Pikiranbangsa.co, Pekalongan — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekalongan menunjukkan komitmen nyata dalam aksi kemanusiaan dengan melakukan distribusi bantuan bagi korban bencana banjir di Pekalongan selama dua hari berturut-turut di dua lokasi berbeda, yakni Desa Sepacar dan Desa Tegal Dowo.
Pada hari pertama, HMI Pekalongan bersama Badan Koordinasi (Badko) HMI Jawa Tengah–DIY menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak banjir di Desa Sepacar. Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antarstruktur HMI dalam merespons cepat bencana yang melanda masyarakat Pekalongan akibat curah hujan tinggi dan luapan air sungai.
Distribusi bantuan kemudian dilanjutkan pada hari kedua di Desa Tegal Dowo dengan melibatkan anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Harun Abdul Khafidz. Kolaborasi ini menegaskan peran strategis HMI Pekalongan dalam menjembatani kepedulian antara mahasiswa dan wakil rakyat di tingkat provinsi.
Bantuan yang disalurkan dalam dua agenda tersebut meliputi kebutuhan pokok masyarakat, seperti bahan pangan, air mineral, serta perlengkapan kebutuhan harian yang sangat dibutuhkan warga selama masa tanggap darurat banjir.
Ketua Umum HMI Cabang Pekalongan, Ilyas Djazuli, menyampaikan bahwa kehadiran HMI di dua lokasi berbeda dalam waktu yang berdekatan merupakan bentuk konsistensi organisasi dalam menjalankan peran pengabdian kepada masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa HMI tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi benar-benar terlibat aktif dan berkelanjutan dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Distribusi bantuan selama dua hari di dua desa ini adalah wujud nyata dari komitmen tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Harun Abdul Khafidz, anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, mengapresiasi langkah HMI Pekalongan yang dinilai responsif dan sigap dalam merespons kondisi masyarakat pascabencana.
“Kolaborasi dengan HMI Pekalongan ini sangat positif. Mahasiswa memiliki peran penting dalam memastikan bantuan tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran. Sinergi seperti ini perlu terus diperkuat,” ungkapnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, HMI Pekalongan berharap kolaborasi antara mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan lembaga legislatif dapat terus terjalin, tidak hanya dalam situasi darurat bencana, tetapi juga dalam agenda pemberdayaan dan pembangunan masyarakat ke depan.










