Garut, PikiranBangsa.co — Senin (21/9/26), RA Ar-Raudhotun Nur terus berupaya menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak sejak usia dini, salah satunya melalui kegiatan pengibaran bendera Merah Putih. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mengenalkan jiwa nasionalisme kepada peserta didik melalui pengalaman secara langsung. Meskipun masih berada pada jenjang pendidikan anak usia dini, para siswa diberikan kesempatan untuk mengenal makna kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian, serta penghormatan terhadap simbol negara. Kegiatan pengibaran bendera tidak hanya menjadi rutinitas seremonial, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter yang dikemas sesuai dengan dunia anak.
Dalam pelaksanaannya, seluruh petugas upacara merupakan anak-anak RA Ar-Raudhotun Nur yang sebelumnya telah dipilih oleh para guru. Anak-anak tersebut diberikan kepercayaan untuk menjalankan berbagai tugas dalam upacara, mulai dari pemimpin upacara, pembawa bendera, hingga petugas lainnya. Sebelum kegiatan berlangsung, para guru memberikan bimbingan dan arahan secara bertahap agar setiap anak memahami tugas yang harus dilaksanakan. Pendampingan tersebut dilakukan dengan penuh kesabaran, mengingat kemampuan dan karakter setiap anak masih berada dalam tahap perkembangan. Dengan bimbingan guru, anak-anak belajar untuk berani tampil di hadapan teman-temannya sekaligus menjalankan amanah yang telah diberikan.
Pengibaran bendera Merah Putih berlangsung dengan suasana khidmat dan tertib. Anak-anak mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian, sementara guru memberikan pendampingan agar kegiatan tetap berjalan dengan baik. Bagi peserta didik yang bertugas, kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga karena mereka tidak hanya belajar tentang tata cara pelaksanaan upacara, tetapi juga merasakan secara langsung arti sebuah tanggung jawab. Sementara bagi anak-anak yang mengikuti upacara sebagai peserta, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk belajar menghargai teman yang sedang menjalankan tugas serta mengikuti kegiatan secara disiplin.
Intan Fauziyah, S.Pd. selaku Guru Kelas A RA Ar-Raudhotun Nur menyampaikan bahwa penanaman jiwa nasionalisme perlu dilakukan sejak anak berada pada usia dini. Menurutnya, pendidikan karakter yang diberikan sejak awal akan menjadi bagian penting dalam membentuk kebiasaan dan sikap anak dalam kehidupan sehari-hari. “Penanaman jiwa nasionalisme harus diterapkan sejak anak masih berada pada jenjang usia dini. Anak-anak perlu dikenalkan dengan rasa cinta terhadap bangsa dan negara melalui kegiatan sederhana yang sesuai dengan usia mereka,” ujar Intan.
Lebih lanjut, Intan menjelaskan bahwa keterlibatan anak sebagai petugas upacara juga memberikan pembelajaran mengenai kedisiplinan dan tanggung jawab. Anak yang mendapatkan tugas akan belajar mempersiapkan diri, mengikuti arahan, serta berusaha menyelesaikan amanah yang diberikan kepadanya. Proses tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter yang tidak selalu harus dilakukan melalui pembelajaran di dalam kelas. “Ketika anak diberi amanah menjadi petugas upacara, mereka belajar untuk disiplin dan bertanggung jawab. Mereka memahami bahwa setiap tugas memiliki tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Siti Aisyah, S.Pd. selaku Guru Kelas B RA Ar-Raudhotun Nur. Aisyah menilai bahwa kegiatan pengibaran bendera dapat menjadi salah satu media untuk membangun karakter anak agar memiliki rasa cinta terhadap bangsa sekaligus memiliki sikap positif dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pendidikan nasionalisme pada anak usia dini tidak harus diberikan melalui penjelasan yang bersifat teoritis, tetapi dapat dilakukan melalui kegiatan nyata yang mudah dipahami dan menyenangkan bagi anak. “Anak-anak yang terdidik dan memiliki jiwa nasionalis mampu membawa bangsa ini menuju perubahan yang positif. Karena itu, nilai-nilai nasionalisme perlu dikenalkan sejak dini melalui kegiatan yang sederhana, dekat dengan kehidupan anak, dan dilakukan secara berkelanjutan,” ungkap Siti Aisyah.
Kegiatan pengibaran bendera di RA Ar-Raudhotun Nur juga menjadi momentum bagi para guru untuk mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak secara terpadu. Ketika menjadi petugas upacara, anak belajar berkomunikasi, mengikuti instruksi, mengendalikan diri, bekerja sama, serta meningkatkan rasa percaya diri. Anak juga belajar memahami bahwa keberhasilan sebuah kegiatan membutuhkan kerja sama antara satu dengan yang lainnya. Nilai tersebut menjadi bekal penting bagi perkembangan sosial dan emosional anak di masa mendatang.
Selain itu, pelaksanaan kegiatan secara rutin diharapkan mampu membangun kebiasaan positif pada peserta didik. Anak-anak secara perlahan dikenalkan dengan sikap tertib ketika mengikuti kegiatan bersama, menghormati bendera Merah Putih, mendengarkan arahan, serta menghargai teman yang sedang menjalankan tugas. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan karakter yang dapat diterapkan tidak hanya ketika berada di lingkungan RA, tetapi juga dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Bagi RA Ar-Raudhotun Nur, kegiatan pengibaran bendera Merah Putih bukan sekadar kegiatan seremonial. Di balik pelaksanaannya terdapat proses pembelajaran yang mengajarkan anak tentang keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan rasa cinta terhadap tanah air. Anak-anak diberikan ruang untuk belajar melalui pengalaman langsung dengan tetap mendapatkan pendampingan dari para guru.
Melalui kegiatan tersebut, RA Ar-Raudhotun Nur menunjukkan bahwa penanaman nasionalisme dapat dimulai dari lingkungan pendidikan paling dasar. Anak-anak tidak hanya diarahkan untuk mengenal simbol negara, tetapi juga dibiasakan untuk menunjukkan sikap positif yang mencerminkan nilai tanggung jawab dan kebersamaan. Dengan pendampingan yang tepat dari guru serta dukungan lingkungan pendidikan dan keluarga, diharapkan nilai-nilai tersebut dapat tumbuh menjadi karakter yang melekat dalam diri anak. Dari langkah sederhana berupa pengibaran bendera Merah Putih, RA Ar-Raudhotun Nur terus berupaya menyiapkan generasi yang tidak hanya tumbuh cerdas, tetapi juga memiliki karakter, rasa tanggung jawab, percaya diri, dan jiwa nasionalisme sejak usia dini.


















