Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
News

Yayasan Ar-Raudhotun Nur Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat tentang Bahaya Narkoba

×

Yayasan Ar-Raudhotun Nur Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat tentang Bahaya Narkoba

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Garut, PikiranBangsa.co — Selasa (08/09/26), Yayasan Ar-Raudhotun Nur menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat terkait Bahaya Narkoba sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran keluarga, peserta didik, dan masyarakat terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika. Kegiatan tersebut diikuti oleh orang tua dan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan di lingkungan Yayasan Ar-Raudhotun Nur, mulai dari RA, MI, MTs, hingga Pondok Pesantren. Sosialisasi menghadirkan Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Kabupaten Garut, Yanri Pratiwi, M.I.Kom., sebagai narasumber. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat secara bersama-sama.

Dalam paparannya, Yanri Pratiwi menjelaskan bahwa narkoba bukan persoalan yang jauh dari kehidupan masyarakat. Menurutnya, berbagai bentuk zat maupun benda yang dapat menimbulkan ketergantungan perlu diwaspadai karena dapat menjadi pintu masuk menuju perilaku penyalahgunaan zat berbahaya. Yanri mencontohkan penggunaan lem Aibon yang semestinya digunakan sebagai perekat, tetapi disalahgunakan oleh sebagian orang untuk mendapatkan sensasi tertentu atau ketenangan. “Narkoba itu sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Pemicu awalnya bisa berasal dari ketergantungan terhadap sesuatu yang dianggap mampu memberikan ketenangan,” ujar Yanri di hadapan peserta sosialisasi.

Example 300x600

Yanri menegaskan bahwa pemahaman tersebut penting diberikan sejak dini agar anak-anak mampu mengenali risiko dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan maupun ajakan yang dapat membahayakan masa depan mereka. Yanri juga menyoroti rokok sebagai salah satu hal yang perlu mendapat perhatian serius dari keluarga dan lingkungan pendidikan. Menurutnya, kebiasaan merokok pada usia anak dan remaja dapat menjadi salah satu faktor risiko yang perlu dicegah melalui pengawasan dan edukasi yang tepat. Karena itu, orang tua tidak cukup hanya memberikan larangan, tetapi juga perlu membangun komunikasi yang terbuka dengan anak serta mengetahui lingkungan pergaulannya. “Orang tua dan masyarakat harus bersinergi. Jangan sampai kita menyerahkan seluruh tanggung jawab kepada sekolah atau BNN. Generasi bangsa adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Yanri juga memaparkan peran BNN dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika, termasuk langkah yang dapat ditempuh ketika seseorang telah mengalami ketergantungan. Yanri menjelaskan pentingnya penanganan yang tepat terhadap korban, termasuk ketika mengalami kondisi sakau, dengan mengedepankan bantuan profesional dan rehabilitasi, bukan tindakan yang justru memperburuk kondisi korban.

Sementara itu, Ketua Yayasan Ar-Raudhotun Nur, KH. Adis Abdullah Effendi, menegaskan bahwa ancaman narkoba harus menjadi perhatian serius seluruh komponen pendidikan. Menurutnya, narkoba bukan hanya merusak kesehatan seseorang, tetapi juga dapat menghancurkan cita-cita, keluarga, bahkan masa depan bangsa apabila generasi muda menjadi korbannya. “Narkoba mampu menghancurkan mimpi sebuah bangsa. Terlebih ketika yang menjadi korbannya adalah para pelajar, karena mereka adalah generasi yang sedang dipersiapkan untuk melanjutkan perjuangan bangsa,” ujar KH. Adis.

KH. Adis menilai pendidikan agama, pembentukan karakter, pendampingan keluarga, dan lingkungan pergaulan yang sehat merupakan bagian penting dalam membangun benteng perlindungan bagi peserta didik. Yayasan pun berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, religius, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara utuh.

Kegiatan sosialisasi tersebut menjadi momentum penting bagi Yayasan Ar-Raudhotun Nur untuk memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan, orang tua, BNN, dan masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini. Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai bahaya narkoba, tetapi juga diajak meningkatkan kepedulian terhadap berbagai perilaku yang berpotensi mengarah pada ketergantungan.

Pencegahan dinilai akan lebih efektif apabila dilakukan secara berkelanjutan melalui komunikasi, pengawasan, keteladanan, serta pemberian ruang positif bagi anak dan remaja untuk berkembang. Dengan sinergi tersebut, lingkungan RA, MI, MTs, dan Pondok Pesantren di bawah Yayasan Ar-Raudhotun Nur diharapkan mampu menjadi ruang pendidikan yang tidak hanya mencetak peserta didik berilmu dan berkarakter, tetapi juga generasi yang memiliki keteguhan diri untuk mengatakan tidak terhadap narkoba dan berbagai bentuk penyalahgunaan zat berbahaya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *