Salatiga — Aliansi Mahasiswa Salatiga menghadiri undangan audiensi yang dijadwalkan berlangsung hari ini, pukul 11.00 WIB, sebagai tindak lanjut dari aksi demonstrasi yang dilakukan pada Senin lalu. Kehadiran mahasiswa tersebut merupakan bentuk pemenuhan komitmen atas ajakan dialog yang sebelumnya disampaikan langsung oleh Roby Hernawan.
Namun dalam pelaksanaannya, audiensi tersebut tidak dihadiri oleh Roby Hernawan. Mahasiswa justru diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Salatiga dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Ketidakhadiran Roby Hernawan disampaikan dengan alasan sedang mengurusi persoalan di BPR Salatiga yang tengah terseret kasus dugaan korupsi dengan nilai kerugian mencapai Rp3 miliar.
Aliansi Mahasiswa Salatiga menyayangkan absennya pihak yang mengundang audiensi tersebut. Pasalnya, forum ini merupakan tindak lanjut resmi dari kesepakatan pascaaksi demonstrasi, yang sejak awal diharapkan menjadi ruang dialog langsung antara mahasiswa dan Roby Hernawan.
Dalam audiensi tersebut, mahasiswa menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan dalam rangka melakukan aksi demonstrasi lanjutan, melainkan untuk memperoleh kejelasan sikap dan komitmen dari pihak yang bertanggung jawab atas persoalan-persoalan publik yang telah disampaikan sebelumnya. Namun demikian, mahasiswa hanya dipertemukan dengan jajaran OPD Pemerintah Kota Salatiga, tanpa kehadiran pihak pengambil keputusan utama.
Aliansi Mahasiswa Salatiga menilai kondisi ini sebagai bentuk ketidaksesuaian antara komitmen awal dan pelaksanaan audiensi di lapangan. Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal isu-isu tersebut serta mendorong adanya audiensi lanjutan yang menghadirkan langsung pihak yang mengundang dan memiliki kewenangan penuh dalam pengambilan keputusan.


















