Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Puisi

Kering

×

Kering

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Oleh: Abdullah Putra Gemilang

Wakil Ketua Pondok Pesantren Planet Nufo Periode 2023-2024, Gitaris Benefit Band Planet Nufo

Example 300x600

Saat mereka duduk di kursi empuk penuh tipu
Banyak jiwa yang mereka biarkan penuh pilu
Jiwa – jiwa yang terbengkalai nan lusuh
Yang dibiarkan mengering tanpa dibasuh

Dahulu, aku menutup mata di segala keadaan
Sampai dimana aku terbangun dan disadarkan
Tersadar oleh lagu hindia yang kerap kudengarkan
Betapa banyak jiwa – jiwa yang bingung mencari tempat berpulang

Maaf atas segala tidak acuh ku
Maaf atas tangis kalian yang penuh sendu
Maaf atas semua keadilan yang tampak rancu
Dan maaf pula atas segala kebingungan “bisakah kita terus membasuh”

Jiwa – jiwa baik, yang ingin terus memberi walau tak suci
Yang tetap ingin mengobati walau membiru
Yang kuat melewati masa – masa yang perih dengan tetap mengasihi
Tetap kuat melewati semua tanpa memperhitungkan masa yang lalu

Ku tetap berdoa, kalian menemukan makna hidup kalian disini
Walau harus melewati semua sedih

(source : Hindia – membasuh, korban – korban kebangsatan oknum sialan)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puisi

Enam-lima, bukan hanya angka Bukan pula cerita belaka…

Puisi

Diskresi Tersibak gelora badai hingga menabrak wajah dengan penuh canggung. Kau pun langsung terdiam dibawa bisu oleh sumpah tempat kau bertanya sepenggal kisah Rentetan perjalanan mengelabui makna. Kisah yang semestinya berbahagia di waktu-waktu silam, tapi kau masih saja meronta-ronta seperti kesetanan “Maka, ilhamilah saat kau bersanding,rebahlah jika lelah bersandar, renungkan walau hidup bersendu, tangiskan jika hendak berduka” Di situ kau akan temukan istibdad; berkuasa dalam egosentris, untuk menilai diri sendiri dan menitikkan pikiran atas segala perbuatan-perbuatan dulu yang telah tawar Jika masih begitu dan selamanya engkau tidak berkebyaran dalam gelap. Sinar-sinar hati perlahan redup—gelap menguasai tindakan itu di atas kesalahan Ibarat relung dan jeluk ke bawah tanah; yang kian bertambah silap, yang kian menjadi jati diri namun kewalahan  2025 …

Puisi

Oleh: Atena Hekmata Mellatena, Santri-Murid SMP Alam Nurul…

Puisi

Oleh: Abdul Jazid Al Ghifari, Santri-Murid Kelas XII…

Puisi

​ Oleh: Seleno Juno ​Jangan biarkan pijarnya redup,…