Arsenal harus menelan pil pahit usai takluk dari Paris Saint-Germain (PSG) pada partai final Liga Champions musim 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung sengit di Puskás Aréna, Budapest, tersebut harus diselesaikan melalui drama adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga akhir masa perpanjangan waktu atau extra time. Sayangnya, dewi fortuna belum memihak kepada skuad The Gunners yang akhirnya menyerah dengan skor penalti 3-4 dari sang wakil Prancis.
Sebenarnya, tim asal London Utara ini mengawali pertandingan dengan sangat menjanjikan setelah Kai Havertz sukses mencetak gol cepat dari sudut sempit pada menit kelima. Namun, kelengahan lini belakang Arsenal di paruh kedua harus dibayar mahal ketika Ousmane Dembélé mampu menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti pada menit ke-64. Pada babak penalty shootout, kegagalan eksekusi dari Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes mengubur dalam-dalam asa Arsenal untuk juara, meskipun David Raya sempat tampil gemilang menepis tendangan Nuno Mendes.
Kekalahan dramatis ini menjadi pukulan telak bagi Arsenal yang tengah memburu gelar juara Liga Champions pertama mereka sepanjang sejarah berdirinya klub. Pasukan Meriam London kembali harus terhenti di langkah terakhir dan puas berstatus sebagai runner-up di kompetisi kasta tertinggi Benua Biru, mengulangi memori kelam mereka pada final edisi 2006 silam. Kegagalan ini tentu menyisakan kesedihan mendalam bagi ribuan suporter yang sudah menantikan momen bersejarah tersebut, baik yang hadir langsung di stadion maupun yang menyaksikan di seluruh dunia.
Lebih dari sekadar kegagalan sebuah klub, hasil minor ini sekaligus memupuskan ambisi besar sepak bola Inggris untuk mencatatkan rekor sapu bersih trofi Eropa dalam satu musim kompetisi. Kemenangan skuad asuhan Luis Enrique memastikan bahwa sejarah hegemoni penuh klub-klub Liga Primer Inggris di semua kompetisi UEFA urung terwujud pada tahun ini. Pada akhirnya, Les Parisiens membuktikan diri sebagai penghalang utama bagi ambisi Inggris, sekaligus memastikan trofi Si Kuping Besar tetap bersemayam di ibu kota Prancis.
Oleh: Krishna Habib


















