Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Feature

Merawat Silaturahmi, Menumbuhkan Kedewasaan Sosial

×

Merawat Silaturahmi, Menumbuhkan Kedewasaan Sosial

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Cilacap, PikiranBangsa.co – Lingkar Kebaikan menggelar Kajian Literatif bertema silaturahmi sebagai upaya memperkuat relasi sosial berbasis nilai.
Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 14 April 2026 di Forclov Coffee and Eatery, Jl. Dr. Soetomo, Cilacap.

Example 300x600

Puluhan pegiat literasi hadir dalam suasana hangat dan dialogis, menandai tingginya antusiasme terhadap ruang belajar yang reflektif.
Forum ini menjadi wadah bertemunya gagasan, pengalaman, dan nilai-nilai kehidupan yang membumi.

Kajian menghadirkan narasumber Ustaz KH. Dani Muhammad Saeful Mubarok, yang akrab disapa Ustaz Dani (Uda).
Dengan gaya penyampaian yang sederhana namun mendalam, beliau mengajak peserta memahami makna silaturahmi secara utuh.

Dalam pemaparannya, Uda menegaskan bahwa tanda kedewasaan seseorang terletak pada kemampuannya untuk saling memaafkan.
Nilai ini menjadi fondasi penting dalam menjaga hubungan yang sehat dan berkelanjutan.

Ia juga mengutip pesan bahwa siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya menyambung silaturahmi.
Pesan tersebut menegaskan dimensi spiritual dan sosial yang saling terhubung dalam kehidupan manusia.

Lebih lanjut, Uda menjelaskan empat fondasi utama dalam membangun silaturahmi yang kokoh.
Fondasi ini menjadi kerangka praktis sekaligus reflektif dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama adalah taaruf, yakni proses saling mengenal sebagai pintu awal membangun kedekatan.
Tanpa pengenalan, hubungan akan kehilangan arah dan makna.

Kedua adalah tafahum, yaitu saling memahami, termasuk di dalamnya saling mengingatkan dan memaafkan.
Pemahaman ini menjadi jembatan untuk meredam konflik dan memperkuat empati.

Ketiga adalah ta’awun, yakni semangat saling menolong dalam kebaikan.
Nilai ini menciptakan ekosistem sosial yang saling menguatkan dan tidak individualistik.

Keempat adalah takaful, yaitu rasa saling memiliki dan menghadirkan kenyamanan dalam hubungan.
Pada titik ini, silaturahmi tidak sekadar interaksi, tetapi menjadi ruang aman bagi setiap individu.

Melalui kajian ini, Lingkar Kebaikan tidak hanya menghadirkan ruang diskusi, tetapi juga ruang transformasi.
Silaturahmi dipahami bukan sekadar tradisi, melainkan strategi membangun peradaban yang lebih manusiawi. (Gun)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *