Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
KolomMotivasi

3 AYAT BENTENG DARI ORANG KE-3

×

3 AYAT BENTENG DARI ORANG KE-3

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ENSIKLOPEDI KELUARGA SAKINAH (EKSAK)

SERI 1

Example 300x600

Oleh: Miftakhudin Tauhidy

Berapa banyak di antara kita yang ketika hendak menikah tidak memiliki modal ilmu yang cukup. Karena pernikahan bukan hanya tentang emas kawin yang diberikan, bukan hanya tentang rumah yang dibeli, bukan hanya tentang penghasilan yang diraih, tapi tentang menjaga amanah yang begitu besar.

Besarnya amanah yang diemban karena berkaitan dengan perjalanan yang panjang dan ombak yang sering menghampiri dan bolak-baliknya cuaca hati dan keadaan dan suasana yang sewaktu-waktu tidak bisa diprediksi.

Di setiap jengkal jalan yang kita tapaki dalam berkeluarga ada orang ketiga yang sangat menginginkan dan menunggu tergelincirnya kita dari arah yang seharusnya, dan orang ketiga itu adalah setan.

Ketika belum menikah, strategi setan berusaha mendekatkan pasangan untuk sedekat-dekatnya dengan menampakkan sisi keindahan dan kebaikan lawan jenis hingga berusaha menggelincirkan pada titik zina, dan zina adalah dosa besar.

Ketika sudah menikah, strategi setan berbalik 180 derajat, yaitu berusaha menjauhkan sejauh-jauhnya dengan berusaha menutupi sebesar apa pun kebaikan dan menampakkan sekecil apa pun kejelekan dan kekurangan pasangan untuk menjebak kepada titik perceraian.

Setan sudah berputus asa untuk kembali disembah, setan tidak pernah berputus asa untuk selalu menggoda manusia untuk selalu berselisih.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ يَئِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّونَ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَلَكِنْ فِي التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ

“Setan telah berputus asa untuk disembah oleh orang-orang yang shalat di Jazirah Arab, namun ia tidak berputus asa untuk membuat mereka berselisih.” (HR. Muslim, no. 2812)

Rasulullah SAW juga bersabda:

قَالَ اِبْنُ عَبَّاسٍ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّيْطَانَ قَالَ يَا رَبِّ بِعِزَّتِكَ لَا أَزَالُ أُغْوِي بَنِي آدَمَ مَا دَامَتْ الْأَرْوَاحُ فِيهِمْ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَعِزَّتِي وَجَلَالِي لَا أَزَالُ أَغْفِرُ لَهُمْ مَا اسْتَغْفَرُونِي

“Setan berkata, ‘Aku akan terus-menerus menggisikkan (bisikan) kepada anak Adam, dan ia tidak akan berhenti. Aku akan terus-menerus memerintahkan mereka untuk berbuat dosa, dan mereka tidak akan berhenti.’” (HR. Muslim, no. 2751)

Ketika setan berhasil menggoda dan menjerumuskan pasangan ke titik perceraian, maka menjadi suatu prestasi yang besar.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَقْرَبُهُمْ إِلَيْهِ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَهْلِهِ قَالَ فَيَدْعُوهُ وَيُقَرِّبُهُ وَيَقُولُ نِعْمَ أَنْتَ

“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air, lalu ia mengirimkan bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengan Iblis adalah yang paling besar fitnahnya. Salah satu dari mereka datang dan berkata, ‘Aku telah melakukan ini dan itu.’ Iblis berkata, ‘Kamu belum melakukan apa-apa.’ Kemudian datanglah yang lain dan berkata, ‘Aku tidak meninggalkannya (menyesatkannya) hingga aku memisahkan antara dia dan istrinya.’ Iblis mendekatkannya (ke dirinya) dan berkata, ‘Aku senang denganmu.’” (HR. Muslim, no. 2813)

Hadits ini menunjukkan bahwa setan sangat senang ketika berhasil memisahkan suami dan istri, sehingga menyebabkan perceraian.

Untuk membentengi keluarga kita untuk selalu sadar dan waspada terhadap segala bentuk muslihat setan yang bisa menjerumus ke titik perceraian, hendaknya kita memegang teguh 3 Ayat yang Agung dalam Al-Quran, yaitu:

Yang pertama, Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 187:

هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ

Artinya: “Istrimu adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka.”

Dalam ayat ini, Allah SWT memberi perumpamaan seolah ingin menunjukkan kepada makna terdekatnya bahwa ketika sudah menikah, maka fungsi kita adalah sebagai pakaian untuk pasangan.

Di antara fungsi pakaian antara lain untuk menutupi kekurangan

Mengetahui kekurangan pasangan hanya masalah waktu, semakin bertambah usia pernikahan akan semakin terkumpul perbendaharaan kekurangan pasangan.

Jika berfokus kepada kekurangan otomatis semakin hari akan semakin bertambah masalah yang tidak akan pernah tahu ujungnya

Akan tetapi dengan adanya kekurangan menumbuhkan rasa saling membutuhkan karena tidak ada rumahtangga yang sempurna yang ada saling menyempurnakan

Yang kedua, Al-Qur’an Surah Al-Baqarah 2:237

وَلَا تَنسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ ۚ

Artinya: “Dan janganlah kamu melupakan kebaikan di antara kamu.”

Setiap manusia datang dari latar belakang yang berbeda, perbedaan latar belakang sangat mempengaruhi cara bersikap, cara bertindak, serta cara memandang segala sesuatu dengan ornamen ekspektasinya. Suami memiliki ekspektasi dan istri juga memiliki ekspektasi yang bisa jadi di satu momen ekspektasi itu tidak bisa bertemu, sehingga menimbulkan rasa kecewa.

Ketika rasa kecewa itu muncul dan tidak segera dikelola dengan baik, akan menjadi bola salju yang akan terus menggelinding dan merembet ke segala sudut. Maka, ketika rasa kecewa dengan pasangan muncul, ingatlah firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah 237 yang begitu indah: “Jangan lupakan kebaikan di antara kamu.”

Karena bisa jadi satu momen engkau kecewa, tapi ratusan momen lebih yang terasa indah bersamanya.

Yang ketiga, Al-Quran Surah Ar-Rahman (55:8):
اَلَّا تَطۡغَوۡا فِى الۡمِيۡزَانِ
“Agar kamu jangan merusak keseimbangan itu.”

Allah menciptakan segala sesuatu dengan teratur, terukur, dan seimbang. Di antara fitrah keseimbangan yang Allah ciptakan adalah adanya laki-laki dan perempuan dengan segala karakter yang melekat padanya.

Secara hormonal, laki-laki memiliki hormon testosteron yang lebih tinggi, yang mempengaruhi perkembangan otot, suara, dan sifat maskulin. Sedangkan perempuan memiliki hormon estrogen yang lebih tinggi, yang mempengaruhi perkembangan payudara, menstruasi, dan sifat feminin.

Dari struktur otak, laki-laki memiliki struktur otak yang lebih besar dan lebih banyak sel otak di area yang terkait dengan kemampuan spasial dan logika. Sedangkan perempuan memiliki struktur otak yang lebih kecil, tetapi lebih banyak sel otak di area yang terkait dengan kemampuan verbal dan emosional.

Sehingga, laki-laki cenderung memiliki sifat yang lebih agresif, kompetitif, dan analitis, sedangkan perempuan cenderung memiliki sifat yang lebih kooperatif, empati, dan intuitif. Perbedaan yang melekat bukan dominasi untuk saling mengalahkan, akan tetapi merupakan fitrah yang harus dijaga keseimbangannya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *