Oleh: Nadiva Putri Azizah, Santri-Murid SMP Alam Nurul Furqon (Planet Nufo) Rembang asal
Theo dan Kia pergi ke danau yang sering dibicarakan oleh teman-teman mereka. Sebelum memulai perjalanan Kia badmood dikarenakan Theo melupakan janjinya yang menelpon Kia untuk menemaninya mengerjakan tugas. Tetapi Theo tidak membahas itu ketika paginya, ia malah mengajak Kia pergi ke danau tersebut. Kia heran kenapa Theo melupakan itu ia kesal dan jadilah dia badmood dari sebelum perjalanan mereka ke danau itu.
Theo membawa motornya dengan kecepatan yang sangat kencang. “Mentang-mentang motornya sport kali ya,” Kia bergumam seperti itu tidak tau Theo mendengar nya atau tidak. Ia kesal dengan pacarnya itu, ia juga kedinginan karena Theo membawanya dengan kecepatan yang tidak tau berapa itu.
Ketika sampai di danau tersebut mereka bermain seperti biasanya, cerita, jajan, dan foto-foto. Namun Kia kesal fotonya tidak ada yang bagus diambil oleh Theo padahal ia mengambilkan Theo foto yang bagus. Tetapi Theo tidak menyadarinya masalah kemarin juga mereka belum menyelesaikannya.
Karena hari sudah sore mereka pun pulang, dalam perjalanan pulang mereka hanya berdiaman, Kia heran kenapa Theo akhir-akhir ini seperti ini? Kia bertanya-tanya kepada dirinya sendiri. Kia yang sedang melamun itu tak sengaja melihat ke arah spion ia terkejut melihat Theo menangis Kia yang bingung pun hanya diam saja karena saat itu ia juga sedang sedih dan kesal jadi bukan sepenuhnya salahnya. Kia sadar ia terlalu sensitif tetapi, biasanya juga Theo tidak seperti itu.
*
Sudah dua hari ia dan Theo berdiaman.
Theo mengirimnya pesan, Kia senang tetapi ketika ia membuka nya itu bukan sapaan tetapi long text. Kia mengira setelah dua hari berdiaman ia dan Theo akan berbaikan tetapi nyatanya tidak.
Chat itu berisi Theo yang mau fokus untuk belajar dan Theo kehilangan fokus untuk belajar karena Kia.
Kia bingung, ia ingin membalas tapi di text itu ‘kehilangan fokus untuk belajar karena Kia’
Ia pun tidak membalasnya. Selama beberapa hari ia hanya menangisi Theo ia juga tidak nafsu makan karena itu. Kia ingin berkomunikasi dengan Theo tetapi ia mengingat Theo menulis chat seperti itu, ia mengurungkan niatnya. Theo mengatakan ingin fokus untuk belajar namun Kia merasa Theo lama-lama meninggalkannya.
Theo itu seperti mengajak Kia putus dengan cara yang halus.
Kia juga sakit dibuatnya, demam, muntah-muntah, tetapi ia juga tidak mau makan. Kia cerita kepada adiknya. Adiknya juga menyuruhnya untuk berkomunikasi namun bagaimana ia berkomunikasi Theo saja tidak ingin diganggu olehnya.
Mori kebetulan punya nomor telfon Theo, ia iseng chat Theo dengan basa basi tolong suruh Kia makan, tapi jawaban Theo malah menyuruh balik Mori untuk menyuruh Kia makan pasti dia lebih mau, tapi Mori tidak mau ia mau hubungan kakaknya berlanjut ia pun membalas ‘ngga aku udah nyuruh tapi Kia maunya Bang Theo’.
Mori tiba-tiba ditanya oleh Kia kamu bilang apa ke Theo, padahal Kia juga menyuruhnya untuk mengirim pesan ke Theo yasudah ia bertanya itu kepada Theo. Mori nge-screenshot pesan nya dengan Theo tapi tidak sampai yang itu, Kia sedih karena jawaban Theo malah balik menyuruh Mori.
Kia berfikir mungkin ia dan Theo sudah putus karena ia pun di less tidak bertegur sapa dengan Theo, bertemu di jalan saja mereka yang biasanya saling menyapa sekarang tidak. Ketika berkomunikasi pun Kia yang memulainya.
Setelah beberapa hari
Kami putus baik-baik dengan alasan ingin fokus menata masa depan, awalnya Kia pun bingung tidak mungkin gara-gara itu tapi setelah di jelaskan Kia paham. Setelah itu hari senin ia les dengan Theo, Kia tidak sanggup bertemu dengan Theo ia takut menangis, Kia hanya duduk di depan swalayan yang biasanya mereka kunjungi.
Saat ia pulang duluan Theo mengirimkan Kia pesan “tuu kok udah keluar ajaa,” Kia terkejut.
Theo menunggu Kia, setelah itu ia pergi ke tempat Kia berada dan membelikan Kia es krim?? Setelah itu waktu ia mendekat ia menyolek Kia dan memanggil Kia “sengg,” Kia menengok ke Theo karena awalnya ia takut melihat Theo.
