Semarang, PikiranBangsa.co – Tim Dosen Program Studi Akuntansi Manajerial Politeknik Negeri Semarang (Polines) mendampingi pelaku UMKM batik ecoprint yang tergabung dalam Klaster Batik Kota Semarang untuk menata keuangan usahanya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung pada 4 Agustus 2026 di Workshop Kampung Batik Kota Semarang, dengan 10 pelaku UMKM sebagai peserta.
Batik ecoprint, yang memanfaatkan pewarna alami dari daun dan bunga, makin diminati seiring tren produk ramah lingkungan. Namun di balik peluang pasar tersebut, pengelolaan keuangan para pengrajin masih sederhana. Pencatatan dilakukan manual, keuangan pribadi dan usaha belum terpisah, dan belum ada perencanaan anggaran yang jelas. Akibatnya, pelaku usaha sulit mengetahui laba sebenarnya dan keputusan produksi sering diambil berdasarkan perkiraan.
“Kami ingin pelaku usaha mengambil keputusan berdasarkan data, bukan perkiraan. Dengan anggaran dan dashboard yang sederhana, pengrajin bisa melihat arus kas dan laba usahanya sendiri, lalu menentukan produksi dan pembelian bahan baku dengan lebih tepat”, kata Arum Febriyanti Ciptaningtias, ketua tim pengabdian.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi tentang pentingnya anggaran dan literasi keuangan. Peserta kemudian berlatih langsung menyusun anggaran. Setelah itu, mereka diperkenalkan dengan dashboard keuangan digital berbasis Google Spreadsheet yang dirancang tim agar sederhana dan mudah dipakai. Dashboard ini membantu pelaku usaha mencatat transaksi dan memantau laba rugi, arus kas, serta margin keuntungan lewat tampilan grafik. Dengan perangkat ini, pengrajin dapat melihat kondisi usahanya dari data, tidak lagi dari perkiraan.
Selain pelatihan, tim menyerahkan satu buah canting cap motif kepada klaster untuk mendukung kelancaran produksi dan kualitas batik ecoprint.
“Selama ini kami mencatat seadanya, jadi tidak tahu pasti untung kami berapa. Setelah pelatihan, kami belajar menghitung biaya produksi dan membuat anggaran, jadi lebih paham arah usaha.”
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Polines dalam menghadirkan hasil keilmuan bagi masyarakat. Ke depan, tim berencana melanjutkan pendampingan, antara lain penguatan branding. Harapannya, UMKM batik ecoprint Semarang tumbuh lebih mandiri dan berdaya saing.


















