Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Mimbar Pelajar

PII: Ruang Belajar dan Bertumbuh

×

PII: Ruang Belajar dan Bertumbuh

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Oleh: Fillah Nazliya Fauzi, Santri-Murid Planet Nufo Rembang asal Probolinggo

Belajar sering kali dipersempit dari makna yang sesungguhnya. Ia kerap dipahami hanya sebatas mengerjakan soal, mengumpulkannya, lalu menerima nilai. Padahal, jika ditarik lebih dalam, belajar adalah proses hidup itu sendiri. Belajar tentang diri, tentang cara bersikap kepada orang lain, serta tentang bagaimana mengambil peran di tengah kenyataan yang terus berubah. Belajar seharusnya menjadi ruang yang hidup—ruang yang membuat kita terus bertumbuh, bukan sekadar bertahan.

Example 300x600

Namun kenyataannya, banyak pelajar justru memandang belajar sebagai beban. Tekanan untuk selalu benar, selalu paham, dan selalu cepat menjadikan ruang belajar terasa menakutkan. Takut salah menjawab, takut dianggap bodoh, bahkan takut sekadar bertanya. Akibatnya, proses belajar kehilangan hakikat aslinya. Padahal, pertumbuhan tidak pernah instan. Ia membutuhkan waktu, kesabaran, dan ruang yang aman. Dari keresahan inilah PII hadir, dengan tujuan mewujudkan kesempurnaan pendidikan dan kebudayaan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam bagi segenap rakyat Indonesia dan umat manusia.

PII memaknai belajar sebagai proses yang utuh. Belajar tidak cukup hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga harus menumbuhkan karakter. Ruang-ruang yang dibangun melalui training, kursus, dan ta’lim dirancang sebagai ruang aman bagi pelajar untuk berpikir, berbicara, dan berkembang sesuai tahapannya.

Di sinilah pentingnya menciptakan ruang belajar yang sekaligus menjadi ruang bertumbuh. Ruang yang tidak hanya berisi materi, tetapi juga memberi kesempatan untuk gagal, berdiskusi, dan mencari makna. Ruang yang tidak menghakimi proses, melainkan menghargai usaha. Sebab sejatinya, pelajar tidak hanya mengejar pengetahuan, tetapi juga sedang membentuk jati diri.

Di tengah kemajuan teknologi yang pesat, kita dapat mengakses hampir segala hal dengan mudah. Namun, tidak semua yang cepat diakses dapat dipahami dengan baik. Tanpa ruang refleksi, kita mudah kehilangan arah: mengetahui banyak hal, tetapi bingung menentukan sikap. Karena itu, belajar seharusnya tidak hanya menjawab pertanyaan “apa”, melainkan juga “mengapa” dan “untuk apa”.

Di PII, pelajar tidak diposisikan sebagai objek yang hanya menerima, melainkan sebagai subjek yang diajak berdialog. Perbedaan pendapat tidak dianggap sebagai ancaman, tetapi sebagai bagian dari proses belajar. Dari sinilah kita dilatih untuk bersikap kritis tanpa kehilangan adab, berani tanpa menjadi arogan, serta aktif tanpa melupakan nilai. Proses ini memang tidak selalu nyaman, tetapi justru di sanalah pertumbuhan terjadi.

Ruang bertumbuh juga berarti ruang yang menanamkan kesadaran sosial. Kita tidak hidup sendirian. Ilmu yang dimiliki seharusnya memberi dampak, sekecil apa pun. Kita diajak untuk peka terhadap sekitar. Dengan begitu, belajar tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain dan lingkungan.

Menjadi pelajar yang terus bertumbuh bukanlah tentang siapa yang paling cepat, melainkan siapa yang mau terus melangkah. Di PII, proses lebih dihargai daripada hasil yang instan. Kita diajak memahami bahwa setiap orang memiliki ritmenya masing-masing. Tidak semua harus sama, tidak semua harus sempurna. Yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

Ruang belajar yang sehat menuntut adanya rasa saling percaya. Kita perlu merasa bahwa pendapat kita dihargai, meskipun belum sempurna. Dalam ruang seperti ini, keberanian untuk berbicara tumbuh secara alami. Kepercayaan menjadi fondasi penting dalam proses kaderisasi dan pembelajaran. Tanpanya, kita cenderung memilih diam, padahal suara kita adalah bagian dari proses bertumbuh itu sendiri.

PII juga menyadari bahwa tantangan pelajar saat ini jauh lebih kompleks dibanding masa lalu—mulai dari krisis identitas, tekanan sosial, hingga kebingungan menentukan arah masa depan. Oleh karena itu, ruang belajar yang baik harus memiliki dasar rasa aman: cukup luas untuk menampung keresahan, pertanyaan, bahkan kegagalan.

Ruang bertumbuh mengajarkan kita untuk bertanggung jawab atas pilihan yang diambil. Setiap gagasan, sikap, dan tindakan memiliki konsekuensi. PII membiasakan kita untuk berpikir sebelum bertindak serta merefleksikan setiap langkah. Dengan demikian, kita tidak hanya aktif, tetapi juga sadar dan matang dalam bersikap.

Pada akhirnya, ruang belajar adalah ruang bertumbuh. Dari ruang-ruang sederhana—lingkar diskusi, ta’lim, hingga obrolan reflektif—PII menanamkan keyakinan bahwa perubahan besar berawal dari proses kecil yang dilakukan secara berulang. Mereka yang diberi ruang untuk bertumbuh akan menjadi generasi yang sadar peran, kuat dalam nilai, dan berani mengambil sikap. Ketika kita menemukan ruang belajar yang tepat, kita pun menemukan ruang bertumbuh. Dari sanalah masa depan dibangun—pelan, tetapi bermakna.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *