, pada tahun 2025 realisasi revitalisasi tercatat mencapai 16.171 satuan pendidikan,” ujarnya saat meninjau kondisi bangunan SMP Negeri 1 Sambong, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu.
Mariman menyebut pelaksanaan fisik revitalisasi tahap awal ditargetkan dimulai pada Februari–Maret 2026, setelah tahapan verifikasi dan validasi (verval) serta verifikasi lanjutan rampung. Proses pengerjaan diperkirakan memakan waktu 90–100 hari.
“Target selesai bulan Juni sudah bisa digunakan,” katanya.
Selain tahap awal, pemerintah juga menyiapkan revitalisasi tahap kedua dengan tambahan sekitar 60 ribu sekolah yang direncanakan mulai dikerjakan pada awal Maret 2026 dan disebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan.
Dalam kunjungannya ke SMPN 1 Sambong, Mariman menyoroti kerusakan pada bagian atap dan plafon yang ambrol serta sejumlah titik lain yang dinilai berbahaya bagi keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.
“Sejumlah bagian konstruksi mulai rusak dan membutuhkan penanganan segera. Bangunan SMPN 1 Sambong ini merupakan bangunan lama yang berdiri sejak 1983,” ujarnya.
Ia juga meminta agar seluruh ruang kelas dicek kembali secara menyeluruh untuk memastikan keamanan bangunan.
Mariman menambahkan revitalisasi sarana dan prasarana sekolah menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama bagi sekolah yang memiliki peran penting di wilayahnya.
Menurutnya, SMPN 1 Sambong merupakan satu-satunya sekolah jenjang SMP di Kecamatan Sambong, sehingga revitalisasi fasilitas sekolah tersebut dinilai penting untuk menjaga layanan pendidikan bagi masyarakat setempat.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Sambong Wiwik Sulistiyowati mengatakan kerusakan bangunan sekolah telah terjadi sejak beberapa tahun terakhir.
“Kondisi paling parah terjadi pada 15 Desember 2025, saat atap dan plafon tiba-tiba ambrol dan menyebabkan kerusakan cukup berat pada beberapa ruang kelas,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, kegiatan belajar mengajar sementara dialihkan dengan memanfaatkan ruang yang tersedia, seperti ruang laboratorium dan ruangan lainnya.


















