Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Puisi

Kejenuhan Hati

×

Kejenuhan Hati

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Oleh: Itqon Nashrullah, Santri-Murid Planet Nufo Rembang

Sepi menemani

Example 300x600

Setiap langkah yang ku jalani

untuk menanti, jawaban belasti

Bagi hati ini

Sudah lama aku menanti

Hingga hujan membasahi pipi

Membuatku semakin jenuh nan sepi

Manghadirkan penderitaan menyakiti

Aku berjalan tanpa tau apa ini

ketakutan akan duniawi

Menyayat hati dengan belati

Secara perlahan nan peri

Sakit, melukai

Tanpa ada yang mengobati,

Nan menamani dalam hari,

Jenuh hati menyakiti

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puisi

Enam-lima, bukan hanya angka Bukan pula cerita belaka…

Puisi

Diskresi Tersibak gelora badai hingga menabrak wajah dengan penuh canggung. Kau pun langsung terdiam dibawa bisu oleh sumpah tempat kau bertanya sepenggal kisah Rentetan perjalanan mengelabui makna. Kisah yang semestinya berbahagia di waktu-waktu silam, tapi kau masih saja meronta-ronta seperti kesetanan “Maka, ilhamilah saat kau bersanding,rebahlah jika lelah bersandar, renungkan walau hidup bersendu, tangiskan jika hendak berduka” Di situ kau akan temukan istibdad; berkuasa dalam egosentris, untuk menilai diri sendiri dan menitikkan pikiran atas segala perbuatan-perbuatan dulu yang telah tawar Jika masih begitu dan selamanya engkau tidak berkebyaran dalam gelap. Sinar-sinar hati perlahan redup—gelap menguasai tindakan itu di atas kesalahan Ibarat relung dan jeluk ke bawah tanah; yang kian bertambah silap, yang kian menjadi jati diri namun kewalahan  2025 …

Puisi

Oleh: Atena Hekmata Mellatena, Santri-Murid SMP Alam Nurul…

Puisi

Oleh: Abdul Jazid Al Ghifari, Santri-Murid Kelas XII…

Puisi

​ Oleh: Seleno Juno ​Jangan biarkan pijarnya redup,…