Mata Kia berlinang air mata Theo pun notice hal itu dia mengatakan “kok sedih? ni eskrim buatt kiaa,” Kia kaget dan menjawab “apanii,” setelah Theo tau Kia menangis ia mengajak Kia ke parkiran GO agar bisa bicara berdua dan tidak banyak orang “sinii biar oiqq bawain” dan Kia bertanyaa tanyaa setelah itu ia menjawab “nggak nggak kiaa sekarang dah bisaa sendirii,” Kia mengambil tas itu tetapi Theo secara tiba-tiba mengambil tasnya menyelempang dua dua nya.
Ia melepas tas itu dari pundak Kia dan menentengnya. Kia bergumam “ma lill hart…..”
Kia ingin menangis diperlakukan seperti itu, setelah itu Kia dan Theo berjalan, Kia menunduk berjalan ke parkiran. Ingin sekali rasanya Kia menangis. Di benaknya tambah bertanya ‘kok dia ninggalin aku kaya gitu’.
Mereka berjalan ke GO dengan Theo menggenggam tangan Kia. Saat sampai mereka membahas masalah yang terjadi diantara mereka. Awalanya Kia hanya diam saja karena tidak tau ingin mengatakan apa perasaan nya campur aduk sedih, senang, kangen, campur aduk.
Setelah itu Kia akhir nya berbicara “kenapa ninggalin Kia sendirian,” dengan bersamaan tangis Kia pecah.
Mungkin Theo juga tau Kia belum menerima hubungan mereka yang tiba-tiba kandas, Theo tidak membahas itu dan Kia pun tidak ingin membahasnya.
Reaksi Theo ketika Kia mengatakan itu hanya sedih dan berkata”iihhh.”
Karena Kia tidak tahan menangis di tempat less nya Theo pun mengajaknya makan bakmie, Kia sangat senang namun disisi lain dia juga sedih kalau sebenarnya mereka sudah putus. Namun karena mereka berdua telah membahas itu Kia merasa lega walaupun ia masi kangen dengan Theo.
Bisa dibilang mereka putus baik-baik, mereka ingin memperbaiki diri masing-masing, ngejar impian masing-masing walaupun Kia merasa kenapa nggak dijalanin bareng-bareng, tapi jika memakai logika mungkin kalau dijalani bareng-bareng akan lebih susah dan menjadi toxic.
Dan sekarang Kia masi dekat dengan Theo, Kia merasa nyaman dan seperti balik ke awal-awal hubungan mereka, dengan Kia yang dibuat salah tingkah oleh Theo. Kia merasa vibes nya sudah berbeda.
Theo pun mengatakan kalau jodoh pasti bakal balik, mereka akan balik dengan versi yang terbaik.
Theo dan Kia pergi ke danau yang sering dibicarakan oleh teman-teman mereka. Sebelum memulai perjalanan Kia badmood dikarenakan Theo melupakan janjinya yang menelpon Kia untuk menemaninya mengerjakan tugas. Tetapi Theo tidak membahas itu ketika paginya, ia malah mengajak Kia pergi ke danau tersebut. Kia heran kenapa Theo melupakan itu ia kesal dan jadilah dia badmood dari sebelum perjalanan mereka ke danau itu.
Theo membawa motornya dengan kecepatan yang sangat kencang. “Mentang-mentang motornya sport kali ya,” Kia bergumam seperti itu tidak tau Theo mendengar nya atau tidak. Ia kesal dengan pacarnya itu, ia juga kedinginan karena Theo membawanya dengan kecepatan yang tidak tau berapa itu.
Ketika sampai di danau tersebut mereka bermain seperti biasanya, cerita, jajan, dan foto-foto. Namun Kia kesal fotonya tidak ada yang bagus diambil oleh Theo padahal ia mengambilkan Theo foto yang bagus. Tetapi Theo tidak menyadarinya masalah kemarin juga mereka belum menyelesaikannya.
Karena hari sudah sore mereka pun pulang, dalam perjalanan pulang mereka hanya berdiaman, Kia heran kenapa Theo akhir-akhir ini seperti ini? Kia bertanya-tanya kepada dirinya sendiri. Kia yang sedang melamun itu tak sengaja melihat ke arah spion ia terkejut melihat Theo menangis Kia yang bingung pun hanya diam saja karena saat itu ia juga sedang sedih dan kesal jadi bukan sepenuhnya salahnya. Kia sadar ia terlalu sensitif tetapi, biasanya juga Theo tidak seperti itu.
*
Sudah dua hari ia dan Theo berdiaman.
Theo mengirimnya pesan, Kia senang tetapi ketika ia membuka nya itu bukan sapaan tetapi long text. Kia mengira setelah dua hari berdiaman ia dan Theo akan berbaikan tetapi nyatanya tidak.
Chat itu berisi Theo yang mau fokus untuk belajar dan Theo kehilangan fokus untuk belajar karena Kia.
Kia bingung, ia ingin membalas tapi di text itu ‘kehilangan fokus untuk belajar karena Kia’
Ia pun tidak membalasnya. Selama beberapa hari ia hanya menangisi Theo ia juga tidak nafsu makan karena itu. Kia ingin berkomunikasi dengan Theo tetapi ia mengingat Theo menulis chat seperti itu, ia mengurungkan niatnya. Theo mengatakan ingin fokus untuk belajar namun Kia merasa Theo lama-lama meninggalkannya.
