Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Puisi

Asa Rasa Cinta

×

Asa Rasa Cinta

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072
Example 468x60

Mengenai asa

Engkau laksana gunung yang tinggi

Example 300x600

Tegap, gagah, pemberani

Hingga Aku bermimpi

Suatu saat Engkau akan ku daki

Jikalau kesuksesan dihitung dari segi materi

Mungkin lautan permata tak sebanding senyum indahmu

Jikalau keilmuan adalah kunci segala keberhasilan

Maka menggarami lautan pun tak cukup hanya untuk mendengar tutur katamu

Tentang rasa

Penderitaan yang tiada tara

Berkorban nama tanpa jumawa

Menjunjung wibawa tanpa angkara

Meskipun kau mampu meluluhlantakkan suargaloka

Atau bahkan membaratkan sandikala

Namun bukan itu yang kau interpretasikan

Melainkan megahnya samudra kasih dan cinta

Perihal cinta

Keramat tak cukup sebagai kutukan

Materi kelak dipertanggungjawabkan

Bersama cara dan ilusi kemewahan

Meskipun bergelora asmara dengan sesama

Mempertahankan gelombang suka cita

Namun kau memilih menderita

Demi utopia abadi tanpa intervensi

Oleh: M. Wildanul Atqiya, Staff Program Ekonomi di Dompet Dhuafa Jawa Tengah

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puisi

Enam-lima, bukan hanya angka Bukan pula cerita belaka…

Puisi

Diskresi Tersibak gelora badai hingga menabrak wajah dengan penuh canggung. Kau pun langsung terdiam dibawa bisu oleh sumpah tempat kau bertanya sepenggal kisah Rentetan perjalanan mengelabui makna. Kisah yang semestinya berbahagia di waktu-waktu silam, tapi kau masih saja meronta-ronta seperti kesetanan “Maka, ilhamilah saat kau bersanding,rebahlah jika lelah bersandar, renungkan walau hidup bersendu, tangiskan jika hendak berduka” Di situ kau akan temukan istibdad; berkuasa dalam egosentris, untuk menilai diri sendiri dan menitikkan pikiran atas segala perbuatan-perbuatan dulu yang telah tawar Jika masih begitu dan selamanya engkau tidak berkebyaran dalam gelap. Sinar-sinar hati perlahan redup—gelap menguasai tindakan itu di atas kesalahan Ibarat relung dan jeluk ke bawah tanah; yang kian bertambah silap, yang kian menjadi jati diri namun kewalahan  2025 …

Puisi

Oleh: Atena Hekmata Mellatena, Santri-Murid SMP Alam Nurul…

Puisi

Oleh: Abdul Jazid Al Ghifari, Santri-Murid Kelas XII…

Puisi

​ Oleh: Seleno Juno ​Jangan biarkan pijarnya redup,…