Bandung, PikiranBangsa.co – Senin (07/09/2026), Mahasiswa STAI SABILI BANDUNG asal Garut mengikuti kunjungan edukatif ke Museum Geologi Bandung setelah sebelumnya mengikuti rangkaian kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa dari empat program studi, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Hukum Ekonomi Syariah (HES). Melalui kegiatan PBAK, para mahasiswa sebelumnya telah diperkenalkan dengan lingkungan kampus, kehidupan akademik, serta berbagai hal yang berkaitan dengan dunia kemahasiswaan. Tidak hanya itu, mahasiswa juga mendapatkan dorongan motivasi sebagai bekal untuk menjalani proses pendidikan dan pengembangan diri selama menempuh perkuliahan di STAI SABILI BANDUNG.
Kunjungan ke Museum Geologi Bandung menjadi salah satu sarana edukasi tambahan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di luar lingkungan kampus. Di museum tersebut, mahasiswa dapat melihat secara langsung berbagai koleksi dan informasi mengenai sejarah bumi, perkembangan kehidupan, geologi Indonesia, serta kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Kegiatan ini memberikan pemahaman bahwa proses belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Lingkungan sekitar juga dapat menjadi sumber pembelajaran yang mampu menambah wawasan apabila diamati dan dipelajari dengan baik. Dengan demikian, kunjungan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu mahasiswa sekaligus memperluas cara pandang mereka terhadap ilmu pengetahuan.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa didampingi oleh sejumlah dosen, salah satunya Insan Faisal Ibrahim yang turut memberikan pendampingan kepada mahasiswa. Menurutnya, kegiatan kunjungan museum memiliki nilai penting karena dapat memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada mahasiswa. “Kunjungan ke museum ini menjadi salah satu upaya untuk memberikan pengalaman serta wawasan tambahan. Mahasiswa tidak hanya belajar dari materi perkuliahan, tetapi juga dapat memperoleh pengetahuan melalui apa yang mereka lihat dan amati secara langsung,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa pengalaman semacam ini diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembentukan mahasiswa yang memiliki wawasan luas, rasa ingin tahu, dan semangat untuk terus belajar.
Selain memiliki nilai edukatif, kunjungan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan mahasiswa dari empat program studi. Perbedaan latar belakang bidang keilmuan justru menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk saling mengenal, berinteraksi, dan membangun hubungan yang positif. “Kegiatan ini juga menjadi momentum yang mudah-mudahan akan selalu diingat oleh mahasiswa, karena ada kebersamaan yang terjalin di antara empat prodi yang berbeda,” tambah Insan Faisal Ibrahim. Kebersamaan tersebut menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan awal mereka sebagai mahasiswa, karena kehidupan perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga bagaimana mahasiswa mampu berkomunikasi, bekerja sama, menghargai perbedaan, dan membangun jejaring yang baik.
Antusiasme mahasiswa terlihat ketika mereka menelusuri berbagai bagian edukasi yang tersedia di Museum Geologi Bandung. Mereka tampak aktif mengamati koleksi, membaca berbagai informasi, serta berdiskusi bersama teman-teman dan dosen pendamping. Kegiatan ini menjadi pengalaman yang tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan suasana kebersamaan yang menyenangkan bagi mahasiswa STAI SABILI BANDUNG asal Garut. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan mahasiswa mampu membawa pulang lebih dari sekadar kenangan perjalanan, tetapi juga wawasan baru, semangat belajar, serta pengalaman positif yang dapat menjadi bagian dari perjalanan akademik mereka di STAI SABILI BANDUNG.


