Theo itu seperti mengajak Kia putus dengan cara yang halus.
Kia juga sakit dibuatnya, demam, muntah-muntah, tetapi ia juga tidak mau makan. Kia cerita kepada adiknya. Adiknya juga menyuruhnya untuk berkomunikasi namun bagaimana ia berkomunikasi Theo saja tidak ingin diganggu olehnya.
Mori kebetulan punya nomor telfon Theo, ia iseng chat Theo dengan basa basi tolong suruh Kia makan, tapi jawaban Theo malah menyuruh balik Mori untuk menyuruh Kia makan pasti dia lebih mau, tapi Mori tidak mau ia mau hubungan kakaknya berlanjut ia pun membalas ‘ngga aku udah nyuruh tapi Kia maunya Bang Theo’.
Mori tiba-tiba ditanya oleh Kia kamu bilang apa ke Theo, padahal Kia juga menyuruhnya untuk mengirim pesan ke Theo yasudah ia bertanya itu kepada Theo. Mori nge-screenshot pesan nya dengan Theo tapi tidak sampai yang itu, Kia sedih karena jawaban Theo malah balik menyuruh Mori.
Kia berfikir mungkin ia dan Theo sudah putus karena ia pun di less tidak bertegur sapa dengan Theo, bertemu di jalan saja mereka yang biasanya saling menyapa sekarang tidak. Ketika berkomunikasi pun Kia yang memulainya.
Setelah beberapa hari
Kami putus baik-baik dengan alasan ingin fokus menata masa depan, awalnya Kia pun bingung tidak mungkin gara-gara itu tapi setelah di jelaskan Kia paham. Setelah itu hari senin ia les dengan Theo, Kia tidak sanggup bertemu dengan Theo ia takut menangis, Kia hanya duduk di depan swalayan yang biasanya mereka kunjungi.
Saat ia pulang duluan Theo mengirimkan Kia pesan “tuu kok udah keluar ajaa,” Kia terkejut.
Theo menunggu Kia, setelah itu ia pergi ke tempat Kia berada dan membelikan Kia es krim?? Setelah itu waktu ia mendekat ia menyolek Kia dan memanggil Kia “sengg,” Kia menengok ke Theo karena awalnya ia takut melihat Theo.
Mata Kia berlinang air mata Theo pun notice hal itu dia mengatakan “kok sedih? ni eskrim buatt kiaa,” Kia kaget dan menjawab “apanii,” setelah Theo tau Kia menangis ia mengajak Kia ke parkiran GO agar bisa bicara berdua dan tidak banyak orang “sinii biar oiqq bawain” dan Kia bertanyaa tanyaa setelah itu ia menjawab “nggak nggak kiaa sekarang dah bisaa sendirii,” Kia mengambil tas itu tetapi Theo secara tiba-tiba mengambil tasnya menyelempang dua dua nya.
Ia melepas tas itu dari pundak Kia dan menentengnya. Kia bergumam “ma lill hart…..”
Kia ingin menangis diperlakukan seperti itu, setelah itu Kia dan Theo berjalan, Kia menunduk berjalan ke parkiran. Ingin sekali rasanya Kia menangis. Di benaknya tambah bertanya ‘kok dia ninggalin aku kaya gitu’.
Mereka berjalan ke GO dengan Theo menggenggam tangan Kia. Saat sampai mereka membahas masalah yang terjadi diantara mereka. Awalanya Kia hanya diam saja karena tidak tau ingin mengatakan apa perasaan nya campur aduk sedih, senang, kangen, campur aduk.
Setelah itu Kia akhir nya berbicara “kenapa ninggalin Kia sendirian,” dengan bersamaan tangis Kia pecah.
Mungkin Theo juga tau Kia belum menerima hubungan mereka yang tiba-tiba kandas, Theo tidak membahas itu dan Kia pun tidak ingin membahasnya.
Reaksi Theo ketika Kia mengatakan itu hanya sedih dan berkata”iihhh.”
Karena Kia tidak tahan menangis di tempat less nya Theo pun mengajaknya makan bakmie, Kia sangat senang namun disisi lain dia juga sedih kalau sebenarnya mereka sudah putus. Namun karena mereka berdua telah membahas itu Kia merasa lega walaupun ia masi kangen dengan Theo.
Bisa dibilang mereka putus baik-baik, mereka ingin memperbaiki diri masing-masing, ngejar impian masing-masing walaupun Kia merasa kenapa nggak dijalanin bareng-bareng, tapi jika memakai logika mungkin kalau dijalani bareng-bareng akan lebih susah dan menjadi toxic.
Dan sekarang Kia masi dekat dengan Theo, Kia merasa nyaman dan seperti balik ke awal-awal hubungan mereka, dengan Kia yang dibuat salah tingkah oleh Theo. Kia merasa vibes nya sudah berbeda.
Theo pun mengatakan kalau jodoh pasti bakal balik, mereka akan balik dengan versi yang terbaik.

















