Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Puisi

Rindu di Tanah Perantauan

×

Rindu di Tanah Perantauan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Di sudut malam yang sunyi berbisik,
Angin mengantar rindu yang lirih, klasik.
Aku duduk di bawah cahaya rembulan,
Mengingat wajah kalian dalam ingatan.

Abi, suaramu masih terngiang di dada,
Petuahmu mengalir seperti sungai yang setia.
Engkau ajarkan aku menjadi kuat,
Meski jarak memisah, aku tetap taat.

Umi, hangat pelukmu masih ku rasa,
Seperti mentari yang menyapa di fajar pertama.
Tangan lembutmu yang dulu menyisir rambutku,
Kini hanya bayangannya yang memeluk rindu.

Di pondok ini, aku belajar dan berjuang,
Mengejar mimpi, meniti harapan yang panjang.
Namun hati kecilku selalu kembali,
Pada rumah yang menyimpan kasih sejati.

Malam-malamku penuh dengan doa,
Agar kalian sehat, bahagia, dan selalu setia.
Meski raga tak bisa bersua,
Doaku akan selalu menjangkau jiwa.

Aku belajar, aku bertahan,
Demi janji yang pernah kupatrikan.
Kelak aku pulang membawa cahaya,
Sebagai bukti cinta dan baktiku selamanya

Jarak ini hanya uji keteguhan,
Namun hati kita tak terpisah oleh keadaan.
Doakan aku, Abi, Umi tercinta,
Agar langkahku kuat menuju cita.

Tunggulah aku di ambang pintu,
Kan kubawa ilmu sebagai cahaya rindu.
Abi, Umi, aku akan kembali,
Dengan hati yang lebih dewasa dan berarti.

Oleh: Putri 'Aisyah Nurul Iman atau PAN-1, Wakil Ketua Osis 2021/2022 SMP Alam Nurul Furqon, Ketua Perdana Majalah Univers Planet Nufo 2022/2023, sekretaris umum 2023 PR IPM Planet Nufo, Ketua Pondok PONPES Nufo 2024
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puisi

Oleh: Nafidatun Naylia, Siswa SMA Negeri 1 Sulang,…

Puisi

Pikiranku bagaikan lilitan benangDilanda sebuah kebingunganNtah harus berbuat…

Puisi

Bunda, aku di sini…Aku masih sama kala berkata…