Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Cerpen

Jeff The Killer

×

Jeff The Killer

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Oleh: Adam Mahir Zain, Santri-Murid SMP Alam Nurul Furqon (Planet Nufo) Rembang

Pada suatu malam, seorang pemuda bernama Stom sedang tertidur di rumahnya. Saat ia terlelap, jendela kamarnya tiba-tiba terbuka dengan sendirinya. Karena kedinginan, Stom pun bangun dan menutup jendela tersebut. Namun, ketika ia hendak kembali ke kasurnya, jendela itu kembali terbuka. Saat Stom menoleh, ia melihat sepasang mata merah yang menyeramkan menatapnya dari kegelapan.

Example 300x600

Stom terdiam. Tubuhnya seperti membeku, tak mampu bergerak sedikit pun.

Beberapa saat kemudian, mata merah itu menghilang. Panik, Stom segera berlari dan bersembunyi di dalam lemari kamarnya. Dari dalam sana, ia mendengar suara langkah kaki yang masuk ke rumahnya. Ketakutan semakin memuncak, apalagi Stom adalah seorang perantau yang tinggal jauh dari keluarganya.

Saat bersembunyi, Stom tanpa sengaja menatap ke bagian atas lemari. Betapa terkejutnya ia ketika melihat mata merah itu sedang mengintipnya. Stom kembali membeku, tak mampu berbuat apa-apa.

Tiba-tiba, Stom terbangun di dalam sebuah mobil yang sedang dikendarai oleh sosok bermata merah tersebut. Tanpa berpikir panjang, Stom langsung membuka pintu mobil dan melompat keluar.

“Ini sangat menyeramkan. Aku harus mencari bantuan secepatnya,” gumamnya.

Saat Stom berlari, ia tak menyadari bahwa ada sesuatu yang terus mengintainya dari balik pepohonan.

Setelah berlari cukup lama, Stom kelelahan. Ia berpikir bahwa semuanya sudah aman, tanpa mengetahui bahaya masih mengawasinya. Setelah beristirahat sejenak, Stom kembali berjalan untuk mencari pertolongan.

Di tengah jalan, ia melihat seseorang yang penampilannya seperti pemburu. Stom langsung berteriak meminta tolong. Namun, saat orang itu menoleh, kepala orang tersebut tiba-tiba terputus.

“Oh Tuhan… apa yang baru saja kulihat itu nyata? Aku takut, tolong aku, Tuhan!” teriak Stom sambil berlari ketakutan.

Saat ia berlari, terdengar sebuah suara samar di belakangnya.

“Kau tak akan bisa keluar dari sini. Kau akan mati di tanganku.”

Stom yang semakin ketakutan berlari sekuat tenaga untuk menghindari sosok bermata merah itu.

Namun, tiba-tiba seseorang berdiri tepat di hadapannya. Orang itu menoleh—ternyata dialah pemilik mata merah tersebut. Mulutnya terbuka lebar, dipenuhi taring tajam, dan di tangannya tergenggam sebuah pisau.

“Kau mau ke mana? Sudah kubilang, kau tak akan bisa lari dariku,” ucapnya dengan suara menyeramkan.

“Siapa kamu? Kenapa kamu terus mengejarku?” tanya Stom dengan suara gemetar.

“Apa kau sudah melupakanku? Aku adalah orang yang pernah kau bully dan kau siksa, hingga mulutku menjadi seperti ini dan mataku berubah seperti sekarang. Apa kau benar-benar tidak mengingatku?”

“I–ini… ini benar-benar kamu, Jeff?”

“SIAPA LAGI KALAU BUKAN ORANG YANG PERNAH KAU BULLY!”

Tanpa basa-basi, Jeff langsung menusuk, mencabik, dan memutilasi tubuh Stom hingga tak bersisa.

Setelah itu, Jeff berjalan membawa kepala Stom yang telah dimutilasi. Ia melangkah menuju kediamannya di tengah hutan lebat.

Sesampainya di rumah, Jeff menggantung kepala Stom dan memajangnya sebagai hiasan di dinding.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cerpen

Oleh: Raihan Najibun Nuha Putra Mahen, Santri-Murid SMP…

Cerpen

Oleh: Raihan Najibun Nuha Putra Mahen, Santri-Murid SMP…

Cerpen

Oleh: Raihan Najibun Nuha Putra Mahen, Santri-Murid SMP…

Cerpen

Oleh: Putri Syakseiah Mahiraswara, Santri-Murid Kelas XI Pesantren-Sekolah…