Rembang, 7 Agustus 2026 – Setelah sepekan kemarin melaksanakan seminar sekaligus pembentukan Unit UMKM Desa Logung, kini Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unit 04 Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Anwar Rembang (STAIWAR) berhasil meluncurkan salah satu produk unggulan UMKM. Bersama Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (DINDAGKOP UKM) Kabupaten Rembang, acara launching tepung maizena sebagai produk unggulan UMKM mendapat tanggapan positif dari masyarakat Desa Logung.
Selain melaksanakan launching produk, pada kesempatan ini juga diadakan penggemblengan ulang terhadap segenap pengurus dan masyarakat Desa Logung. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB dengan mengangkat tema “Eko-Efisiensi UMKM Desa Logung: Menyelaraskan Profitabilitas Usaha dan Konservasi Sumber Daya Pangan Berkelanjutan.”
Dalam sambutannya, Kurniawan Dwi Yulianto (36) selaku ketua dari UMKM Agro Buana Desa Logung menjelaskan bahwa pemilihan tepung maizena sebagai produk unggulan bukan tanpa sebab. Tepung maizena yang terbuat dari sari jagung notabene memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
“Jagung merupakan komoditas panen ketiga setelah tembakau dan padi di Desa Logung. Bahkan jumlahnya sangat melimpah sangat panen, namun memiliki harga jual yang relatif murah. Untuk itulah produk tepung maizena ini hadir demi menambah nilai jual jagung hasil panen petani”, ucap Yulianto.

Sebagai perwakilan dari DINDAGKOP UKM Kabupaten Rembang, Ahmad Widodo, SE memberikan pemahaman mengenai strategi pengembangan usaha, efisiensi penggunaan sumber daya, serta pentingnya inovasi dalam meningkatkan daya saing produk UMKM di tengah perkembangan pasar yang semakin kompetitif.
“Saya memiliki harapan yang besar terhadap terbentuknya UMKM Agro Buana Desa Logung. Semoga kedepannya mampu menghasilkan produk-produk yang berkualitas, memiliki nilai tambah, serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan”, ucapnya.
Selain itu, Ahmad Widodo juga menghimbau agar UMKM Agro Buana untuk segera merapikan administrasi usaha. Seperti pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, BPOM, dan lain sebagainya.
Sebagai penutup, Ahmad Widodo berharap agar forum sosialisasi ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem UMKM Agro Buana Desa Logung yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Rembang.


















