Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Mimbar Mahasiswa

Kenapa Kita Suka Tiba-Tiba Ngeblank Saat Berbicara di Depan Banyak Orang?

×

Kenapa Kita Suka Tiba-Tiba Ngeblank Saat Berbicara di Depan Banyak Orang?

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Oleh: Suheni, Mahasiswa Universitas Pamulang

Pernah nggak ngalamin, kita sudah menyiapkan apa yang ingin disampaikan, bahkan sudah latihan berkali-kali. Tetapi begitu berdiri di depan banyak orang, tiba-tiba pikiran kosong. Mau mulai dari mana bingung, kata-kata yang sudah disiapkan hilang begitu saja. Padahal sebelumnya merasa sudah siap dan yakin bisa menyampaikannya dengan lancar. Kejadian seperti ini sering terjadi ketika kita harus presentasi di depan kelas, menyampaikan pendapat dalam diskusi, atau berbicara di depan orang-orang yang belum terlalu kita kenal.

Example 300x600

Kenapa hal itu bisa terjadi? Salah satu penyebabnya adalah rasa gugup. Saat berdiri di depan banyak orang, tanpa sadar kita mulai memikirkan banyak hal. Takut salah bicara, takut ditertawakan, takut tidak bisa menjawab pertanyaan, atau takut orang lain menilai kita kurang mampu. Pikiran-pikiran tersebut akhirnya membuat kita tidak fokus pada apa yang sebenarnya ingin disampaikan.

Padahal, rasa gugup ketika berbicara di depan banyak orang itu wajar. Pernah nggak saat ngobrol dengan teman kita bisa bicara panjang lebar tanpa banyak berpikir, tetapi ketika diminta maju ke depan kelas, tiba-tiba suara berubah dan jantung berdebar? Tangan bisa berkeringat, suara gemetar, bahkan materi yang sudah dipelajari terasa hilang. Hal seperti ini bukan berarti kita tidak bisa berbicara. Kita hanya belum terbiasa berada dalam situasi tersebut.

Hal lain yang sering membuat kita ngeblank adalah terlalu mengandalkan hafalan. Kita menghafal setiap kalimat supaya saat tampil tinggal mengucapkannya. Masalahnya, ketika satu bagian lupa, kita langsung bingung harus melanjutkan ke mana. Karena itu, memahami isi materi sebenarnya lebih penting daripada menghafal seluruh kalimat. Kalau kita benar-benar memahami apa yang dibicarakan, lupa satu kalimat tidak akan langsung membuat pembicaraan berhenti.

Persiapan juga tidak boleh dianggap sepele. Sebelum berbicara, kita perlu tahu apa yang akan disampaikan, siapa yang akan mendengarkan, berapa lama waktu yang tersedia, dan bagaimana cara menyampaikannya supaya mudah dipahami. Jangan sampai baru membaca materi beberapa menit sebelum tampil lalu berharap semuanya bisa berjalan lancar. Semakin kita memahami topiknya, semakin mudah juga ketika harus memberikan contoh atau menjawab pertanyaan.

Latihan bisa menjadi cara sederhana untuk membiasakan diri. Tidak harus langsung latihan di depan banyak orang. Kita bisa mencoba berbicara di depan kaca, merekam suara sendiri, membuat video, atau menjelaskan materi kepada teman. Dari situ kita bisa melihat apakah cara bicara kita terlalu cepat, terlalu pelan, atau masih sering berhenti karena bingung mencari kata-kata.

Lalu bagaimana kalau sudah berdiri di depan dan tiba-tiba ngeblank? Jangan langsung panik. Tarik napas perlahan, keluarkan pelan-pelan, lalu coba ingat kembali inti pembicaraannya. Kalau masih lupa, tidak masalah melihat catatan sebentar. Berhenti beberapa detik juga bukan sesuatu yang memalukan. Kita sering merasa semua orang akan memperhatikan kesalahan kita, padahal belum tentu. Pendengar biasanya lebih fokus pada apa yang kita sampaikan.

Kemampuan berbicara di depan orang lain juga tidak hanya dibutuhkan saat kuliah. Ketika melamar pekerjaan, kita harus menjawab pertanyaan saat wawancara. Saat bekerja, kita mungkin harus menyampaikan ide kepada atasan atau menjelaskan sesuatu kepada rekan kerja. Dalam kehidupan sehari-hari pun kita perlu berbicara ketika menyampaikan pendapat, meminta bantuan, atau mengajak orang lain melakukan sesuatu.

Jadi, kalau kita masih sering gugup atau tiba-tiba ngeblank saat berbicara, tidak perlu langsung merasa bahwa kita tidak mampu. Bisa jadi kita hanya belum terbiasa. Rasa percaya diri juga tidak selalu muncul sebelum kita mencoba. Justru setelah sering mencoba, kita mulai tahu bagaimana mengatasi rasa gugup dan mengatur cara berbicara.

Tidak masalah kalau awalnya suara masih gemetar, kata-kata masih berantakan, atau sesekali lupa. Semua itu bagian dari proses. Semakin sering kita berlatih, semakin terbiasa kita berdiri di depan orang lain. Kita tidak harus menjadi pembicara yang sempurna. Yang penting berani mulai berbicara, terus mencoba, dan tidak langsung menyerah hanya karena pernah ngeblank.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *