Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Entertainment

Wisata Pentungan Sari, Destinasi Alam Berbasis BUMDes yang Lestarikan Potensi Alam ‎dan Budaya Desa Toyomarto

×

Wisata Pentungan Sari, Destinasi Alam Berbasis BUMDes yang Lestarikan Potensi Alam ‎dan Budaya Desa Toyomarto

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pikiranbangsa.co, Malang – Wisata Pentungan Sari di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten ‎Malang, menjadi salah satu destinasi wisata berbasis desa yang menawarkan keindahan ‎alam, sumber mata air alami, serta nuansa budaya lokal. Dikelola oleh BUMDes Arjuna sejak ‎‎2019, wisata ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga memberikan kontribusi ‎terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) yang dimanfaatkan untuk pembangunan masyarakat. ‎

Direktur BUMDes Arjuna Desa Toyomarto, Erlanda Vicky Oktadia, menjelaskan bahwa ‎kawasan wisata tersebut sebelumnya merupakan embung yang dimanfaatkan sebagai tempat ‎pembesaran ikan lele. Seiring adanya program pembentukan Badan Usaha Milik Desa ‎‎(BUMDes) pada 2018, pemerintah desa bersama masyarakat bersepakat mengalihfungsikan ‎kawasan tersebut menjadi destinasi wisata.‎

Example 300x600

‎”Karena Toyomarto belum memiliki destinasi wisata, akhirnya melalui musyawarah desa kami ‎sepakat memanfaatkan tanah kas desa ini menjadi objek wisata. Potensi air yang melimpah ‎menjadi alasan utama karena mampu memenuhi kebutuhan kolam renang sepanjang tahun,” ‎ujar Erlanda. ‎

Pengembangan wisata dilakukan secara bertahap menggunakan dana desa hingga ‎menghadirkan kolam renang anak, kolam renang dewasa, joglo, gazebo, serta berbagai ‎fasilitas penunjang lainnya. Selain wisata rekreasi, Pentungan Sari juga menawarkan paket ‎wisata edukasi seperti pembuatan wayang suket, kelas tari, dan pelatihan gamelan sebagai ‎upaya mengenalkan budaya lokal kepada pengunjung. ‎

Nama Pentungan Sari sendiri memiliki dua versi yang berkembang di masyarakat. Versi ‎pertama menyebut nama tersebut berasal dari rumput pentungan yang dahulu tumbuh di ‎sekitar sumber mata air yang jernih atau sari. Sementara versi lainnya merupakan cerita ‎rakyat tentang seekor babi hutan yang terluka kemudian meminum air dari sumber tersebut ‎hingga kembali sehat dan berlari ke hutan. Hingga kini, masyarakat juga masih melestarikan ‎tradisi Dramatirtacara, yakni prosesi penyatuan air dari tujuh sumber mata air yang ‎dilaksanakan setiap bulan Suro dalam rangka Hari Jadi Desa Toyomarto. ‎

Menurut Erlanda, daya tarik utama Wisata Pentungan Sari bukan hanya fasilitasnya, tetapi ‎juga keaslian lingkungan yang tetap dipertahankan.‎

‎”Kami menjual keasliannya. Kontur tanah tidak banyak kami ubah, pohonnya juga tetap asli. ‎Suasana yang sejuk seperti ini sudah mulai sulit ditemukan di daerah perkotaan,” katanya. ‎

Seluruh pengelolaan wisata dilakukan oleh BUMDes Arjuna dengan melibatkan masyarakat ‎sekitar sebagai tenaga kerja sesuai kebutuhan dan kompetensi. Hingga saat ini, pengelola ‎memilih mengembangkan wisata secara mandiri tanpa melibatkan investor agar pengelolaan ‎tetap berorientasi pada kepentingan desa. ‎

Keberadaan Wisata Pentungan Sari juga memberikan dampak ekonomi bagi Desa Toyomarto. ‎Setiap tahun, keuntungan yang diperoleh BUMDes disalurkan sebagai Pendapatan Asli Desa ‎‎(PADes) dan dimanfaatkan kembali melalui program pembangunan, salah satunya membantu ‎renovasi rumah warga yang tidak layak huni. ‎

Sementara itu, Ketua RW 04 Desa Toyomarto, Agus Sugianto, turut menjelaskan perjalanan ‎awal kawasan tersebut sebelum menjadi objek wisata.‎

‎”Dulu tempat ini merupakan kolam lele. Namun karena pengelolaannya oleh pemuda saat itu ‎kurang optimal sehingga pemasukan dan pengeluaran tidak seimbang, akhirnya kawasan ini ‎dialihkan menjadi kolam renang dan dikembangkan sebagai tempat wisata,” jelas Agus ‎Sugianto. ‎

Ke depan, pengelola berencana menambah berbagai fasilitas, seperti area permainan anak ‎bertema alam, wahana outbound, jembatan gantung, serta musala yang lebih representatif. ‎Pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus ‎memperkuat daya saing Wisata Pentungan Sari sebagai destinasi wisata alam dan edukasi di ‎Kabupaten Malang. ‎

Erlanda berharap pengelolaan wisata ke depan dapat dilakukan secara lebih profesional ‎dengan melibatkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang pariwisata.‎

‎”Setiap orang pasti membutuhkan ketenangan. Tempatnya sudah kami siapkan. Silakan datang ‎dan nikmati suasana bersama keluarga. Kami juga memperbolehkan pengunjung membawa ‎makanan sendiri agar momen berkumpul bersama keluarga terasa lebih hangat,” tutupnya. ‎

Penulis: Setyaning Puspita Sari, Jurnalistik KKN-T 08 Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *