Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Puisi

Harapan Semu

×

Harapan Semu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pikiranku bagaikan lilitan benang
Dilanda sebuah kebingungan
Ntah harus berbuat apa
Terombang-ambing di lautan pikiran
Dimana, hanya aku sendiri di sana

Aku duduk diantara kegelapan dengan cahaya rembulan yang gemerlap
Merenungi sebuah kejadian
Untuk mendapatkan suatu keputusan

Example 300x600

Hei! Ini semua karna mu
Tidak bermaksud untuk menyalahkan
Tapi, memang begitu kenyataannya

Karna mu.., diri ini dilanda kebingungan
Karna mu.., aku merenung setiap malam
Kau, yang hanya memberi harapan
Tanpa adanya kepastian!

Terkadang aku berpikir
Aku yang terlalu menaruh harapan
Atau memang…
Dirimu yang hanya memberi harapan?

Hei! Sudah cukup
Sudah lelah hati dan pikiran ini kau buat kebingungan
Jika memang tidak ada kepastian darimu
Tidak usah kau memberi harapan kepadaku

Kau ingin diriku bagaimana?
Tidak cukupkah engkau membuatku bingung
Dengan segala tingkah laku mu?

Aku akui.., diriku kalah telak darimu
Dari segala tingkah laku yang kau berikan
Aku terjebak
Terjebak dalam permainanmu
Permainan yang perlahan-lahan menghanyutkan ku
Kedalam sebuah perasaan

Oleh: Sofia Ainun Hilmi Rosyida,
Siswi SMP Alam Nurul Furqon Rembang, Sekretaris OSIS, Sekretaris Dewan Galang Planet Nufo.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puisi

Enam-lima, bukan hanya angka Bukan pula cerita belaka…

Puisi

Diskresi Tersibak gelora badai hingga menabrak wajah dengan penuh canggung. Kau pun langsung terdiam dibawa bisu oleh sumpah tempat kau bertanya sepenggal kisah Rentetan perjalanan mengelabui makna. Kisah yang semestinya berbahagia di waktu-waktu silam, tapi kau masih saja meronta-ronta seperti kesetanan “Maka, ilhamilah saat kau bersanding,rebahlah jika lelah bersandar, renungkan walau hidup bersendu, tangiskan jika hendak berduka” Di situ kau akan temukan istibdad; berkuasa dalam egosentris, untuk menilai diri sendiri dan menitikkan pikiran atas segala perbuatan-perbuatan dulu yang telah tawar Jika masih begitu dan selamanya engkau tidak berkebyaran dalam gelap. Sinar-sinar hati perlahan redup—gelap menguasai tindakan itu di atas kesalahan Ibarat relung dan jeluk ke bawah tanah; yang kian bertambah silap, yang kian menjadi jati diri namun kewalahan  2025 …

Puisi

Oleh: Atena Hekmata Mellatena, Santri-Murid SMP Alam Nurul…

Puisi

Oleh: Abdul Jazid Al Ghifari, Santri-Murid Kelas XII…

Puisi

​ Oleh: Seleno Juno ​Jangan biarkan pijarnya redup,…