Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Puisi

Bulan dan Aku

×

Bulan dan Aku

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bulan, dan seluruh malam,
Bersinar terangi ku,
Bulan, beritahu aku,
Siapa yang ada di hati “milikku”

Sayang, aku di bumi,
Jauh tak bisa menerima jawabanmu,
Bulan, turunlah,
Aku akan menerimamu,
Tuk mengetahui siapa yang di hati “milikku”

Example 300x600

Bulan, andai ku bisa menemuimu,
Menyapa mu dengan leluasa,
Tanpa menunggu malam tiba,
Tuk mengetahui siapa di hati “milikku”

Sayang, aku bukan malaikat,
Tak bisa terbang tuk mendekat,
Hanya kepala yang bisa ku angkat,
Menatap mu dengan terpikat,

Bulan, dan seluruh malam,
Bersinar menyinari ku,
Aku belum bisa menemukan jawabannya,
Siapa yang ada di hati “milikku”

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puisi

Enam-lima, bukan hanya angka Bukan pula cerita belaka…

Puisi

Diskresi Tersibak gelora badai hingga menabrak wajah dengan penuh canggung. Kau pun langsung terdiam dibawa bisu oleh sumpah tempat kau bertanya sepenggal kisah Rentetan perjalanan mengelabui makna. Kisah yang semestinya berbahagia di waktu-waktu silam, tapi kau masih saja meronta-ronta seperti kesetanan “Maka, ilhamilah saat kau bersanding,rebahlah jika lelah bersandar, renungkan walau hidup bersendu, tangiskan jika hendak berduka” Di situ kau akan temukan istibdad; berkuasa dalam egosentris, untuk menilai diri sendiri dan menitikkan pikiran atas segala perbuatan-perbuatan dulu yang telah tawar Jika masih begitu dan selamanya engkau tidak berkebyaran dalam gelap. Sinar-sinar hati perlahan redup—gelap menguasai tindakan itu di atas kesalahan Ibarat relung dan jeluk ke bawah tanah; yang kian bertambah silap, yang kian menjadi jati diri namun kewalahan  2025 …

Puisi

Oleh: Atena Hekmata Mellatena, Santri-Murid SMP Alam Nurul…

Puisi

Oleh: Abdul Jazid Al Ghifari, Santri-Murid Kelas XII…

Puisi

​ Oleh: Seleno Juno ​Jangan biarkan pijarnya redup,…