Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Puisi

Bunga Bangkai Diri

×

Bunga Bangkai Diri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Darpana menatapku

Kulihat samar bayang, penuh semu

Example 300x600

Dalam kalbu, terbungkus arum penuh bau

Bangkai, indah menarik minatmu

Menyamar seperti mawar cantik,

Kantakah mengitari, sang mawar sepi

Namun, engkau tetap tertarik

Dengan sang bangkai cantik, indah menarik

Membuatmu terjebak dalam

Kepalsuanku yang memabukkan

Busuk dalam kalbu, indah

Kapat menipu kesadaran

Nihsangnya, cahaya turun

Menerangi sang arum hati penuh palsu

Membongkar sarve, terlihat palsu

Menyadarkan ku dalam semu,

Nan perlahan melepas busuknya

Perlahan ku mulai merubah,

Sang arum menjadi mawar, indah

Terduduk membersihkan diri

Oleh: Itqon Nashrallah, Ketua Osis SMP Alam Nurul Furqon 2024

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puisi

Enam-lima, bukan hanya angka Bukan pula cerita belaka…

Puisi

Diskresi Tersibak gelora badai hingga menabrak wajah dengan penuh canggung. Kau pun langsung terdiam dibawa bisu oleh sumpah tempat kau bertanya sepenggal kisah Rentetan perjalanan mengelabui makna. Kisah yang semestinya berbahagia di waktu-waktu silam, tapi kau masih saja meronta-ronta seperti kesetanan “Maka, ilhamilah saat kau bersanding,rebahlah jika lelah bersandar, renungkan walau hidup bersendu, tangiskan jika hendak berduka” Di situ kau akan temukan istibdad; berkuasa dalam egosentris, untuk menilai diri sendiri dan menitikkan pikiran atas segala perbuatan-perbuatan dulu yang telah tawar Jika masih begitu dan selamanya engkau tidak berkebyaran dalam gelap. Sinar-sinar hati perlahan redup—gelap menguasai tindakan itu di atas kesalahan Ibarat relung dan jeluk ke bawah tanah; yang kian bertambah silap, yang kian menjadi jati diri namun kewalahan  2025 …

Puisi

Oleh: Atena Hekmata Mellatena, Santri-Murid SMP Alam Nurul…

Puisi

Oleh: Abdul Jazid Al Ghifari, Santri-Murid Kelas XII…

Puisi

​ Oleh: Seleno Juno ​Jangan biarkan pijarnya redup,…