Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
PuisiSastra

Sublimasi Vasopressin

×

Sublimasi Vasopressin

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sudah lama sekali aku tak merasakan ini
Merasa hampa
Namun hampa yang sesungguhnya
Hampa yang sebagaimana semestinya

Sejak ungkapan sarkas itu
Sejak ungkapan kritik itu
Sejak umpatan umpatan itu
Sejak segala kata kotor dari mulutmu
Jarum hidupku berubah seratus delapan puluh derajat

Example 300x600

Tak ada didalamnya kata maaf
Tak ada didalamnya kata terimakasih
Tak ada didalamnya kata mohon
Semua kata itu penuh dengan kotoran

Aku sadar
Aku mengakuinya
Tapi harus seperti itukah caranya
Harus seperti itu kah kau mengungkapkan nya

Aku tak menyangka
Merasakan kembali hampa
Hampa yang sebagaimana semestinya
Hampa yang sebagaimana hakikatnya

Cepat sekali
Bak Sublimasi
Yang amat cepat
Dan tak terkendali

Oleh: Raktaa Rajendra, Ketua OSIS Bidang Rohani SMA Al-Kautsar Labschool, Anggota Saka Wanabakti Angkatan 34 Kota Bandung

Example 300250
Example 120x600

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puisi

Enam-lima, bukan hanya angka Bukan pula cerita belaka…

Puisi

Diskresi Tersibak gelora badai hingga menabrak wajah dengan penuh canggung. Kau pun langsung terdiam dibawa bisu oleh sumpah tempat kau bertanya sepenggal kisah Rentetan perjalanan mengelabui makna. Kisah yang semestinya berbahagia di waktu-waktu silam, tapi kau masih saja meronta-ronta seperti kesetanan “Maka, ilhamilah saat kau bersanding,rebahlah jika lelah bersandar, renungkan walau hidup bersendu, tangiskan jika hendak berduka” Di situ kau akan temukan istibdad; berkuasa dalam egosentris, untuk menilai diri sendiri dan menitikkan pikiran atas segala perbuatan-perbuatan dulu yang telah tawar Jika masih begitu dan selamanya engkau tidak berkebyaran dalam gelap. Sinar-sinar hati perlahan redup—gelap menguasai tindakan itu di atas kesalahan Ibarat relung dan jeluk ke bawah tanah; yang kian bertambah silap, yang kian menjadi jati diri namun kewalahan  2025 …

Puisi

Oleh: Atena Hekmata Mellatena, Santri-Murid SMP Alam Nurul…

Puisi

Oleh: Abdul Jazid Al Ghifari, Santri-Murid Kelas XII…

Cerpen

Oleh: Nada Ichda Silcha, Santri-Murid Kelas VII SMP…