Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Fiksi Mini

Love Without Possibility

×

Love Without Possibility

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Oleh: Aphrodysia, Santri-Murid SMP Alam Nurul Furqon (Planet Nufo) Rembang asal Kota Semarang

Apa sih yang bikin lo nggak percaya diri waktu lo mencintai seseorang?
Dan apa yang bikin lo tetap bertahan mencintai orang itu?

Example 300x600

Buat gue, jawabannya cuma satu: tidak realistis.

Gue paling males kalau udah terlanjur jatuh cinta sama orang yang ternyata nggak realistis buat gue.

Awalnya sih biasa aja. Gue suka, dia juga terlihat normal. Tapi makin ke sini, makin banyak pencapaian hebat yang dia raih. Dan justru itu yang bikin gue minder. Bukan karena dia salah—tapi karena gue ngerasa jaraknya makin jauh. Dia jadi terasa nggak realistis buat gue.

Lho, kok aneh? Bukannya jatuh cinta sama orang yang pintar, cakep, dan berprestasi itu justru realistis?

Memang. Hampir semua perasaan awal biasanya dipicu tiga hal: tampang, fisik, dan pencapaian. Tapi justru itu yang bikin gue kehilangan percaya diri. Gue jadi ngerasa kecil. Rendah diri.

Coba bayangin, gue mencintai orang yang pintar, cakep, serba bisa. Sedangkan gue? Ngerasa bego kebangetan. Malu banget, kan?

Jangankan memiliki, mencintai aja rasanya kayak nggak pantas.

Emang apa sih yang gue punya?
Apa yang menarik dari gue?

Nggak ada. Kecuali… ya, kecantikan gue yang katanya di atas rata-rata. Dan harusnya sih pantas bersanding sama dia.

Tapi justru itu yang gue nggak suka dari diri gue. Gue sering banget membanggakan kecantikan cuma buat nutupin rasa nggak percaya diri atas hal lain. Seolah-olah itu satu-satunya nilai jual yang gue punya.

Dan setelah gue dalami lagi, ada satu hal yang bikin dia makin nggak realistis buat gue: ibunya.

Ibunya tipe yang suka ikut campur urusan percintaan anaknya. Dan dia tipe anak yang sangat patuh sama ibunya.

Udah bisa ditebak, kan? Ibu-ibu model begini biasanya dari jauh-jauh hari udah punya bayangan anaknya nanti harus nikah sama siapa. Perempuannya kayak gimana. Punya kriteria yang panjang dan ribet.

Dan di titik itu, harapan gue jatuh. Jatuh banget. Sejatuh-jatuhnya. Sampai rasanya bukan cuma di tanah, tapi di bawahnya lagi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fiksi Mini

Oleh: Abyan Altaaf Ibrahim, Santri-Murid SMP Alam Nurul…