Oleh: Siti Efrilia, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Salatiga
Di era generasi z yang kalau ada kejadian menarik langsung dikontenin dan digibahin lewat sosial media, siapa yang menyangka bahwa akun Instagram yang mungkin awalnya cuma digunain buat ngatur parkir, eh, sekarang malah jadi panggung utama bagi mahasiswa untuk menyuarakan keluhan dan aspirasi, bahkan bisa mmengaruhi kebijakan kampus?
Salah satunya adalah akun @uinsalatiga.parkir, akun ini berasal dari kampus UIN Salatiga yang beroperasi sejak 2023 dan langsung menjadi sorotan. Awalnya cuma sekedar mengunggah postingan seputar parkir di kampus, dari mahasiswa yang parkirnya tidak sesuai dengan tempat yang sudah disediakan, kendaraan mahasiswa yang tidak sesuai standar, sampai info kehilangan. Namun, kini akun @uinsalatiga.parkir malah merambah jadi akun yang menampung aspirasi mahasiswa.
Banyak dari mahasiswa mulai mengirim keresahan mereka terkait kebijakan kampus dan ketidaknyamanan mereka saat berkuliah. Seperti beberapa waktu lalu ketika terjadi kasus pelecehan seksual, korban mengirim ceritanya ke akun @uinsalatiga.parkir, yang kemudian menyebar luas dan menjadi viral. Setelah viral, korban merasa banyak yang memberi dukungan sehingga lebih percaya diri untuk melaporkan kasus tersebut ke satgas PPKS. Para admin yang sangat responsif menjadi faktor utama mahasiswa berani membagikan keresahannya.
Tidak hanya menjadi sorotan di kalangan mahasiswa, civitas akademika juga mulai melirik akun ini. Apalagi ketika banyak sekali mahasiswa baru waktu itu berbondong-bondong mengirimkan keresahan mereka saat mengikuti PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kampus) Universitas 2025. Mahasiswa baru menuntut transparansi anggaran dari pihak Dema (Dewan Mahasiswa) dan para panitia PBAK, karena kejadian ini sempat ramai, pihak SEMA (Senat Mahasiswa) bahkan sampai melakukan hak interpelasi untuk menyelesaikan masalah ini.
Akun @uinsalatiga.parkir tentunya semakin dikenal, admin sendiri sempat mendapatkan ancaman dari beberapa pihak yang merasa dirugikan dengan postingan tentang keruwetan PBAK waktu itu.
“Ancaman pasti ada, dari dema, katanya mau dijemput jam 3 pagi, ternyata gimmick, mereka gaberani.” Ungkap admin utama saat diwawancarai (4/10/2025)
Kemudian postingan yang terinspirasi dari akun @itera.parkir (akun parkir dari kampus ITERA), tentang area khusus merokok dan tidak merokok yang diunggah pada 11 September 2025. Postingan tersebut banyak mendapatkan reaksi dari mahasiswa, kemudian ditanggapi oleh akun resmi kampus UIN Salatiga yang selanjutnya aspirasi diteruskan ke bagian rektorat. Berselang 6 hari setelahnya, pada tanggal 17 September 2025, Surat Keterangan tentang larangan merokok di beberapa area kampus UIN Salatiga dikeluarkan.
Hal ini menjadi satu langkah awal yang dinantikan mahasiswa, karena aspirasi mereka yang mungkin hanya dianggap sebagai curhatan semata akhirnya dapat tersalurkan secara langsung sampai ke pihak rektorat.
Tentu menjadi perhatian penting bahwa akun parkir dapat memiliki peran dalam menghubungkan suara mahasiswa dengan pihak kampus. Meski pada awalnya hanya memfokuskan pada pengawasan masalah parkir, akun ini berhasil bertransformasi menjadi ruang aspirasi yang efektif bagi mahasiswa untuk menyampaikan berbagai keluhan dan kritik yang membangun. Mahasiswa yang suaranya mungkin terpinggirkan, kini bisa melampiaskan pendapatnya tanpa takut langsung diidentifikasi.
Respon cepat dari admin @uinsalatiga.parkir serta keterbukaan pihak kampus dalam menanggapi aspirasi yang disampaikan membuktikan bahwa feedback dari mahasiswa dapat didengar dan diterima sehingga menciptakan diskusi yang sehat dan transparan.
Menanggapi hal ini, admin @uinsalatiga.parkir menerangkan bahwa mereka senang karena bisa berdampak, walaupun mereka anonim dan tidak diketahui oleh mahasiswa kecuali humas kampus. “Ya Alhamdulillah, kita bisa berdampak, walaupun kita anonim, dan kita tidak diketahui mahasiswa. Walaupun humas kampus telah mengetahui saya sebagai admin utama, ya pokoknya alhamdulilah bisa berdampak bagi kampus, dan yap, bisa menjadi ladang pahala bagi kami juga. Memberikan informasi baik kepada kalian semua.” Jelasnya.
Dengan begitu, akun @uinsalatiga.parkir telah menjadi wadah penting untuk menjembatani mahasiswa dengan pemangku kebijakan di kampus serta memperkuat demokrasi di era digital. Diharapkan dengan langkah awal seperti ini semakin banyak inisiatif serupa yang dapat memfasilitasi aspirasi mahasiswa sehingga dampak positifnya bisa lebih luas dan terus berkelanjutan.

















