Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Mimbar Pelajar

Satu Kegiatan dengan Seribu Pengalaman

×

Satu Kegiatan dengan Seribu Pengalaman

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Oleh: Muhammad Alfian Ilham Sunaryo, Kabid Kaderisasi PK PII Planet Nufo Rembang, Santri-Murid asal Semarang

Kisah ini bermula ketika aku mendapat kabar dari salah satu kader organisasi pelajar PII di pondokku, Planet Nufo. Kader tersebut merupakan temanku yang akrab dipanggil Farih. Pada suatu malam, ia mengumumkan kepada seluruh anggota PII bahwa dalam waktu dekat akan diselenggarakan LKP (Latihan Kepemimpinan Pelajar) yang berlokasi di Semarang.

Example 300x600

LKP tersebut dilaksanakan pada tanggal 27 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, dengan berbagai bentuk pelatihan. Terdapat dua kategori utama, yaitu training dan kursus. Training meliputi BATRA (Basic Training) dan INTRA (Intermediate Training), sedangkan kursus meliputi LBTD (Latihan Brigade Tingkat Dasar), KP3M (Kursus Pendidikan Pemandu Pra-BATRA dan Muallim), serta ISTEECOMAH 2 (Islamic Teenagers Course for Muslimah 2). Saat itu, aku memilih mendaftar BATRA, karena pelatihan ini merupakan dasar untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya dan berbagai cabang kursus lainnya.

Aku dan teman-teman lainnya dari pondok mendaftarkan diri sesuai pilihan masing-masing. Dalam hati, aku berharap saat pembagian lokal nanti setidaknya ada satu teman pondok yang berada satu kelompok denganku, meskipun perempuan. Hal itu disebabkan oleh pikiranku yang masih dipenuhi prasangka terhadap lingkungan di luar pondok.

Keesokan harinya, Farih memberikan arahan kepada peserta dari Nufo untuk mengisi angket melalui Google Form, yang berisi persyaratan mengikuti LKP serta pengisian DRH (Daftar Riwayat Hidup). Antusiasmeku semakin besar; bahkan sebelum tidur pun pikiranku dipenuhi bayangan tentang keseruan yang akan datang.

Lokal: tempat atau kelompok pembelajaran selama kegiatan.

Perjalanan Menuju Semarang

Hari yang dinanti pun tiba. Jumat, 26 Desember 2025, hujan deras mengguyur kawasan pondok selepas salat Jumat. Seluruh peserta memeriksa barang bawaan mereka satu per satu agar tidak ada yang tertinggal. Aku sendiri masih ragu dengan tas gunung merah yang kugunakan, sebab sebagian peserta BATRA lain tidak memakainya. Namun, Pandu menenangkanku dengan berkata bahwa tas tersebut justru lebih praktis karena mampu memuat banyak barang. Akhirnya, aku pun mantap menggunakannya.

Mini bus datang menjemput peserta LKP dari Nufo. Semua sudah siap, kecuali aku yang masih bingung mencari sandal. Pandu kembali membantuku dengan memasukkan sandal tersebut ke dalam kantong plastik. Kami berlari menuju Rumah Baru, tempat berkumpul sebelum keberangkatan.

Rumah Baru: salah satu bangunan di Planet Nufo.

Aku sempat berniat membantu membawa barang peserta perempuan, namun Haura melarang karena hujan semakin deras dan tidak ada payung. Beruntung, Aulia meminjam payung dari sopir mini bus dan membawanya ke arah kapsul perempuan.

Kapsul: kamar berbentuk gorong-gorong.

Barang-barang kami dimasukkan ke bagasi, meskipun tidak semuanya muat. Setelah itu, kami pun berangkat.

Perjalanan Terpisah dan Pengalaman Baru

Di dalam mini bus, aku berkenalan dengan Akmal, siswa kelas X SMAN 1 Lasem. Ia mengikuti LKP untuk mengenal PII lebih dalam dan memperluas relasi. Perjalanan berlanjut hingga Alun-Alun Rembang, tempat aku, Kanzhu, dan Fillah turun untuk melanjutkan perjalanan menggunakan bus ekonomi.

Sebelum berangkat, aku dan Kanzhu salat Asar di masjid, sementara Fillah menunggu karena sedang haid. Setelah menunggu sekitar 15 menit, bus menuju Semarang pun tiba. Di dalam bus, Fillah membayarkan ongkos kami sebesar Rp35.000 per orang. Aku sempat tertidur dan hampir terjatuh, namun Kanzhu sigap menahanku.

Perjalanan terasa menegangkan saat melewati Tol Sayung menjelang Magrib. Aku terus berdoa hingga akhirnya kami tiba dengan selamat di Terminal Terboyo.

Tiba di Lokasi LKP

Setelah turun dari bus, kami berlari menuju RS Sultan Agung untuk menunaikan salat Magrib. Seusai salat, kami makan nasi rames di warung pinggir jalan. Selanjutnya, kami memesan mobil melalui aplikasi Maxim menuju SD Ma’had Islam Semarang, lokasi LKP.

Setibanya di sana, kami berkumpul kembali dengan peserta dari Rembang. Malam itu kami sudah mendapatkan makan malam. Setelah itu, kami diperbolehkan keluar lokasi dan memanfaatkan waktu untuk berkeliling Pecinan dan Kota Lama Semarang. Kami mengabadikan momen, menikmati suasana, dan melihat Gereja Blenduk, ikon Kota Lama.

Hari-Hari Training BATRA

Keesokan harinya, setelah Subuh dan persiapan, acara pembukaan LKP dimulai pukul 08.00 WIB dengan sambutan dari PD, PW, dan KB, dilanjutkan seminar bertema “Bijak Literasi di Era 5.0”. Siang harinya, kami menjalani screening DRH dan BTQ, lalu dibagi ke dalam empat lokal. Aku tergabung di Lokal Tiga, bersama Aulia, Kanzhu, dan Arsil.

Malam pertama di lokal menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Instruktur memberi berbagai isyarat yang menguji kekompakan dan kepekaan kami. Kami membentuk struktur lokal dengan perumpamaan kapal dan awaknya. Suasana yang awalnya tegang perlahan berubah menjadi hangat dan penuh tawa.

Hari-hari berikutnya dipenuhi materi berharga, dinamika emosi, dan kebersamaan yang begitu erat. Lokal Tiga terasa seperti rumah kedua, tempat kami saling menerima tanpa syarat.

Perpisahan yang Bermakna

Hari terakhir tiba pada 1 Januari 2026. Acara penutupan berlangsung singkat, ditutup dengan sesi foto bersama dan penyelesaian RTL (Rancangan Tindak Lanjut). Setelah itu, kami dari Lokal Tiga sepakat makan bersama. Pilihan jatuh pada Mie Gacoan.

Perpisahan terasa berat, terlebih saat dua teman kami, Shofi dan Syifa, harus pulang lebih dulu. Tangis dan pelukan mengiringi momen tersebut, meninggalkan kesan mendalam di hati kami.

Aku sendiri tidak langsung pulang bersama rombongan Rembang karena harus menghadiri hajatan keluarga di Salatiga. Di perjalanan, lagu Kota Ini Tak Sama Tanpamu menemani perasaan rindu yang masih melekat.

Penutup

Cerita ini kututup dengan rasa syukur yang mendalam. Alhamdulillah, atas segala kesempatan, pelajaran, dan pertemuan yang Allah berikan. Terima kasih kepada para guru, teman, dan keluarga besar PII yang telah membersamaiku. Semoga kebersamaan ini menjadi bekal kebaikan di masa depan.

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, namun sebuah permulaan bukanlah akhir.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *