PIKIRANBANGSA.CO, SERANG – Dalam upaya mendorong tata kelola pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan di tingkat akar rumput, mahasiswa Program Studi Administrasi Negara Semester 7 Universitas Pamulang (UNPAM) Serang sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi di Desa Bandung, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang. Kegiatan yang bertajuk “Peran PKK sebagai Agen Perubahan” ini dilaksanakan sebagai bentuk aksi nyata penugasan dan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Acara ini dihadiri langsung oleh tokoh-tokoh penting desa, di antaranya Ibu Sri Sulastri selaku Ketua Tim Penggerak PKK Desa Bandung, serta Ibu Jumsanah selaku Ketua Kader Posyandu Salak RT 014 / RW 004. Kehadiran para pengurus dan kader ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat pondasi kesejahteraan keluarga di wilayah tersebut.
Desa Bandung dikenal memiliki potensi ekonomi lokal yang berkembang, mulai dari sektor pertanian hingga industri kreatif rumah tangga. Namun, stimulasi yang terarah masih sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi mikro masyarakat setempat. Melihat urgensi tersebut, mahasiswa UNPAM Serang menginisiasi sosialisasi ini guna memperkuat peran strategis Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
“Kesejahteraan bangsa bermula dari ketahanan terkecil, yaitu keluarga. PKK Desa Bandung hadir untuk membina pondasi tersebut menuju kemandirian yang utuh,” ungkap perwakilan Tim Penggerak PKK Desa Bandung dalam mengafirmasi visi kegiatan ini. Melalui pendekatan asah, asih, dan asuh, gerakan ini bertujuan mengubah pola pikir domestik yang pasif menjadi motor produktivitas yang aktif dan berdaya saing tinggi.
Dalam pemaparan materi, dibahas berbagai strategi implementasi humanis yang dilakukan oleh PKK Desa Bandung, salah satunya adalah sosialisasi pintu ke pintu (door-to-door) guna memetakan kebutuhan dasar keluarga secara akurat. Selain itu, penyelarasan 10 Program Pokok PKK juga diintegrasikan secara erat dengan tantangan spesifik yang dihadapi warga lokal melalui kolaborasi sektoral bersama Pemerintah Desa dan Puskesmas.
Terdapat dua pilar aksi utama yang menjadi sorotan dalam kegiatan ini:
1. Pemberdayaan Ekonomi Lokal (UP2K & UMKM): Dijalankan secara masif melalui pelatihan produk olahan pangan lokal, pendampingan manajemen pengemasan, pengenalan pemasaran digital sederhana, hingga pengelolaan bantuan modal usaha mikro.
2. Kesehatan dan Lingkungan: Melalui gerakan ketahanan pangan “Aku Hatinya PKK” (pemanfaatan pekarangan untuk sayur dan TOGA) serta optimalisasi Posyandu untuk pengawasan gizi balita berkala demi menurunkan risiko stunting baru.
Intervensi dan komitmen kader di Desa Bandung sejauh ini telah menunjukkan hasil positif dengan tercatatnya 85% partisipasi aktif keluarga. Program UP2K terbukti berhasil mendongkrak pemasukan sampingan rumah tangga secara mandiri, didukung dengan meningkatnya kesadaran nutrisi kolektif masyarakat.
Meski demikian, kegiatan sosialisasi yang dipandu oleh mahasiswa Administrasi Negara UNPAM Serang ini juga membedah beberapa tantangan krusial yang masih dihadapi. Di antaranya adalah perlunya peningkatan literasi digital dan manajemen tingkat lanjut bagi sebagian kader agar publikasi program kerja dapat berjalan maksimal. Selain itu, edukasi berkelanjutan masih terus diperlukan untuk mengatasi resistensi budaya lama, seperti kebiasaan pemilahan sampah mandiri dan adopsi penuh Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Acara ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif antara mahasiswa, pengurus PKK, kader Posyandu, serta warga yang hadir. Melalui kolaborasi akademisi dan penggerak lokal ini, diharapkan PKK Desa Bandung dapat terus konsisten melangkah sebagai agen perubahan yang membawa kemandirian secara holistik. (Aan)


















