Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Ratusan Peserta Ikuti Lomba Esai “Salat” Kolaborasi RS Baitul Hikmah Kendal dan Satupena Jawa Tengah

×

Ratusan Peserta Ikuti Lomba Esai “Salat” Kolaborasi RS Baitul Hikmah Kendal dan Satupena Jawa Tengah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pikiranbangsa.co, Kendal — Lomba menulis esai bertema salat yang digelar Rumah Sakit Baitul Hikmah Kendal bekerja sama dengan Satupena Jawa Tengah mendapat respons besar dari masyarakat. Tercatat sebanyak 391 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, mulai dari Sumatra hingga Sulawesi.

Komisaris Rumah Sakit Baitul Hikmah Kendal, dr. Siti Qomariyah, menyampaikan bahwa tingginya jumlah peserta menunjukkan topik keagamaan yang dikemas dalam bentuk karya tulis masih diminati oleh masyarakat luas.

Example 300x600

“Peserta berasal dari berbagai kota di Indonesia, seperti Aceh, Palembang, Bengkulu, Lampung, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Palu, Kendari, Denpasar, Mataram, hingga kota-kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Bogor, dan Semarang,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga datang dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di antaranya Brebes, Pekalongan, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Batang, Kendal, Sukoharjo, Sragen, Demak, Pati, Kudus, Jepara, Grobogan, Blora, Ngawi, Tulungagung, Bojonegoro, Tuban, Jombang, Mojokerto, Malang, Pasuruan, Jember, hingga Sumenep.

Menurut Siti Qomariyah, penyelenggaraan lomba ini tidak hanya bertujuan sebagai ajang kompetisi menulis, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya salat serta nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.

Adapun dewan juri dalam lomba tersebut terdiri dari Ketua Umum Satupena Jawa Tengah Gunoto Saparie, Sekretaris Umum Satupena Jawa Tengah Mohammad Agung Ridlo, serta jurnalis senior Kendal Arif Budiman.

Setelah melalui proses penilaian yang ketat, dewan juri menetapkan tiga juara utama, sepuluh juara harapan, serta tujuh juara favorit.

Juara pertama diraih Saefudin yang berhak memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp3 juta. Posisi juara kedua ditempati Fahta Handinsa Maulana Putra dengan hadiah Rp2,5 juta, sementara juara ketiga diraih Dewi Robiah yang mendapatkan hadiah Rp2 juta.

Selain itu, panitia juga menetapkan sepuluh juara harapan, yaitu M.A. Al-Rosyid, Bagas Pratomo, Slamet Bisri, Asma Sandi, Sahesti Yuli Ambarwati, Adnan Ghiffari, Yessy Ramanda, Asmariah, Mukhammad Pujiyanto, dan Eko Tunas. Masing-masing memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp500 ribu.

Sementara tujuh peserta lainnya dinobatkan sebagai juara favorit, yakni Tirta Nursari, Pipiek Isfianti, Kristian Yudhianto, Khoirun Nisa’, Monalisa Laurendra, Michael Clementino Gramma Da Silva, dan Yeni Endah. Para pemenang favorit mendapatkan cendera mata khusus dari Rumah Sakit Baitul Hikmah Kendal.

Siti Qomariyah menjelaskan bahwa lomba esai tersebut memiliki sejumlah tujuan edukatif, salah satunya mendorong peserta untuk mengkaji suatu topik secara lebih mendalam serta mencari solusi melalui tulisan.

“Melalui lomba ini kami berharap peserta dapat menyampaikan gagasan inovatif mengenai salat sekaligus memublikasikan pemikiran, penelitian, maupun opini kepada masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan minat membaca dan menulis di kalangan masyarakat. Melalui penulisan esai, peserta dilatih untuk menyusun gagasan secara sistematis dan argumentatif.

“Yang tidak kalah penting, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai salat, baik dari aspek spiritual, sosial, maupun refleksi dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu juri, Gunoto Saparie, mengungkapkan rasa syukurnya karena proses penilaian akhirnya berhasil menentukan para pemenang terbaik dari ratusan peserta yang berpartisipasi.

Menurutnya, secara umum kualitas tulisan peserta cukup baik dan menunjukkan kesungguhan dalam mengolah tema salat dari berbagai sudut pandang.

“Kriteria penilaian meliputi kesesuaian dengan tema, gaya bahasa, kedalaman materi, serta sistematika penulisan,” jelasnya.

Gunoto juga menegaskan bahwa dalam proses penilaian, dewan juri tidak mempertimbangkan asal daerah peserta. Penentuan pemenang sepenuhnya didasarkan pada kualitas karya yang dikirimkan.

“Penilaian murni pada mutu tulisan. Tidak ada kaitannya dengan asal daerah peserta. Siapa pun yang memiliki tulisan paling kuat secara substansi dan penyajian, dialah yang terpilih sebagai pemenang,” ujarnya.

Dengan partisipasi ratusan peserta dari berbagai daerah, lomba ini diharapkan menjadi ruang literasi yang mendorong lahirnya tulisan-tulisan reflektif mengenai nilai-nilai ibadah dalam kehidupan masyarakat.

