Oleh: Suheni dan Sam Cay, Mahasiswa Program Studi Manajemem S1 Universitas Pamulang
Pernah nggak kalian ngerasa udah punya banyak kemampuan, tetapi masih saja sulit mendapatkan pekerjaan? Sudah belajar menggunakan komputer, bisa mengoperasikan Word dan Excel, ikut pelatihan, bahkan punya beberapa sertifikat. Rasanya semua sudah dipersiapkan untuk melamar kerja. Namun, setelah mengirim banyak lamaran, ternyata belum ada kabar baik. Ada yang bahkan sudah dipanggil wawancara, tetapi akhirnya tetap belum diterima.
Kejadian seperti ini mungkin sudah tidak asing lagi, terutama bagi orang-orang yang sedang mencari pekerjaan. Sekarang, persaingan untuk mendapatkan pekerjaan memang semakin terasa. Banyak pelamar yang memiliki kemampuan bagus dan sama-sama ingin mendapatkan posisi yang tersedia. Akibatnya, perusahaan harus memilih dengan lebih teliti karena tidak semua pelamar bisa diterima.
Punya banyak skill memang menjadi nilai tambah, tetapi ternyata hal itu saja belum cukup. Perusahaan juga ingin tahu apakah kemampuan yang dimiliki seseorang benar-benar sesuai dengan pekerjaan yang ditawarkan. Misalnya, ada orang yang bisa menggunakan berbagai aplikasi komputer, tetapi ketika melamar sebagai staf administrasi, perusahaan tentu ingin melihat apakah dia teliti, bisa mengolah data, dan mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Jadi, bukan sekadar banyaknya kemampuan yang dimiliki, tetapi bagaimana kemampuan itu bisa digunakan.
Selain keterampilan, sikap dan cara seseorang membawa dirinya juga bisa menjadi pertimbangan. Ketika wawancara, misalnya, perusahaan tidak hanya mendengar jawaban pelamar, tetapi juga melihat bagaimana cara mereka berkomunikasi, menjelaskan sesuatu, dan merespons pertanyaan. Ada orang yang sebenarnya punya kemampuan, tetapi karena terlalu gugup, jawabannya menjadi tidak jelas. Ada juga yang kurang mempersiapkan diri sehingga tidak bisa menjelaskan alasan melamar atau apa yang diketahui tentang perusahaan tersebut.
Karena itulah, proses seleksi kerja tidak bisa dianggap sebagai formalitas saja. Biasanya, perusahaan akan memeriksa lamaran terlebih dahulu, kemudian mengajak pelamar mengikuti tes atau wawancara. Tes yang diberikan juga bisa berbeda-beda, tergantung pekerjaan yang dibutuhkan. Ada tes pengetahuan, tes psikologi, sampai tes keterampilan komputer. Dari tahapan tersebut, perusahaan ingin melihat apakah calon karyawan memang memiliki kemampuan yang sesuai dengan posisi yang tersedia.
Namun, proses seleksi bukan hanya menjadi tanggung jawab pelamar. Perusahaan juga perlu memilih calon karyawan dengan cara yang tepat. Jangan sampai seseorang tidak diterima hanya karena penilaian yang kurang objektif, padahal kemampuannya sesuai dengan pekerjaan. Perusahaan sebaiknya melihat kemampuan dan kesiapan pelamar berdasarkan kebutuhan posisi yang sedang dibuka. Sebab, salah memilih karyawan juga bisa membuat pekerjaan tidak berjalan dengan baik.
Di sisi lain, bagi orang yang belum berhasil melewati seleksi, jangan langsung merasa tidak mampu. Tidak diterima kerja bukan berarti kita tidak punya kelebihan. Bisa saja ada pelamar lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan perusahaan saat itu. Daripada terus menyalahkan diri sendiri, lebih baik menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan untuk memperbaiki diri. Mungkin kita perlu lebih banyak berlatih wawancara, belajar menjelaskan kemampuan, atau meningkatkan keterampilan yang memang dibutuhkan di dunia kerja.
Mencari pekerjaan memang membutuhkan usaha dan kesabaran. Tidak semua lamaran akan mendapatkan jawaban sesuai harapan, dan tidak semua wawancara berakhir dengan penerimaan. Tetapi, setiap proses tetap bisa memberikan pengalaman baru. Kita jadi tahu apa yang perlu dipersiapkan dan bagian mana yang masih harus ditingkatkan.
Pada akhirnya, memiliki banyak skill bukan berarti seseorang otomatis diterima bekerja. Kemampuan memang penting, tetapi perusahaan juga mencari orang yang cocok dengan pekerjaan, mampu bekerja dengan baik, dan memiliki kemauan untuk terus belajar. Jadi, jangan hanya fokus menambah kemampuan atau mengumpulkan sertifikat. Belajar juga bagaimana menunjukkan kemampuan tersebut saat melamar pekerjaan. Karena dalam dunia kerja, bukan hanya seberapa banyak kemampuan yang kita punya, tetapi juga bagaimana kita menggunakannya dan membuktikannya.


















