PRINGAPUS, Kabupaten Semarang – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” , Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Semarang Pringapus Pringapus menggelar kegiatan sosialisasi edukasi gizi di PAUD Bina Balita, Wonoasri Rt 01 Rw 08, Desa Wonoyoso, Kecamatan Pringapus, Rabu (22/7/2026) .
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB ini mengangkat tema “Anak Sehat, Cerdas, dan Ceria melalui Edukasi Gizi Seimbang dan Program Makan Bergizi Gratis” sebagai bentuk implementasi program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung pemerintah .
Sebanyak 27 peserta utama mengikuti rangkaian acara, terdiri dari 24 peserta didik PAUD Bina Balita dan 3 orang guru. Kegiatan juga disaksikan oleh sejumlah orang tua siswa yang mendampingi putra-putrinya selama proses pembelajaran.
Kepala SPPG Semarang Pringapus Pringapus, Muhammad Zanadin Ziddan Ghozali, S.H. , memimpin langsung dan menerjunkan 3 tenaga yang terdiri dari 1 Ahli Gizi, 1 Akuntan, dan 1 Asisten Lapangan.
Beragam aktivitas edukatif dan menyenangkan disuguhkan SPPG kepada anak-anak PAUD Bina Balita, antara lain: Edukasi Pedoman Gizi Seimbang melalui konsep Isi Piringku, Permainan edukatif menempel alat peraga Isi Piringku, Pembagian susu dan snack bergizi gratis, Minum susu bersama, Pengukuran tinggi badan dan berat badan, Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama, Penutupan dan penyampaian pesan dari Kepala PAUD. Antusiasme tinggi terlihat dari anak-anak yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat dan keceriaan.
Dalam keterangannya, Kepala SPPG Semarang Pringapus Pringapus menyampaikan bahwa momentum Hari Anak Nasional menjadi kesempatan strategis bagi SPPG untuk mengedukasi pentingnya gizi seimbang sejak usia dini sekaligus memperkuat komitmen Program Makan Bergizi Gratis dalam mendukung tumbuh kembang anak menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
SPPG menyiapkan 24 paket Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk seluruh peserta didik PAUD Bina Balita, disertai susu dan snack bergizi. Seluruh makanan disiapkan sesuai standar Badan Gizi Nasional dengan memperhatikan kecukupan gizi, keamanan pangan, kebersihan, dan kualitas bahan baku.
“Anak-anak adalah investasi terbesar bangsa. Pemenuhan gizi yang baik harus dimulai sejak usia dini karena akan menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas mereka di masa depan. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, kami berharap semakin banyak anak yang mendapatkan akses terhadap makanan bergizi sekaligus edukasi mengenai pola makan sehat,” tegas Ziddan.
Kepala PAUD Bina Balita, Ibu Asmuah, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada SPPG Semarang Pringapus Pringapus atas terselenggaranya kegiatan edukasi gizi di sekolahnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada SPPG Semarang Pringapus atas pelayanan dan perhatian yang telah diberikan kepada anak-anak didik kami. Selama ini pelayanan Program Makan Bergizi Gratis sudah berjalan dengan sangat baik dan kami berharap kualitas tersebut dapat terus dipertahankan. Edukasi seperti ini sangat dibutuhkan agar anak-anak, guru, maupun orang tua semakin memahami pentingnya gizi seimbang dalam mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Asmuah.
Peringatan Hari Anak Nasional yang telah memasuki tahun ke-42 ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat tentang pentingnya memenuhi hak-hak anak sekaligus menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang mereka . Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengusung tema utama “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dengan tagar #HariAnakNasional2026 dan #SayangAnakSayangIndonesia .
Kegiatan edukasi gizi yang digelar SPPG Semarang Pringapus Pringapus ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi program MBG yang telah diluncurkan di Kabupaten Semarang sejak April 2025. Sebelumnya, Bupati Semarang Ngesti Nugraha meresmikan pelaksanaan MBG perdana di SD Negeri Gondoriyo, Kecamatan Jambu, yang menjadi pionir program tersebut di wilayah Kabupaten Semarang .
Melalui kegiatan ini, SPPG berharap edukasi gizi serta pendampingan kepada sekolah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mencetak generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.


















