Pikiranbangsa.co, Rembang – Memperingati Hari Kartini tahun 2026, Korps HMI-Wati (Kohati) Badan Koordinasi (Badko) HMI Jawa Tengah-D.I. Yogyakarta mengambil langkah nyata dalam memperkuat intelektualitas perempuan. Melalui agenda bertajuk “Kartini Menulis”, Kohati Badko Jateng-DIY secara resmi meluncurkan Gerakan Pelopor Literasi (GPL) di Kabupaten Rembang.
Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi kader Kohati untuk merefleksikan kembali api perjuangan Raden Ajeng Kartini. Rembang, yang merupakan tempat peristirahatan terakhir sang pahlawan, dipilih secara simbolis sebagai titik awal gerakan untuk menghidupkan kembali tradisi berpikir kritis melalui tulisan.
Melawan Hoaks dengan Intelektualitas
Gerakan Pelopor Literasi (GPL) Rembang diinisiasi sebagai wadah strategis bagi perempuan, khususnya kader Kohati dan generasi muda, untuk aktif menyelami dunia literasi. Ketua Umum Kohati Badko Jateng-DIY, Indah Nur Fadlillah, M.M., menegaskan bahwa peran perempuan dalam literasi adalah kunci menghadapi tantangan zaman, terutama dalam memerangi penyebaran hoaks.
“Semangat Kartini bukan sekadar tentang perayaan simbolis atau busana kebaya, melainkan tentang kekuatan pikiran yang dituangkan dalam tulisan. Melalui peluncuran GPL di Rembang ini, kami ingin meneguhkan kembali bahwa perempuan adalah pilar utama literasi bangsa,” ujar Indah Nur Fadlillah dalam sambutannya.
Program Berkelanjutan dan Pengabdian
Program GPL ini tidak berhenti pada seremoni peluncuran semata. Kohati Badko Jateng-DIY telah merancang rangkaian agenda berkelanjutan, di antaranya:
- Pelatihan Kepenulisan: Mengasah kemampuan teknis menulis opini, esai, dan karya ilmiah.
- Diskusi Buku: Membedah pemikiran tokoh untuk memperluas cakrawala berpikir.
- Pengabdian Literasi: Terjun langsung ke desa-desa di wilayah Rembang untuk menumbuhkan minat baca masyarakat.
Fokus utama gerakan ini adalah melahirkan penulis-penulis perempuan baru yang mampu menyuarakan isu-isu kemanusiaan, keadilan, serta kesetaraan gender secara substantif.
Menuju Rembang Sebagai Pusat Literasi Perempuan
Dengan peluncuran gerakan ini, Kohati Badko Jateng-DIY berharap Kabupaten Rembang dapat bertransformasi menjadi pusat pergerakan literasi perempuan di Jawa Tengah. Harapannya, marwah “Kartini Menulis” dapat hidup kembali sebagai wujud nyata perjuangan kaum intelektual perempuan di era modern.
Peringatan Hari Kartini 2026 ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga nyala api literasi agar tetap abadi—dimulai dari jemari perempuan yang menulis demi sebuah perubahan.


















