Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Dunia KampusRegional

Pengalaman Mahasiswa KPI Menjelajahi Dunia Broadcasting dan Jurnalistik di TVRI Jateng

×

Pengalaman Mahasiswa KPI Menjelajahi Dunia Broadcasting dan Jurnalistik di TVRI Jateng

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072
Example 468x60

Pikiranbangsa.co, Semarang – Pada 14 April 2026, mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Salatiga melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke TVRI Jawa Tengah yang berlokasi di Kota Semarang. Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari implementasi pembelajaran di kelas ke dalam praktik langsung di dunia penyiaran. Melalui kunjungan ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga menyaksikan secara langsung bagaimana proses broadcasting dijalankan dalam lingkungan profesional.

Dalam sesi pemaparan, mahasiswa diajak menelusuri sejarah berdirinya TVRI sebagai lembaga penyiaran publik pertama di Indonesia sejak tahun 1962. Perkembangan TVRI yang kemudian melahirkan stasiun daerah, termasuk TVRI Jawa Tengah, menunjukkan upaya adaptasi media dalam menjangkau audiens lokal. Hal ini memberikan pemahaman bahwa dunia penyiaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian informasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga identitas budaya daerah.

Example 300x600

Eksplorasi mahasiswa semakin mendalam ketika diperkenalkan dengan berbagai program unggulan TVRI Jawa Tengah. Program seperti “Ketoprak” dan “Paginyongan” menjadi contoh nyata bagaimana televisi publik mengemas konten budaya menjadi tayangan yang edukatif sekaligus menghibur. Dari sini, mahasiswa dapat melihat bahwa teori mengenai komunikasi massa dan produksi konten memiliki relevansi kuat dalam praktik penyiaran yang sesungguhnya.

Tidak hanya berhenti pada aspek konten, mahasiswa juga diajak memahami alur produksi berita secara menyeluruh. Proses dimulai dari peliputan oleh kontributor lapangan, dilanjutkan dengan penulisan naskah oleh tim redaksi, hingga tahap penyuntingan oleh editor. Setiap tahapan menunjukkan pentingnya ketelitian, kerja sama tim, serta penerapan kaidah jurnalistik yang telah dipelajari di bangku perkuliahan.

Oplus_131072

Puncak pengalaman “dari teori ke layar kaca” terlihat ketika mahasiswa menyaksikan proses akhir produksi, mulai dari dubbing hingga penyampaian berita secara langsung oleh anchor melalui live streaming. Pengalaman ini memberikan gambaran konkret tentang dinamika dunia broadcasting yang cepat, terstruktur, dan profesional. Melalui kegiatan KKL ini, mahasiswa KPI diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan teoritis dengan keterampilan praktis sebagai bekal dalam menghadapi dunia kerja di bidang penyiaran.

Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan penjelasan langsung tentang peran seorang anchor saat menyampaikan berita di studio. Seorang anchor tidak hanya dituntut untuk memiliki keterampilan berbicara yang baik, tetapi juga harus bisa membaca naskah dari teleprompter dengan lancar dan natural. Teleprompter membantu anchor menyampaikan informasi secara terstruktur tanpa terlihat sedang membaca teks, sehingga komunikasi terasa lebih hidup dan profesional. Dalam praktiknya, anchor juga perlu menjaga intonasi, ekspresi wajah, serta tatapan mata ke arah kamera agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan jelas oleh penonton.

Mahasiswa kemudian diajak untuk mengunjungi ruang kontrol (control room), yang merupakan pusat pengendalian dari seluruh proses penyiaran. Di ruangan ini terdapat berbagai perangkat canggih yang digunakan untuk mengatur jalannya siaran langsung, kualitas suara, hingga pencahayaan di studio. Operator di ruang kontrol bekerja secara terkoordinasi untuk memastikan setiap elemen siaran berjalan dengan baik dan minim kesalahan. Dari situ, mahasiswa memahami bahwa keberhasilan sebuah program televisi tidak hanya tergantung pada penampilan di depan layar, tetapi juga pada kerja tim di belakang layar yang mengatur aspek teknis secara detail dan profesional.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *