Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Mimbar Pelajar

Langkah Pertama Belajar Memimpin

×

Langkah Pertama Belajar Memimpin

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Oleh: Husna Kamila Anwar, Santri-Murid SMP Alam Nurul Furqon Rembang, Aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) Planet Nufo Rembang asal Semarang.

Malam itu, setelah kelas malam selesai, kami dikumpulkan di gelora (aula) untuk membahas sebuah kegiatan yang terdengar cukup serius: latihan kepemimpinan. Aku masih ingat jelas perasaanku saat mendengar penjelasan dari kakak-kakak. Jujur saja, aku kaget ketika mengetahui bahwa aku terdaftar sebagai peserta Latihan Kepemimpinan Dasar yang akan dilaksanakan di Semarang, tepatnya di SD Ma’had Islam. Saat itu, rasa senang, lega, dan takut bercampur menjadi satu, sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Example 300x600

Hari-hari berikutnya, kami sering diingatkan oleh kakak-kakak PD Rembang untuk melengkapi semua persyaratan yang telah ditentukan. Aku berusaha menuntaskannya satu per satu. Hingga H-1 keberangkatan, dua persyaratan telah kuselesaikan. Tinggal satu hal terakhir, yaitu mengisi formulir pendaftaran.

Setelah salat Zuhur, aku segera mengisi formulir tersebut. Awalnya kupikir hal itu akan mudah. Namun kenyataannya tidak semulus yang kubayangkan. Beberapa kesalahan kecil membuatku harus mengulang pengisian hingga dua kali. Jika harus menggambarkan perasaanku saat itu, kata “frustasi” adalah yang paling tepat. Hingga akhirnya, pada pukul 17.30, formulir itu berhasil kukirimkan. Di hari yang sama, aku langsung mengemas semua pakaian dan perlengkapan yang akan kubawa.

Tak terasa, hari pemberangkatan pun tiba. Pada hari itu juga, kami sebagai anggota OSIS dan santri pondok masih harus mensosialisasikan tugas, tanggung jawab, serta program kerja masing-masing. Meski cukup melelahkan, semua itu tetap harus dijalani.

Pukul 13.45, hujan turun dengan sangat deras. Kami menunggu kendaraan sambil menatap langit yang seakan tidak bersahabat. Dalam hati, aku sudah membayangkan betapa melelahkannya perjalanan ini. Tak lama kemudian, kendaraan akhirnya datang menjemput kami. Dan dugaanku tidak meleset. Selama perjalanan, aku dan dua temanku yang duduk di samping harus memangku barang bawaan sendiri karena bagasi sudah penuh.

Sekitar pukul 19.00, kami—rombongan dari Rembang—tiba di lokasi kegiatan. Kami diberi waktu untuk beristirahat sejenak di sebuah ruangan yang nantinya akan kami tempati selama tujuh hari ke depan. Awalnya, ruangan itu hanya diisi oleh rombongan kami. Namun, seiring waktu berjalan, peserta dari berbagai daerah mulai berdatangan hingga ruangan itu terasa semakin ramai.

Keesokan paginya, kami yang mengikuti Latihan Kepemimpinan Dasar harus menjalani screening sebelum memasuki lokal, sebutan untuk kelas. Saat screening berlangsung, rasa gugup kembali menghampiriku. Bibirku terasa kaku, seolah enggan untuk berbicara. Meski begitu, aku berusaha menenangkan diri dan memberikan yang terbaik.

Forum pertama dimulai pada malam tanggal 27 Desember 2025, dan berlanjut hingga hari terakhir kegiatan. Selama itu, lokalku hampir tidak pernah terlambat mengikuti forum. Mungkin karena seluruh kegiatan dilaksanakan di tempat yang sama, yaitu SD Ma’had Islam.

Lokalku berisi 16 orang dengan latar belakang yang berbeda-beda, meskipun sebagian besar berasal dari daerah yang sama. Sejak awal, kami dituntut untuk saling mengenal dalam waktu yang sangat singkat. Setiap forum memiliki dinamika yang berbeda, tetapi satu hal yang selalu sama adalah rasa takut, gugup, dan penasaran yang selalu hadir sebelum forum dimulai.

Saat forum berlangsung, berbagai pendapat dan sudut pandang disampaikan, baik yang sama maupun yang berbeda. Di sinilah aku mulai belajar untuk berbicara di depan orang lain, meski kata-kataku masih sering tersendat dan tidak rapi.

Pada dasarnya, aku adalah tipe orang yang cenderung individual dan tidak terlalu peka terhadap sekitar. Namun, melalui Batra (Basic Training) ini, empati dan kepedulianku benar-benar diuji. Aku tidak hanya belajar tentang kepemimpinan, tetapi juga tentang memahami orang lain, bekerja bersama, dan menghargai perbedaan.

Batra memberiku banyak pengalaman dan pelajaran berharga—pelajaran yang tidak akan kulupakan dan perlahan akan kuterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah langkah pertamaku untuk belajar memimpin, dimulai dari memimpin diri sendiri.

Jika kalian penasaran seperti apa kegiatan di dalam Batra, mungkin suatu hari kalian perlu mengalaminya sendiri.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *