Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Cerpen

Pahlawan Tanpa Mahkota

×

Pahlawan Tanpa Mahkota

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Oleh: Raihan Najibun Nuha Putra Mahen, Santri-Murid SMP Alam Nurul Furqon (Planet Nufo) Rembang asal Boyolali

Suatu hari di Prapatan Bermuda.

Example 300x600

Angin berhembus pelan, matahari mulai terbenam. Suasana kota tak lagi damai. Konflik terjadi di mana-mana, salah satunya antara para pelajar dan pejabat setempat.

“Jeb derrr!”

Suara letusan kembang api memecah langit senja. Kembang api itu diarahkan ke kantor pejabat. Para pelajar meluapkan amarah mereka atas dugaan penggelapan dana pendidikan. Di antara mereka ada Ujang, siswa SMK Tadika Mesra Bermuda.

Ujang sangat geram. Dana PIP yang seharusnya ia terima dipotong hingga 60 persen. Bagi Ujang, itu bukan sekadar angka, tapi harapan.

Sore itu, Ujang bersama pelajar lainnya mendatangi kantor pejabat untuk menyampaikan kritik dan saran. Namun, tak satu pun dari mereka didengar. Pintu tertutup rapat, suara mereka dianggap angin lalu.

Malam harinya, Ujang dan teman-temannya merencanakan aksi besar-besaran. Ia mengajak seluruh pelajar yang merasa dirugikan untuk turun ke jalan dan mendatangi kantor pejabat.

Keesokan harinya, pelajar dari berbagai sekolah memadati Prapatan Bermuda. Mereka menuntut pejabat itu turun dari jabatannya. Mereka yakin, uang rakyat yang seharusnya untuk pendidikan telah disalahgunakan.

“Turunkan pejabat kita!” teriak Ujang dengan keras.

Tiba-tiba, polisi melemparkan gas air mata. Kerumunan pun pecah. Para pelajar mencoba meruntuhkan pagar pembatas, tetapi usaha itu sia-sia.

Amarah memuncak. Dalam keadaan kalap, Ujang datang membawa solar berliter-liter. Ia menyiramkannya ke arah kantor dan membakarnya. Tak disadarinya, sebuah mobil polisi melaju ugal-ugalan ke arah kerumunan.

“Brukk!”

Ujang terlempar dan terkapar tak berdaya. Ia dilarikan ke rumah sakit, namun nasib berkata lain. Nyawanya tak tertolong.

Tangis ibunya pecah saat mengetahui Ujang telah tiada. Kejadian itu membekas dalam ingatan para pelajar. Ujang gugur tanpa tanda jasa, tanpa penghargaan, tanpa mahkota.

Ia hanya seorang pelajar biasa yang menuntut keadilan.

Tamat.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cerpen

Oleh: Raihan Najibun Nuha Putra Mahen, Santri-Murid SMP…

Cerpen

Oleh: Adam Mahir Zain, Santri-Murid SMP Alam Nurul…

Cerpen

Oleh: Raihan Najibun Nuha Putra Mahen, Santri-Murid SMP…

Cerpen

Oleh: Putri Syakseiah Mahiraswara, Santri-Murid Kelas XI Pesantren-Sekolah…