Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
PuisiSastra

Perjalanan Tiada Tanding

×

Perjalanan Tiada Tanding

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tak hanya satu dua wajah baru kutemui di sana, 

Tetapi belasan hingga puluhan jiwa penuh makna 

Example 300x600

Bukanlah tempat biasa yang mudah untuk disinggahi

Melainkan tempat untuk berkembang dan berbenah,

Ibarat langkah kecil dalam menyempurnakan amanah

Ada ruang yang tak pernah benar-benar sepi

Ruang yang penuh tawa dan makna

Ruang yang menyatukan langkah-langkah ini

Ruang yang menyimpan jutaan kenangan berharga 

Aku datang kesana dengan hati yang bergembira

Pulang dengan rasa sedih bercampur bangga

Tunggu aku kembali ke sana 

Membawa kembali cerita-cerita lainnya

Dalam benakku masih tergambar jelas

Bagaimana suara semangat perjuangan

Dengan tatapan penuh harapan

Dan keringat sebagai bukti nyata

Kedua tangan saling menggenggam

Seolah takut kehilangan

Maaf, tapi ini sudah berada di penghujung jalan

Hanya ada kata selamat tinggal dan hati-hati di jalan

Oleh: Zahrani Karimatun Nisa, Ketua Bidang Bakat dan Minat OSIS SMP Alam Nurul Furqon, Sekretaris PR IPM Planet Nufo. Bendahara DG Planet Nufo, Sekretaris LPS SMP Alam Nurul Furqon.,

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puisi

Enam-lima, bukan hanya angka Bukan pula cerita belaka…

Puisi

Diskresi Tersibak gelora badai hingga menabrak wajah dengan penuh canggung. Kau pun langsung terdiam dibawa bisu oleh sumpah tempat kau bertanya sepenggal kisah Rentetan perjalanan mengelabui makna. Kisah yang semestinya berbahagia di waktu-waktu silam, tapi kau masih saja meronta-ronta seperti kesetanan “Maka, ilhamilah saat kau bersanding,rebahlah jika lelah bersandar, renungkan walau hidup bersendu, tangiskan jika hendak berduka” Di situ kau akan temukan istibdad; berkuasa dalam egosentris, untuk menilai diri sendiri dan menitikkan pikiran atas segala perbuatan-perbuatan dulu yang telah tawar Jika masih begitu dan selamanya engkau tidak berkebyaran dalam gelap. Sinar-sinar hati perlahan redup—gelap menguasai tindakan itu di atas kesalahan Ibarat relung dan jeluk ke bawah tanah; yang kian bertambah silap, yang kian menjadi jati diri namun kewalahan  2025 …

Puisi

Oleh: Atena Hekmata Mellatena, Santri-Murid SMP Alam Nurul…

Puisi

Oleh: Abdul Jazid Al Ghifari, Santri-Murid Kelas XII…

Cerpen

Oleh: Nada Ichda Silcha, Santri-Murid Kelas VII SMP…