Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
PuisiSastra

Untuk Kesekian Kali, Lagi dan Lagi

×

Untuk Kesekian Kali, Lagi dan Lagi

Sebarkan artikel ini
Images (21)
Example 468x60

Lagi dan Lagi

Aku menepi,

Example 300x600

Lagi dan lagi

Untukk kesekian kalinya

Aku sendiri

Aku terdiam

Sesaat pikiran kosong terpenuhi

Lagi dan lagi

Hingga sebersit itu terulang lagi

Kau kemana?

Lagi dan lagi

Aku merasakan tamparan pergi

Dan tak akan pernah kembali

Aku rindu

Lagi dan lagi

Aku tertampar oleh waktu

Terjebak dalam bayangnya yang menghantui

Aku terdiam,

Berharap yang tak pasti

Pada seseorang yang entah kemananKeberadaanya pun,

tak pernah kudengar lagi

Aku mematung,

Merasakan dinginnya angin malam

Lagi dan lagi

Aku berhalusianasi

Tentangnya, karenanya

Aku rindu

Namun, itu sangt menyakiti

seolah aku tak pernah mengerti

Aku tahu,

Takdir menyuruhku pergi

Alam semesta menyuruhku lupa

Lantas??Aku masih merindukannya

Lagi, dan lagi.

Oleh: Putri Aisyah Nurul Iman, Santri-Murid Planet Nufo Rembang

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puisi

Enam-lima, bukan hanya angka Bukan pula cerita belaka…

Puisi

Diskresi Tersibak gelora badai hingga menabrak wajah dengan penuh canggung. Kau pun langsung terdiam dibawa bisu oleh sumpah tempat kau bertanya sepenggal kisah Rentetan perjalanan mengelabui makna. Kisah yang semestinya berbahagia di waktu-waktu silam, tapi kau masih saja meronta-ronta seperti kesetanan “Maka, ilhamilah saat kau bersanding,rebahlah jika lelah bersandar, renungkan walau hidup bersendu, tangiskan jika hendak berduka” Di situ kau akan temukan istibdad; berkuasa dalam egosentris, untuk menilai diri sendiri dan menitikkan pikiran atas segala perbuatan-perbuatan dulu yang telah tawar Jika masih begitu dan selamanya engkau tidak berkebyaran dalam gelap. Sinar-sinar hati perlahan redup—gelap menguasai tindakan itu di atas kesalahan Ibarat relung dan jeluk ke bawah tanah; yang kian bertambah silap, yang kian menjadi jati diri namun kewalahan  2025 …

Puisi

Oleh: Atena Hekmata Mellatena, Santri-Murid SMP Alam Nurul…

Puisi

Oleh: Abdul Jazid Al Ghifari, Santri-Murid Kelas XII…

Cerpen

Oleh: Nada Ichda Silcha, Santri-Murid Kelas VII SMP…