Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Puisi

Untukmu Guruku

×

Untukmu Guruku

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Oleh: A.J.A.G., Santri-Murid Planet Nufo Rembang asal Semarang

Kau adalah seorang guru
Sedangkan kami seorang murid
Kami hanya belajar dan meniru
Kadang malas tuk menurut

Example 300x600

Walaupun penuh perjuanganmu
Yang kau hadapi tetaplah seorang pemalas
Yang selalu mencoba hal-hal baru
Mungkin kau pernah mengeluh pada sebuah status
Yang mengekang dengan tanggung jawab mu
Walau pernah kau tanya pada diri yang berstatus

Apa manfaat nya tanggung jawab???
Pasti kau sudah menemukan jawabannya
Hingga kau terus mempertahankan nya

Dikata kau tak pernah lelah
Padahal penuh keluh kesah
Kadang kau menyalahkan kami
Kadang kau pendam sendiri

Mungkin ini hanya puisi
Dengan rutinitasmu sendiri
Setidaknya biarkan kami meminta
Meminta sebuah kata maaf
Yang selalu terulang di setiap doamu

Maaf kan perbuatan kami
Yang sering membuatmu mencari
Dan memarahi hingga mengerti
Dan kadang kami ulangi

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puisi

Enam-lima, bukan hanya angka Bukan pula cerita belaka…

Puisi

Diskresi Tersibak gelora badai hingga menabrak wajah dengan penuh canggung. Kau pun langsung terdiam dibawa bisu oleh sumpah tempat kau bertanya sepenggal kisah Rentetan perjalanan mengelabui makna. Kisah yang semestinya berbahagia di waktu-waktu silam, tapi kau masih saja meronta-ronta seperti kesetanan “Maka, ilhamilah saat kau bersanding,rebahlah jika lelah bersandar, renungkan walau hidup bersendu, tangiskan jika hendak berduka” Di situ kau akan temukan istibdad; berkuasa dalam egosentris, untuk menilai diri sendiri dan menitikkan pikiran atas segala perbuatan-perbuatan dulu yang telah tawar Jika masih begitu dan selamanya engkau tidak berkebyaran dalam gelap. Sinar-sinar hati perlahan redup—gelap menguasai tindakan itu di atas kesalahan Ibarat relung dan jeluk ke bawah tanah; yang kian bertambah silap, yang kian menjadi jati diri namun kewalahan  2025 …

Puisi

Oleh: Atena Hekmata Mellatena, Santri-Murid SMP Alam Nurul…

Puisi

Oleh: Abdul Jazid Al Ghifari, Santri-Murid Kelas XII…

Puisi

​ Oleh: Seleno Juno ​Jangan biarkan pijarnya redup,…