Oleh: Rosaida Artha Kusumanova, Santri-Murid Pesantren-Sekolah Alam Planet NUFO Rembang
Tunjangan Hari Raya atau yang lebih dikenal dengan istilah THR merupakan tradisi yang melekat di masyarakat Indonesia. Terutama menjelang hari raya Idul Fitri. Bagi banyak orang, THR merupakan simbol kepedulian, kebersamaan, dan kebahagiaan yang dibagikan kepada orang-orang terdekat, maupun orang-orang di sekitar. Tradisi bagi-bagi THR ini menjadi budaya yang dinantikan oleh masyarakat setiap tahun.
Tradisi ini bermula pada awal tahun 1950-an. Saat itu Perdana Menteri Indonesia yang menjabat adalah Soekiman Wirdjosandjojo. Pada masa itu, pemerintah memberikan tunjangan kepada pegawai negeri untuk membantu memenuhi kebutuhan hari raya mereka.
Kebijakan ini, akhirnya berkembang dan akhirnya menjadi kebijakan nasional yang mengatur tunjangan kepada pegawai dan buruh. Akhirnya, THR tak hanya diberikan kepada pegawai negeri saja, tetapi juga diberikan kepada pegawai di sektor swasta. Kebijakan ini diatur oleh pemerintah melalui Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang mewajibkan pemberian THR kepada karyawannya menjelang hari raya. Perkembangan ini menunjukkan bahwa THR bukan sekedar tunjangan, tetapi juga bagian dari sistem sosial yang mendukung kesejahteraan masyarakat.
Meskipun dianggap sepele, di Indonesia, THR merupakan penghargaan atas kerja keras seseorang selama satu tahun. THR sangat berarti, karena dapat membantu memenuhi kebutuhan finansial. Terutama di tengah lonjakan harga pangan menjelang hari raya.
Namun, di luar konteks pekerjaan, THR juga menjadi kebahagiaan kecil yang dinanti anak-anak setiap tahun. Banyak saudara atau tetangga yang memberikan THR kepada anak-anak. THR untuk anak-anak biasanya dimasukkan kedalam amplop kecil bergambar yang imut. Dalam konteks ini, THR menjadi simbol kasih sayang orang dewasa kepada anak-anak.
Tradisi ini menciptakan kehangatan dalam lingkungan keluarga maupun tetangga. Anak-anak seringkali menunggu momen tersebut dengan penuh antusias. Sementara, orang dewasa dapat berbagi dengan yang lebih muda.
Namun, seiring perkembangan teknologi, cara pemberian THR juga mengalami perubahan. Jika dahulu pemberian THR pasti menggunakan uang tunai, sekarang pemberian THR menggunakan uang digital menjadi solusi yang lebih praktis dan mudah. Sekarang, sudah banyak yang memberikan THR melalui sistem transfer digital.
Pemberian THR melalui aplikasi perbankan digital, memungkinkan seseorang untuk memberikan THR dengan cara yang lebih praktis tanpa terkendala jarak dan waktu. Bahkan, beberapa aplikasi menyediakan fitur khusus yang memungkinkan pengguna mengirim THR dengan desain amplop digital yang menarik. Namun, masih banyak juga yang tetap mempertahankan pemberian THR menggunakan uang tunai karena dianggap lebih hangat dan memiliki nilai emosi yang lebih kuat.
Seiring perkembangan zaman, walaupun THR sudah mengalami banyak perubahan makna dan bentuk, tetapi nilai-nilai yang terkandung masih sama. Selama masyarakat Indonesia terus menjunjung tinggi semangat berbagi dan kebersamaan, budaya THR akan tetap menjadi bagian penting dari tradisi hari raya di Indonesia.


















