Semarang, PikiranBangsa.co – HIPMI Syariah Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Halal Bi Halal dan Rapat Kerja pada Rabu, 15 April 2026 di Mandiri University Semarang. Mengusung tema “Sinergi Tanpa Batas, Usaha Naik Kelas”, kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus penguatan arah gerak organisasi dalam mengembangkan usaha berbasis syariah.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus, anggota, serta sejumlah tokoh penting. Ketua HIPMI Syariah Jawa Tengah, Muhammad Shabiq, dalam sambutannya menekankan bahwa penguatan usaha syariah perlu ditopang oleh tiga pilar utama, yaitu silaturahmi, kolaborasi, dan spiritualitas. Ketiga aspek ini dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem usaha yang tidak hanya berkembang, tetapi juga memberikan kebermanfaatan luas bagi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa HIPMI Syariah Jawa Tengah saat ini tengah berupaya membangun sistem organisasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Dengan sistem yang baik, diharapkan setiap program dan kegiatan mampu memberikan dampak nyata bagi umat.
“Fokus kita adalah membangun sistem yang kuat di HIPMI Syariah agar dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Semarang sekaligus Pembina HIPMI Syariah Jawa Tengah, Iswar Aminuddin. Dalam arahannya, ia menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah pesatnya arus globalisasi dan keterbukaan informasi.
Menurutnya, kondisi tersebut membawa dampak besar terhadap dunia usaha, termasuk munculnya pengaruh liberalisme yang tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, generasi muda dituntut untuk memiliki kesiapan, baik secara intelektual maupun spiritual, agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan yang cepat.
“Ke depan, tantangan semakin kompleks. Keterbukaan informasi menuntut kita untuk adaptif, namun tetap menjaga nilai keimanan kepada Allah SWT,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menjalankan usaha. Dunia bisnis tidak lepas dari berbagai godaan, sehingga diperlukan komitmen dan keteguhan iman agar usaha yang dijalankan tetap berada dalam prinsip syariah dan membawa kemaslahatan.
“Berbisnislah di tengah masyarakat dengan penuh kewaspadaan. Pastikan setiap langkah usaha kita tetap memberikan manfaat dan tidak keluar dari nilai-nilai syariah,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, HIPMI Syariah Jawa Tengah berharap dapat mempererat sinergi antar anggota serta mendorong peningkatan kualitas usaha, sehingga mampu beradaptasi dan bersaing di tengah dinamika zaman tanpa meninggalkan prinsip-prinsip syariah.


















