Oleh: Santi Mawadati, Siswa Kelas XI MA Darul Huda Mlagen, Santri-Murid Planet Nufo Rembang asal Kendal
Syawal adalah bulan ke-10 dalam kalender hijriyah yang jatuh pada setelah bulan ramadhan, syawal juga disebut sebagai bulan peningkatan karena pada masa ini umat muslim diharapkan mampu mempertahankan serta meningkatkan kualitas ibadah yang telah dilatih selama sebulan penuh dibulan ramadhan.
Tradisi bulan syawal atau syawalan adalah tradisi yang biasanya dilakukan di kaliwungu, kendal. dilaksanakan pada hari ke-7 syawal dan merupakan salah satu fenomena budaya yang religius terbesar di jawa tengah. berbeda dengan perayaan syawal di daerah lain yang mungkin hanya berfokus pada silaturahmi keluarga. syawalan di kaliwungu memiliki karakteristik khas yang memadukan ziarah kubur, wisata religi, dan pasar rakyat.
Pusat dari tradisi ini adalah ziarah ke makam para ulama penyebar agama islam di kendal. salah satu tokoh paling utama adalah kyai asy’ari atau biasa dikenal sebagai kyai guru, beliau adalah ulama besar yang berjasa mengislamkan wilayah kaliwungu dan sekitarnya. hal ini menegaskan identitas kaliwungu sebagai “ kota santri”. tradisi ini awalnya hanya dilakukan para santri dan masyarakat setempat untuk menghormati jasa beliau, yang kemudian berkembang menjadi acara tahunan yang dihadiri banyak orang dari berbagai daerah.
Sepanjang jalan menuju makam akan dipenuhi oleh jejeran jejeran pedagang kaki lima yang membentuk pasar malam dadakan yang sangat luas. ada juga beberapa barang dan makanan yang sangat ikonik saat tradisi ini. kuliner khasnya seperti sumpil. sumpil terbuat dari nasi atau lontong berbentuk segitiga yang dibungkus daun bambu dan sering disajikan dengan sayur lodeh, sambal goreng, atau lauk pendamping seperti telur pindang. makanan khas ini sangatlah enak loh, sangat recommended untuk orang yang suka kuliner masakan daerah.
Ada juga penjual kerajinan tangan tradisional hingga perlengkapan ibadah. contohnya, ayam dan kapal othok othok, gasing kayu, peluit burung, celengan dari tanah liat, dan pasaran atau mainan masak masakan. sedangkan contoh perlengkapan ibadah itu ada tasbih dari kayu, peci atau kopiah custom dengan berbagai jenis peci mulai dari kain beludru hingga rajutan tangan, rehal atau tatakan al Qur’an kerajinan kayu ukir untuk tempat membaca kitab suci.
Catatan jika ada yang ingin berencana mengunjungi tradisi syawalan kaliwungu, untuk menyiapkan fisik yang fit karena kondisi jalan yang biasanya sangat macet dan padat oleh lautan manusia.
Oleh : santi mawadati, santri Planet Nufo, Rembang













