Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
News

Nurfajri Budi Nugroho Terpilih Jadi Ketua Umum Pemuda ICMI

×

Nurfajri Budi Nugroho Terpilih Jadi Ketua Umum Pemuda ICMI

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BOGOR, PikiranBangsa.co — Nurfajri Budi Nugroho, SE., MSM, terpilih sebagai Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat (MPP) Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) masa bakti 2026–2031 dalam Musyawarah Nasional (Munas) VIII Pemuda ICMI yang berlangsung di kompleks Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (1/11/2026).

Fajri menggantikan Dr. Ismail Rumadan, S.H., M.H., yang memimpin organisasi tersebut sepanjang periode 2021–2026. Munas VIII juga menetapkan Dr. dr. Andi Alfian Zainuddin, M.KM., sebagai Sekretaris Jenderal, dan Hendri Sabeth sebagai Bendahara Umum.

Example 300x600

Mengusung tema “Pemuda ICMI Mempertegas Komitmen Kecendekiawanan dan Mengawal Tujuan Bernegara”, forum nasional tersebut menjadi momentum regenerasi kepemimpinan sekaligus konsolidasi organisasi cendekiawan muda Muslim yang memiliki jaringan kepengurusan di 32 provinsi dan 80 kabupaten/kota, serta sejumlah kepengurusan di negara-negara Eropa.

Dalam kepemimpinannya, Fajri menekankan pentingnya mengembalikan kecendekiawanan sebagai kekuatan intelektual dan moral yang tidak berhenti pada diskusi, forum akademik, maupun aktivitas seremonial, tetapi mampu menghadirkan pemikiran, kritik konstruktif, dan solusi atas persoalan-persoalan bangsa.

Fajri mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi cendekiawan tidak cukup diukur dari besarnya struktur, banyaknya kegiatan, ataupun kedekatannya dengan pusat-pusat kekuasaan. Gagasan tersebut, menurutnya, juga harus menjadi landasan arah perjuangan Pemuda ICMI ke depan.

“Ukuran yang jauh lebih penting adalah seberapa besar kecendekiawanan Pemuda ICMI mampu memberi arah, menghadirkan solusi, sekaligus menjalankan fungsi korektif ketika bangsa menghadapi berbagai persoalan strategis,” ucapnya.

Peran korektif, menurut Fajri, tidak berarti menempatkan Pemuda ICMI sebagai organisasi oposisi politik. “Loyalitas utama cendekiawan muda adalah kepada kebenaran, ilmu pengetahuan, keadilan, kemanusiaan, dan kepentingan publik.

Hasil Munas merekomendasikan organisasi ke depannya terlibat aktif mengembangkan kajian dan evaluasi kebijakan publik berbasis bukti ilmiah (evidence-informed policy review), terutama pada sektor-sektor strategis seperti pendidikan, ekonomi, pangan, energi, kesehatan, teknologi, dan tata kelola pemerintahan.

Menurut Fajri, kritik cendekiawan harus melampaui sekadar pernyataan setuju atau tidak setuju. Kritik harus disertai penjelasan mengenai akar persoalan, analisis dampak, dan tawaran penyelesaian yang terukur.

Selain memperkuat tradisi intelektual, kepemimpinan baru Pemuda ICMI juga dihadapkan pada perubahan besar yang ditimbulkan oleh perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence), transformasi digital, perubahan geopolitik, dan pergeseran tatanan ekonomi global.

Sekretaris Jenderal terpilih, Andi Alfian Zainuddin, turut menekankan pentingnya tata kelola organisasi, konsolidasi nasional, dan kaderisasi yang berkesinambungan. Program kerja Pemuda ICMI diharapkan semakin terukur dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Sejarah Pemuda ICMI: Sejak 1993

Pemuda ICMI memiliki sejarah panjang dalam gerakan intelektual muda Muslim di Indonesia. Organisasi ini sebelumnya bernama Majelis Sinergi Kalam (Masika) ICMI, yang didirikan pada 8 Oktober 1993 di Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Kelahirannya ditandai dengan Pertemuan Nasional (Pernas) I Masika ICMI pada 8–10 Oktober 1993 yang mengusung tema “Membangun Tradisi Kecendekiawanan Kaum Muda”.

Sejumlah intelektual muda terlibat dalam proses awal pembentukan Masika, antara lain A.E. Priyono, Andrinof A. Chaniago, Yudi Latif, Hamid Basyaib, Abdul Munim, dan Ade Armando. Proses pembentukan organisasi tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh senior ICMI, seperti Marwah Daud Ibrahim, Dawam Rahardjo, Jimly Asshiddiqie, A. Watik Pratiknya, dan Adi Sasono.

Dalam perkembangannya, sejumlah figur yang pernah aktif dalam lingkungan Masika ICMI kemudian berkiprah di berbagai bidang, antara lain Andrinof A. Chaniago, Yudi Latif, dan Ferry Kurnia Rizkiyansyah.

Masika secara resmi bertransformasi menjadi Pemuda ICMI melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Jakarta pada 17 September 2022, sebagai tindak lanjut rekomendasi Muktamar ICMI 2021.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *