Garut, PikiranBangsa.co – Selasa (01//09/2026), Pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas ekonomi menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Garut (UNIGA) Tahun 2026 di Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Hal tersebut diwujudkan melalui Program Petani Hebat yang dilaksanakan di Aula Desa Pamalayan dan diikuti sekitar 70 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Program ini dirancang sebagai ruang edukasi untuk memperkuat wawasan masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki, tidak hanya dari aspek produksi, tetapi juga melalui kemampuan melihat peluang usaha, membangun pola pikir kewirausahaan, dan mengelola keuangan secara lebih terencana.
Sekretaris Desa Pamalayan, Hermansyah, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan menilai edukasi mengenai pengembangan usaha menjadi hal penting bagi masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan Petani Hebat yang dilaksanakan oleh KKN Tematik Universitas Garut. Kegiatan seperti ini memberikan tambahan wawasan bagi masyarakat, terutama dalam melihat potensi yang ada di desa agar dapat dikembangkan menjadi peluang usaha,” ujar Hermansyah.
Kehadiran program tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN dalam mendorong masyarakat agar mampu mengoptimalkan potensi lokal dan membangun kemandirian ekonomi melalui pengetahuan yang aplikatif. Program Petani Hebat menempatkan peningkatan kapasitas masyarakat sebagai salah satu fondasi penting dalam mengembangkan aktivitas pertanian dan usaha.
Dalam praktiknya, kemampuan menghasilkan produk belum selalu diikuti dengan kemampuan mengelola usaha secara berkelanjutan. Karena itu, masyarakat perlu memiliki pemahaman mengenai bagaimana menentukan arah usaha, mengenali kebutuhan pasar, menghitung potensi keuntungan, serta mengelola sumber daya yang tersedia. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak untuk melihat bahwa pertanian dan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat dapat dikembangkan menjadi bagian dari usaha yang memiliki nilai tambah apabila dikelola dengan perencanaan yang baik.
Edukasi juga diarahkan untuk membangun keberanian masyarakat dalam mengenali potensi yang ada di lingkungan sekitar dan mengubahnya menjadi peluang yang dapat dikembangkan. Menurut Hermansyah, peningkatan pengetahuan masyarakat perlu berjalan beriringan dengan pemanfaatan potensi lokal. “Potensi masyarakat dan potensi desa sebenarnya cukup banyak. Tinggal bagaimana potensi tersebut dikelola dengan baik, kemudian masyarakat diberikan pengetahuan dan pendampingan agar usaha yang dijalankan bisa berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar,” katanya.
Dengan demikian, Program Petani Hebat tidak hanya berbicara mengenai aktivitas pertanian, tetapi juga memperluas perspektif masyarakat mengenai kewirausahaan, pengembangan usaha, dan kemandirian ekonomi di tingkat desa.
Materi pertama disampaikan oleh Alfan Al Falaliansyah, selaku praktisi muda, akademisi, sekaligus Koordinator Desa KKN Tematik UNIGA di Desa Pamalayan. Dalam sesi tersebut, Alfan membawakan materi “Pondasi Bisnis” yang menekankan pentingnya membangun pola pikir dan dasar usaha sebelum seseorang memulai maupun mengembangkan bisnis. Peserta diajak memahami sejumlah aspek mendasar, mulai dari mengenali potensi diri dan lingkungan, membaca peluang, memahami kebutuhan konsumen, hingga menyusun perencanaan usaha. Alfan menekankan bahwa membangun usaha tidak hanya berkaitan dengan modal dan produk, tetapi juga membutuhkan pola pikir yang mampu membaca peluang serta memahami kebutuhan pasar.
“Membangun usaha itu bukan hanya tentang memiliki produk atau modal. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita memiliki pola pikir untuk melihat peluang, memahami kebutuhan masyarakat, dan berani merencanakan usaha dengan baik,” jelas Alfan.
Alfan juga mengajak peserta untuk mulai melihat berbagai potensi yang ada di lingkungan sekitar sebagai sesuatu yang dapat dikembangkan menjadi sumber nilai ekonomi.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi pelaku produksi, tetapi juga mampu berpikir sebagai pengelola usaha. Potensi yang ada di Desa Pamalayan bisa menjadi peluang apabila masyarakat mampu mengemas, mengembangkan, dan memasarkannya dengan cara yang tepat,” lanjutnya.
Penguatan kapasitas masyarakat kemudian dilanjutkan melalui materi “Pembuatan Laporan Keuangan Sederhana” yang disampaikan oleh Rosa Desviani Azzahra dan Amelia. Materi ini memberikan pemahaman dasar mengenai pentingnya pencatatan keuangan dalam menjalankan usaha, termasuk membedakan pemasukan dan pengeluaran serta mengetahui kondisi keuangan usaha secara lebih terukur.
Pencatatan sederhana dinilai penting karena dapat membantu pelaku usaha mengetahui perkembangan usaha sekaligus menjadi dasar dalam mengambil keputusan. Peserta diarahkan untuk memahami bahwa keuangan usaha perlu dikelola secara tertib agar modal, pendapatan, biaya operasional, dan hasil usaha dapat diketahui dengan jelas. Alfan mengatakan, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kemampuan mengembangkan usaha.
“Kalau usaha ingin berkembang, keuangan harus mulai dicatat. Tidak harus langsung menggunakan sistem yang rumit. Yang terpenting adalah masyarakat mengetahui berapa modal yang dikeluarkan, berapa pemasukan yang diperoleh, berapa pengeluaran, dan apakah usaha tersebut memberikan keuntungan,” ungkapnya.
Materi tersebut diharapkan dapat memberikan bekal praktis kepada peserta agar lebih tertib dalam mengelola keuangan usaha dan tidak mencampurkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha.
Pelaksanaan Program Petani Hebat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penyampaian materi, tetapi dapat menjadi titik awal bagi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola potensi ekonomi yang dimiliki. Pengetahuan mengenai pola pikir bisnis dan pencatatan keuangan sederhana dapat menjadi bekal untuk membangun usaha yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Bagi masyarakat yang bergerak di bidang pertanian, kemampuan tersebut juga dapat membuka cara pandang baru bahwa hasil pertanian bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.
KKN Tematik UNIGA Tahun 2026 melalui program ini berupaya menghadirkan pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat. Alfan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pemantik bagi masyarakat untuk terus belajar dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Kami berharap Petani Hebat ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini. Apa yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mulai melihat peluang, memperbaiki pengelolaan usaha, dan secara bertahap membangun kemandirian ekonomi,” tutur Alfan.
Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat terus berkembang sehingga berbagai potensi lokal mampu memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat. Semangat tersebut terangkum dalam pesan “Petani Berdaya, Usaha Berkembang, Desa Bermartabat.”


















