Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Dunia KampusE-Koran

Mahasiswa KPI UIN Salatiga Dalami Strategi Komunikasi Publik di Kementerian Pekerjaan Umum

×

Mahasiswa KPI UIN Salatiga Dalami Strategi Komunikasi Publik di Kementerian Pekerjaan Umum

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, 15 April 2026 – Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah UIN Salatiga kembali melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) melalui kunjungan edukatif ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Kegiatan ini menjadi bagian dari outing class yang bertujuan memperluas wawasan mahasiswa terkait praktik komunikasi publik di tingkat nasional.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemaparan mengenai arah kebijakan pengelolaan komunikasi publik dan kehumasan Kementerian PU, khususnya dalam membangun kepercayaan publik terhadap pelayanan infrastruktur. Hal ini sejalan dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam program prioritas pemerintah, termasuk penguatan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah.

Example 300x600

Kementerian PU juga memperkenalkan program strategis PU608, yang menjadi acuan pembangunan infrastruktur periode 2025–2029. Program ini menargetkan efisiensi investasi, pengentasan kemiskinan menuju nol persen, serta pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen per tahun. Upaya tersebut diwujudkan melalui pembangunan dan revitalisasi infrastruktur seperti jalan, jembatan, bendungan, hingga penyediaan layanan dasar seperti sanitasi dan air bersih.

Dalam konteks komunikasi publik, Kementerian PU menekankan pentingnya pengelolaan komunikasi yang terencana dan berkelanjutan. Proses komunikasi dilakukan melalui siklus manajemen yang meliputi riset, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Tujuannya adalah membangun hubungan yang baik antara pemerintah dan masyarakat sekaligus menjaga citra institusi agar tetap positif.

Namun, di era digital saat ini, tantangan komunikasi publik semakin kompleks. Persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah tidak hanya ditentukan oleh hasil kerja di lapangan, tetapi juga oleh kecepatan dan kejelasan respons terhadap keluhan publik. Aduan terkait infrastruktur, seperti kerusakan jalan dan jembatan, kini banyak disampaikan melalui media sosial, media online, hingga kanal pengaduan resmi.

Karakteristik keluhan publik yang cepat viral dan berbasis visual menuntut pemerintah untuk merespons secara cepat, transparan, dan akurat. Keterlambatan dalam merespons berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat, meskipun penanganan sebenarnya telah dilakukan. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kinerja pemerintah dan persepsi publik.

Untuk mengatasi hal tersebut, komunikasi publik memiliki peran strategis, mulai dari deteksi dini isu melalui media monitoring, penyampaian klarifikasi, hingga memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada masyarakat. Selain itu, komunikasi juga berfungsi menjembatani bahasa teknis menjadi lebih mudah dipahami publik.

Kementerian PU juga mengoptimalkan berbagai strategi keterbukaan informasi publik, seperti pemanfaatan media sosial, kerja sama dengan media dan key opinion leader, serta penguatan kanal digital layanan informasi. Berbagai platform komunikasi digunakan secara terintegrasi, mulai dari website, media sosial, hingga kegiatan publikasi seperti press release dan talk show.

Dalam hal pelayanan publik, Kementerian PU menyediakan berbagai kanal pengaduan, di antaranya sistem SP4N-LAPOR!, aplikasi Jalan Kita, layanan contact center, hingga kanal media sosial seperti #HaloPakDody. Seluruh kanal tersebut terintegrasi dalam sistem respons cepat yang menggabungkan aspek teknis dan komunikasi.

Selain itu, prinsip komunikasi responsif menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik, yaitu cepat, transparan, akurat, konsisten, dan humanis. Kepercayaan masyarakat dibangun melalui kombinasi antara penanganan nyata di lapangan, respons yang cepat, serta komunikasi yang terbuka.

Menutup kegiatan, disampaikan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan kewajiban institusi pemerintah sebagai bentuk akuntabilitas kepada masyarakat. Di era digital, transparansi menjadi semakin penting karena masyarakat dapat dengan mudah mengakses, menilai, dan merespons informasi yang disampaikan.

Melalui kunjungan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami secara komprehensif bagaimana komunikasi publik dikelola di tingkat kementerian, serta menyadari bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kerja nyata, tetapi juga oleh kemampuan komunikasi dalam membangun kepercayaan publik.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *