Oleh: Nawwaf Absyar Rajabi, Santri-Murid Kelas X Planet Nufo asal Purbalingga.
Di sebuah kota bernama Okyot, terdapat banyak monster yang mengancam nyawa manusia. Monster-monster itu beragam, seperti Aegypto yang menyerang manusia pada malam hari, atau Zzztop, monster yang memakan mimpi manusia saat tidur.
Dari sekian banyak monster tersebut, ada tiga monster yang sangat kuat. Nama mereka adalah Omex, C Mad, dan Sombeh.
Merekalah yang membawahi para monster lain, meskipun ada beberapa monster yang bertindak secara independen. Ketiga monster itu memiliki satu tujuan yang sama, yaitu menemukan sebuah pusaka legendaris bernama King Coal, pusaka yang mampu memberikan kekuatan besar kepada penggunanya.
Pada suatu hari, seorang pemuda berkulit legam bernama Hasan sedang berjalan-jalan di hutan dengan menggunakan motor milik temannya. Saat melewati hutan pinus, ia melihat sebuah kuil kecil yang hampir roboh. Merasa penasaran, Hasan melangkah mendekati kuil tersebut.
Baru beberapa langkah berjalan
Grrr… Grrr…
Seekor monster muncul dari balik pepohonan. Tubuhnya berbulu hitam legam dengan mata merah gelap yang menyala. Tanpa aba-aba, monster itu langsung menyerang Hasan.
Hasan yang terkejut bukan main langsung bereaksi. Ia melancarkan tendangan dan disusul dengan sebuah uppercut. Untuk sementara, monster itu terjatuh. Hasan memanfaatkan momen berharga tersebut dengan berlari ke arah motornya, menancapkan gas, lalu meninggalkan tempat itu secepat mungkin.
***
Beberapa menit setelah meninggalkan area tersebut, ia sampai di sebuah bangunan berlantai dua yang dikelilingi pagar beton. Ia kemudian memasuki rumah itu dan mengambil pakaian dari lemari di kamar tidurnya. Setelah itu, ia menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
***
Keesokan harinya, pemuda itu kembali ke tempat semula karena belum sempat melihat bagian dalam kuil tersebut. Kali ini, ia datang dengan persiapan. Di pinggangnya terselip sebilah samurai warisan kakeknya.Ia tiba di kuil itu, mematikan mesin motor, lalu berjalan mendekat.
Grrr… Grrr…
Monster berbulu hitam itu kembali muncul. Dengan sigap, Hasan menebas kepala monster tersebut hingga terputus. Setelah itu, ia memasuki halaman kuil yang hanya berukuran sekitar 3 x 5 meter.
Hasan kemudian masuk ke dalam bangunan kuil. Ukurannya tidak luas, hanya sekitar 4 x 4 meter, dengan dinding reot di setiap sisinya. Tak butuh waktu lama untuk menjelajahi seluruh bagian bangunan itu.
Awalnya, tak ada hal menarik yang ia temukan, hingga akhirnya ia melihat sebuah kotak kecil di salah satu sudut ruangan.
Didorong rasa penasaran, Hasan segera mengambil kotak tersebut dan membukanya. Ukuran kotak itu sekitar 30 x 90 cm. Isinya tidak banyak: sebilah pedang samurai berwarna biru dengan corak naga putih, sebuah benda berwarna hitam berlubang di tengah, serta sebuah batu kecil berwarna hijau.
Saat hendak menutup kotak itu, Hasan menemukan secarik kertas. Ia pun membacanya, yang berbunyi:
Wahai kawan…
Aku tahu kau dapat menemukannya…
Inilah pusakaku…
Yang diturunkan turun-temurun…
Pusaka legendaris…
King Coal
Jika kau menginginkannya, pakailah… kenakanlah…
Jika kau tak menginginkannya, hancurkanlah… buanglah…
Satukan batu giok itu dengan pasangannya, niscaya kau akan mendapatkan kekuatan…
Hasan membaca tulisan itu berulang kali.
“Apa maksudnya ini?” batinnya.
Karena rasa penasaran, ia pun memasukkan batu giok tersebut ke dalam benda hitam berlubang itu.
Sesaat kemudian, cahaya terang menyilaukan mata memenuhi ruangan. Beberapa saat berlalu, cahaya itu perlahan menghilang.
Awalnya, Hasan tidak merasakan apa-apa. Namun, ketika ia meraba tubuhnya, ada sesuatu yang terasa berbeda. Di dasar kotak itu terdapat sebuah cermin. Saat Hasan melihat pantulan dirinya, ia terkejut. Ia telah berubah menjadi seorang samurai putih.


