Penyelenggara pun berharap kegiatan serupa dapat terus digelar di masa mendatang agar tradisi menulis esai, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai spiritual dan sosial, semakin berkembang di tengah masyarakat Indonesia.

Ratusan Peserta Ikuti Lomba Esai Bertema Salat di Kendal

KENDAL — Lomba menulis esai bertema salat yang digelar Rumah Sakit Baitul Hikmah Kendal bekerja sama dengan Satupena Jawa Tengah mendapat respons besar dari masyarakat. Tercatat sebanyak 391 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, mulai dari Sumatra hingga Sulawesi.

Komisaris Rumah Sakit Baitul Hikmah Kendal, dr. Siti Qomariyah, menyampaikan bahwa tingginya jumlah peserta menunjukkan topik keagamaan yang dikemas dalam bentuk karya tulis masih diminati oleh masyarakat luas.

“Peserta berasal dari berbagai kota di Indonesia, seperti Aceh, Palembang, Bengkulu, Lampung, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Palu, Kendari, Denpasar, Mataram, hingga kota-kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Bogor, dan Semarang,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga datang dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di antaranya Brebes, Pekalongan, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Batang, Kendal, Sukoharjo, Sragen, Demak, Pati, Kudus, Jepara, Grobogan, Blora, Ngawi, Tulungagung, Bojonegoro, Tuban, Jombang, Mojokerto, Malang, Pasuruan, Jember, hingga Sumenep.

Menurut Siti Qomariyah, penyelenggaraan lomba ini tidak hanya bertujuan sebagai ajang kompetisi menulis, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya salat serta nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.

Adapun dewan juri dalam lomba tersebut terdiri dari Ketua Umum Satupena Jawa Tengah Gunoto Saparie, Sekretaris Umum Satupena Jawa Tengah Mohammad Agung Ridlo, serta jurnalis senior Kendal Arif Budiman.

Setelah melalui proses penilaian yang ketat, dewan juri menetapkan tiga juara utama, sepuluh juara harapan, serta tujuh juara favorit.

Juara pertama diraih Saefudin yang berhak memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp3 juta. Posisi juara kedua ditempati Fahta Handinsa Maulana Putra dengan hadiah Rp2,5 juta, sementara juara ketiga diraih Dewi Robiah yang mendapatkan hadiah Rp2 juta.

Selain itu, panitia juga menetapkan sepuluh juara harapan, yaitu M.A. Al-Rosyid, Bagas Pratomo, Slamet Bisri, Asma Sandi, Sahesti Yuli Ambarwati, Adnan Ghiffari, Yessy Ramanda, Asmariah, Mukhammad Pujiyanto, dan Eko Tunas. Masing-masing memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp500 ribu.

Sementara tujuh peserta lainnya dinobatkan sebagai juara favorit, yakni Tirta Nursari, Pipiek Isfianti, Kristian Yudhianto, Khoirun Nisa’, Monalisa Laurendra, Michael Clementino Gramma Da Silva, dan Yeni Endah. Para pemenang favorit mendapatkan cendera mata khusus dari Rumah Sakit Baitul Hikmah Kendal.

Siti Qomariyah menjelaskan bahwa lomba esai tersebut memiliki sejumlah tujuan edukatif, salah satunya mendorong peserta untuk mengkaji suatu topik secara lebih mendalam serta mencari solusi melalui tulisan.

“Melalui lomba ini kami berharap peserta dapat menyampaikan gagasan inovatif mengenai salat sekaligus memublikasikan pemikiran, penelitian, maupun opini kepada masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan minat membaca dan menulis di kalangan masyarakat. Melalui penulisan esai, peserta dilatih untuk menyusun gagasan secara sistematis dan argumentatif.

“Yang tidak kalah penting, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai salat, baik dari aspek spiritual, sosial, maupun refleksi dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu juri, Gunoto Saparie, mengungkapkan rasa syukurnya karena proses penilaian akhirnya berhasil menentukan para pemenang terbaik dari ratusan peserta yang berpartisipasi.

Menurutnya, secara umum kualitas tulisan peserta cukup baik dan menunjukkan kesungguhan dalam mengolah tema salat dari berbagai sudut pandang.

“Kriteria penilaian meliputi kesesuaian dengan tema, gaya bahasa, kedalaman materi, serta sistematika penulisan,” jelasnya.

Gunoto juga menegaskan bahwa dalam proses penilaian, dewan juri tidak mempertimbangkan asal daerah peserta. Penentuan pemenang sepenuhnya didasarkan pada kualitas karya yang dikirimkan.

“Penilaian murni pada mutu tulisan. Tidak ada kaitannya dengan asal daerah peserta. Siapa pun yang memiliki tulisan paling kuat secara substansi dan penyajian, dialah yang terpilih sebagai pemenang,” ujarnya.

Dengan partisipasi ratusan peserta dari berbagai daerah, lomba ini diharapkan menjadi ruang literasi yang mendorong lahirnya tulisan-tulisan reflektif mengenai nilai-nilai ibadah dalam kehidupan masyarakat.

Penyelenggara pun berharap kegiatan serupa dapat terus digelar di masa mendatang agar tradisi menulis esai, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai spiritual dan sosial, semakin berkembang di tengah masyarakat Indonesia.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *