Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Bisnis

Jangan Tunggu Bisnis Berubah, Siapkan SDM Sebelum Terlambat

×

Jangan Tunggu Bisnis Berubah, Siapkan SDM Sebelum Terlambat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Perubahan dalam dunia bisnis sekarang terasa semakin cepat. Dulu, pedagang bisa mengandalkan penjualan langsung di toko. Sekarang, banyak usaha juga harus berjualan melalui marketplace dan media sosial agar bisa menjangkau lebih banyak pelanggan. Pembayaran yang sebelumnya banyak dilakukan secara tunai sekarang semakin sering  menggunakan QRIS. Perubahan seperti ini menunjukkan bahwa perusahaan dan pelaku usaha harus terus menyesuaikan diri. Namun, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan, yaitu kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang menjalankan bisnis tersebut.

Banyak perusahaan mulai menggunakan teknologi untuk mempercepat pekerjaan dan meningkatkan penjualan. Akan tetapi, penggunaan teknologi baru tidak selalu berjalan lancar. Bayangkan sebuah toko yang mulai menggunakan sistem kasir digital, tetapi karyawannya belum memahami cara mengoperasikannya. Pelayanan yang seharusnya lebih cepat justru bisa terhambat karena karyawan masih harus belajar sambil bekerja. Dari contoh sederhana ini, terlihat bahwa membeli teknologi saja tidak cukup. Perusahaan juga harus memastikan bahwa karyawannya siap menggunakannya.

Example 300x600

Masalah serupa bisa ditemukan pada usaha kecil yang mulai berjualan secara online. Pemilik usaha mungkin sudah membuat akun marketplace, mengunggah foto produk, dan menawarkan berbagai promosi. Namun, jika karyawan belum memahami cara mengelola pesanan, membalas pertanyaan pelanggan, atau memperbarui stok barang, usaha tersebut tetap bisa mengalami kendala. Pesanan terlambat diproses dan pelanggan kecewa bukan selalu karena teknologinya kurang baik, tetapi bisa juga karena orang yang menjalankannya belum mendapatkan pelatihan yang sesuai.

Menurut kami, persoalan seperti ini sering kali kurang diperhatikan. Perusahaan cenderung berfokus pada target penjualan, keuntungan, dan penggunaan teknologi terbaru, sementara peningkatan kemampuan karyawan dianggap sebagai urusan tambahan. Padahal, karyawan merupakan bagian penting yang menentukan apakah strategi perusahaan dapat berjalan dengan baik atau tidak.

Perkembangan kecerdasan buatan atau AI juga menambah tantangan baru. Saat ini, AI dapat membantu membuat tulisan, mengolah data, menyusun laporan, hingga memberikan ide pemasaran. Pekerjaan tertentu memang bisa menjadi lebih cepat dengan bantuan teknologi tersebut. Namun, karyawan tetap perlu memahami cara menggunakannya, memeriksa kebenaran hasilnya, dan menjaga kerahasiaan informasi perusahaan. Jika digunakan tanpa pemahaman yang cukup, teknologi justru bisa menimbulkan kesalahan baru.

Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak langsung menuntut semua karyawan untuk menguasai teknologi baru dalam waktu singkat. Kemampuan setiap orang berbeda-beda. Ada yang cepat memahami sistem baru, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu dan pendampingan. Perusahaan perlu memberikan kesempatan belajar agar perubahan tidak menjadi beban, melainkan kesempatan bagi karyawan untuk meningkatkan kemampuan.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memberikan pelatihan sesuai kebutuhan pekerjaan. Karyawan bagian pemasaran dapat dilatih menggunakan media sosial dan membaca data penjualan. Karyawan bagian administrasi dapat belajar mengelola dokumen digital, sedangkan karyawan bagian pelayanan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi dan menangani keluhan pelanggan. Pelatihan seperti ini akan lebih bermanfaat jika langsung berhubungan dengan pekerjaan sehari-hari, bukan sekadar kegiatan untuk memenuhi kewajiban perusahaan.

Selain itu, hasil pelatihan juga perlu diperhatikan. Perusahaan tidak cukup hanya menghitung jumlah karyawan yang mengikuti pelatihan, tetapi perlu melihat apakah kemampuan mereka benar-benar meningkat. Misalnya, apakah proses kerja menjadi lebih cepat, apakah kesalahan berkurang, atau apakah pelayanan kepada pelanggan menjadi lebih baik. Dengan begitu, perusahaan dapat mengetahui apakah pelatihan yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan.

Namun, tanggung jawab mempersiapkan SDM bukan hanya berada di tangan perusahaan. Karyawan juga perlu memiliki kemauan untuk belajar dan terbuka terhadap perubahan. Dalam dunia kerja yang terus berkembang, mengandalkan kemampuan yang sama selama bertahun-tahun tentu berisiko membuat seseorang kesulitan mengikuti tuntutan pekerjaan. Belajar tidak harus selalu melalui pelatihan formal. Karyawan juga bisa belajar dari rekan kerja, mencoba sistem baru dengan bimbingan, dan mencari informasi yang sesuai dengan pekerjaannya.

Meskipun demikian, perusahaan tidak boleh hanya menuntut karyawan agar terus berkembang tanpa memberikan dukungan. Waktu untuk belajar, fasilitas yang memadai, arahan dari atasan, dan pembagian beban kerja yang wajar juga perlu diperhatikan. Karyawan akan lebih mudah beradaptasi jika merasa didukung, bukan sekadar dituntut untuk mengikuti perubahan.

Pada akhirnya, perubahan bisnis tidak bisa dihindari. Teknologi akan terus berkembang, kebiasaan konsumen akan berubah, dan persaingan akan semakin beragam. Perusahaan yang ingin bertahan perlu mempersiapkan karyawannya sebelum perubahan tersebut menjadi masalah. Jangan sampai perusahaan sudah mengeluarkan banyak biaya untuk membeli teknologi baru, tetapi hasilnya tidak maksimal karena SDM belum siap menggunakannya.

Menurut kami, keberhasilan bisnis bukan hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang dimiliki, tetapi juga oleh seberapa siap manusia di dalamnya menghadapi perubahan. Sebab, teknologi bisa dibeli kapan saja, tetapi kemampuan untuk menggunakannya dengan tepat perlu dibangun melalui proses belajar dan dukungan yang berkelanjutan.

Jangan menunggu bisnis tertinggal baru mulai mempersiapkan SDM. Perubahan mungkin tidak bisa dihentikan, tetapi kesiapan manusia untuk menghadapinya bisa dimulai dari sekarang.

Oleh: Dhefani Aulia Dewi dan Sam Cay

Program Studi S1 Manajemen, Universitas Pamulang

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *