Oleh: Haidar Dzikrul Fikri, Mahasiswa Prodi Manajemen Dakwah UIN Salatiga
Pendahuluan
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada era digital telah membawa perubahan yang sangat signifikan dalam kehidupan masyarakat. Kehadiran internet, media sosial, serta berbagai platform komunikasi digital telah mempermudah manusia dalam memperoleh informasi dan berinteraksi dengan orang lain tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Saat ini, komunikasi tidak lagi dilakukan secara tatap muka, tetapi juga melalui berbagai media digital seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, X (Twitter), TikTok, dan platform lainnya.
Kemajuan teknologi tersebut memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya. Namun, di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan, perkembangan teknologi juga menghadirkan berbagai tantangan dalam aspek etika komunikasi. Fenomena penyebaran berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, cyberbullying, fitnah, hingga penyalahgunaan media sosial menjadi permasalahan yang semakin sering ditemukan dalam kehidupan masyarakat.
Idealnya, setiap individu mampu berkomunikasi dengan sopan, jujur, santun, serta menghormati hak dan martabat orang lain. Akan tetapi, realitas yang terjadi menunjukkan bahwa masih banyak pengguna media digital yang kurang memperhatikan etika dalam berkomunikasi. Hal ini terlihat dari maraknya komentar negatif, perdebatan yang tidak sehat, penyebaran informasi tanpa verifikasi, dan tindakan yang dapat merugikan pihak lain. Oleh karena itu, implementasi etika komunikasi menjadi hal yang sangat penting untuk menciptakan lingkungan digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.
Pengertian Etika Komunikasi
Secara umum, etika merupakan seperangkat nilai, norma, dan prinsip moral yang dijadikan pedoman dalam bertindak dan berperilaku. Sementara itu, komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain dengan tujuan memperoleh pemahaman yang sama.
Dengan demikian, etika komunikasi dapat diartikan sebagai norma atau aturan yang mengatur perilaku seseorang dalam menyampaikan dan menerima informasi agar komunikasi berlangsung secara baik, efektif, dan tidak merugikan pihak lain. Etika komunikasi menuntut seseorang untuk bersikap jujur, sopan, bertanggung jawab, menghargai perbedaan pendapat, serta menjaga perasaan orang lain dalam setiap proses komunikasi.Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, etika komunikasi memiliki peran penting dalam menciptakan hubungan sosial yang harmonis. Tanpa adanya etika komunikasi, interaksi sosial dapat menimbulkan konflik, kesalahpahaman, bahkan perpecahan di tengah masyarakat.
Kondisi Etika Komunikasi di Era Digital
Era digital telah mengubah pola komunikasi masyarakat menjadi lebih cepat dan terbuka. Setiap individu dapat menyampaikan pendapat, berbagi informasi, dan berinteraksi dengan banyak orang hanya melalui perangkat elektronik yang dimilikinya. Kebebasan tersebut pada dasarnya merupakan hal yang positif karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam berbagai isu sosial.
Namun, kebebasan dalam berkomunikasi sering kali disalahartikan sebagai kebebasan tanpa batas. Banyak pengguna media sosial yang mengabaikan nilai-nilai etika ketika menyampaikan pendapatnya. Akibatnya, berbagai bentuk pelanggaran etika komunikasi semakin mudah ditemukan.
Beberapa fenomena yang sering terjadi di era digital antara lain:
1. Penyebaran Hoaks (Berita Bohong)Banyak informasi yang beredar di media sosial tidak memiliki sumber yang jelas. Sebagian masyarakat langsung membagikan informasi tersebut tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu sehingga menyebabkan kesalahpahaman dan keresahan di masyarakat.
2. Ujaran Kebencian (Hate Speech)Ujaran kebencian sering muncul dalam bentuk penghinaan, provokasi, maupun diskriminasi terhadap individu atau kelompok tertentu berdasarkan suku, agama, ras, atau pandangan politik.
3. CyberbullyingPerundungan di dunia maya menjadi salah satu masalah serius yang sering dialami oleh pengguna media sosial, khususnya remaja. Komentar negatif, hinaan, dan pelecehan dapat memberikan dampak psikologis yang buruk bagi korban.
4. Fitnah dan Pencemaran Nama BaikKemudahan menyebarkan informasi membuat seseorang dapat dengan mudah menuduh atau menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya sehingga merugikan pihak lain.
5. Menurunnya Kesantunan Berbahasa Banyak pengguna media sosial menggunakan bahasa yang kasar dan tidak sopan ketika berkomentar atau berdiskusi, terutama ketika terjadi perbedaan pendapat.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa penerapan etika komunikasi di era digital masih menjadi tantangan besar yang perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak.
Faktor Penyebab Rendahnya Etika KomunikasiRendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan etika komunikasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
1. Kurangnya Literasi Digital merupakan kemampuan seseorang dalam memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi dari media digital secara bijak. Kurangnya literasi digital menyebabkan masyarakat mudah percaya terhadap informasi yang belum tentu benar.
2. Anonimitas di Dunia Maya Media sosial memungkinkan seseorang menggunakan identitas yang tidak sebenarnya. Kondisi ini membuat sebagian orang merasa bebas untuk berkata kasar atau melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan norma sosial karena merasa tidak akan bertanggung jawab secara langsung.
3. Rendahnya Kesadaran Moral Nilai-nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap orang lain sering kali diabaikan dalam aktivitas komunikasi digital. Akibatnya, komunikasi yang terjadi lebih didominasi oleh emosi daripada pertimbangan etis.
4. Kurangnya PengawasanPenggunaan media sosial yang tidak diimbangi dengan pengawasan dari keluarga, sekolah, maupun lingkungan sosial dapat menyebabkan seseorang lebih mudah terpengaruh oleh perilaku negatif yang berkembang di internet.
5. Pengaruh Emosi dan FanatismeBanyak konflik di media sosial terjadi karena pengguna lebih mengedepankan emosi daripada rasionalitas. Fanatisme terhadap kelompok, tokoh, atau pandangan tertentu juga sering menjadi pemicu munculnya ujaran kebencian.
Implementasi Etika Komunikasi dalam Kehidupan Masyarakat Penerapan etika komunikasi di era digital dapat dilakukan melalui berbagai cara sebagai berikut:
1. Memastikan Kebenaran Informasi sebelum membagikan informasi, masyarakat perlu melakukan pengecekan terhadap sumber informasi tersebut. Informasi yang belum jelas kebenarannya sebaiknya tidak disebarluaskan agar tidak menimbulkan hoaks dan disinformasi.
2. Menggunakan Bahasa yang Santun Bahasa merupakan cerminan kepribadian seseorang. Oleh karena itu, setiap individu harus menggunakan bahasa yang sopan dan menghormati lawan bicara, baik dalam komunikasi langsung maupun melalui media digital.
3. Menghargai Perbedaan PendapatKeberagaman pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokratis. Sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan harus dikedepankan agar diskusi dapat berlangsung secara sehat dan produktif.
4. Bertanggung Jawab atas Setiap UnggahanSetiap konten yang diunggah ke media sosial memiliki dampNak terhadap orang lain. Oleh karena itu, pengguna media sosial harus bertanggung jawab terhadap setiap informasi dan pendapat yang disampaikan.
5. Menghindari Penyebaran Ujaran KebencianMasyarakat perlu memahami bahwa ujaran kebencian tidak hanya merugikan individu tertentu, tetapi juga dapat mengancam persatuan dan keharmonisan sosial.
6. Meningkatkan Pendidikan KarakterPendidikan karakter harus diberikan sejak dini agar individu memiliki kesadaran moral dan etika yang kuat dalam berkomunikasi, baik di dunia nyata maupun di dunia digital.
Etika Komunikasi dalam Perspektif IslamIslam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap etika komunikasi. Seorang muslim diperintahkan untuk menjaga lisan dan perkataannya agar tidak menyakiti orang lain.
Allah SWT berfirman:> “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”(QS. Al-Ahzab: 70)Ayat tersebut menegaskan bahwa seorang muslim harus menyampaikan perkataan yang benar dan bermanfaat.Selain itu, Rasulullah SAW bersabda:> “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.”(HR. Bukhari dan Muslim)Hadis tersebut mengajarkan bahwa setiap ucapan harus memberikan manfaat. Jika suatu perkataan berpotensi menimbulkan kerugian atau menyakiti orang lain, maka lebih baik tidak diucapkan.
Dalam konteks media sosial, ajaran Islam ini sangat relevan karena setiap tulisan, komentar, maupun unggahan yang dibuat akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Kesimpulan
Etika komunikasi merupakan aspek penting dalam kehidupan masyarakat, terutama di era digital yang ditandai dengan kemudahan akses informasi dan komunikasi. Idealnya, setiap individu mampu berkomunikasi secara santun, jujur, dan menghormati orang lain. Namun, realitas menunjukkan masih banyak terjadi pelanggaran etika komunikasi seperti hoaks, ujaran kebencian, cyberbullying, dan fitnah di media sosial.
Rendahnya etika komunikasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kurangnya literasi digital, rendahnya kesadaran moral, pengaruh emosi, dan minimnya pengawasan. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama dari individu, keluarga, lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya etika komunikasi.
Dengan menerapkan etika komunikasi yang baik, masyarakat dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat, aman, harmonis, dan bertanggung jawab. Selain itu, penerapan etika komunikasi juga menjadi salah satu cara untuk menjaga persatuan dan memperkuat hubungan sosial di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Daftar Pustaka
Cangara, Hafied. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2018.Mulyana, Deddy. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2017.Nasrullah, Rulli. Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2017.Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Modul Literasi Digital. Jakarta: Kominfo, 2021.Al-Qur’an Surah Al-Ahzab Ayat 70.Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim tentang etika berbicara.














